Apa itu Glomerulonefritis?

Glomerulonefritis adalah peradangan yang terjadi pada glomeruli. Kondisi ini dapat merusak fungsi ginjal. Jika tidak didiagnosis dan diobati dini, kondisi ini dapat memicu gagal ginjal.

Untuk memahami lebih jauh apa itu glomerulonefritis, penting untuk mengetahui tentang anatomi ginjal dan fungsinya.

Ginjal adalah organ berukuran sekepalan tangan yang berada di belakang rongga perut. Ada dua buah ginjal, masing-masing berada di sisi tulang belakang. Fungsi ginjal adalah menyaring limbah tubuh dan cairan berlebih dalam darah.

Setiap ginjal memiliki memiliki korteks ginjal luar, pelvis ginjal, dan medula ginjal internal. Darah yang berasal arteri ginjal disaring oleh struktur kecil yang disebut nefron yang terletak sebagian di bagian dalam piramida dan korteks ginjal. Dalam nefron terdapat kelompok kapiler kecil (glomeruli) yang berfungsi menyaring darah yang nantinya akan menjadi urin.

Penyebab Glomerulonefritis

Glomerulonefritis bisa akut atau kronis. Glomerulonefritis akut dapat berkembang secara tiba-tiba karena infeksi tertentu, seperti radang tenggorokan. Namun, biasanya dapat sembuh begitu saja atau cukup dengan konsumsi antibiotik.

Sementara, glomerulonefritis kronis dikarakteristikan dengan kerusakan dan luka yang muncul perlahan dan akumulatif pada glomeruli. Biasanya disebabkan oleh infeksi virus (seperti hepatitis B dan C dan AIDS) atau penyakit autoimun termasuk sindrom Goodpasture, lupus, penyakit Wegener, dan polyarteritis nodosa. Namun, dalam banyak kasus, penyebabnya tidak diketahui.

Kondisi medis lain yang terkait dengan perkembangan glomerulonefritis meliputi:

  • Endokarditis bakteri, atau radang endokardium atau lapisan dalam jantung

  • Vaskulitis, atau radang pembuluh darah

  • Tekanan darah tinggi

  • Penyakit ginjal diabetes - Diabetes adalah kelainan metabolik yang dapat mencegah tubuh menghasilkan cukup insulin atau mengganggu kemampuan tubuh untuk menggunakan insulin dengan tepat. Diabetes adalah salah satu penyebab utama masalah ginjal.

  • Kanker tertentu, termasuk kanker paru-paru, multiple myeloma, dan leukemia limfositik kronis

  • Amyloidosis, atau penumpukan protein yang berbahaya di organ dan jaringan

Gejala Utama Glomerulonefritis

Gejala awal glomerulonefritis akut termasuk jarang buang air kecil, darah dalam urin (hematuria), tekanan darah tinggi, dan kalsium dalam urine (proteinuria) yang membuatnya berbusa atau berbuih. Bila kondisinya berjalan atau menjadi kronis, pasien akan sering mengalami buang air kecil di malam hari, pembengkakan wajah dan pergelangan kaki, sering mimisan, dan sakit perut.

Siapa yang Perlu Ditemui dan Jenis Pengobatan yang Tersedia

Pasien yang menunjukkan gejala glomerulonefritis dapat berkonsultasi dengan dokter umum untuk pemeriksaan awal. Jika dokter mencurigai adanya indikasi glomerulonefritis, pasien akan dirujuk ke spesialis nefrologi, seorang dokter yang mengkhususkan diri dalam pengobatan penyakit ginjal. Kondisi didiagnosis dengan menggunakan tes dan prosedur berikut:

  • Urinalisis - Urinalisis dapat mendeteksi sel darah merah (RBC), albumin, atau RBC dalam urin, yang merupakan tanda kerusakan glomeruli dan juga gagal ginjal. Tes ini juga dapat mendeteksi sel darah putih (indikasi infeksi) dan peningkatan jumlah protein (indikasi kerusakan nefron) dalam urin.

  • Hitung darah lengkap (CBC) - Digunakan untuk menentukan apakah pasien menderita anemia, yang mungkin menyebabkan gangguan produksi eritropoietin. Eritropoietin adalah hormon yang diproduksi oleh ginjal yang mendorong terbentuknya sel darah merah di sumsum tulang.

  • Serum kimia - Serum darah mengandung elektrolit, hormon, antibodi, antigen, dan zat eksogen yang tidak terlibat dalam penggumpalan darah. Dengan menguji serum, dokter bisa memastikan peningkatan kadar serum kreatinin dan urea nitrogen. Tes ini juga dapat mengkonfirmasi bahwa produksi vitamin D-3 terganggu, hormon paratiroid tingkat tinggi, dan serum albumin rendah, yang juga merupakan tanda adanya masalah dengan fungsi ginjal.

  • Ultrasound - Tes pencitraan yang digunakan untuk memvisualisasikan ginjal. Hal ini dapat menunjukkan kerusakan fisik pada organ dan lesi struktural yang mungkin memicu gejala tertentu.

  • Biopsi ginjal - Melibatkan penggunaan jarum tipis untuk mendapatkan sampel jaringan ginjal untuk analisis laboratorium. Tes ini membantu menentukan jenis penyakit ginjal yang diderita pasien, tingkat keparahan, dan pengobatan terbaik untuk kondisi ini.

Pengobatan

Pengobatan glomerulonefritis akut yang disebabkan oleh infeksi seringkali tidak diperlukan karena kondisi tersebut dapat sembuh sendiri. Jika tidak, pasien biasanya diberi antibiotik.

Sementara, dalam kasus kronis, pasien memerlukan pengobatan yang berfokus untuk menangani penyebab gejala untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pada ginjal. Bergantung pada apa yang memicu kondisi tersebut, pengobatan mungkin melibatkan:

  • Pengelolaan diabetes dan hipertensi yang tepat dengan obat-obatan, modifikasi gaya hidup, dan olahraga teratur

  • Penurunan berat badan dan operasi bariatrik, jika pasien mengalami obesitas

  • Pengobatan anemia dengan suplemen zat besi dan modifikasi diet

  • Pengobatan hiperlipidemia dengan statin dan modifikasi gaya hidup

  • Penekanan sistem kekebalan tubuh jika kondisinya disebabkan oleh kelainan autoimun

  • Penggunaan diuretik untuk membantu ginjal mengeluarkan kelebihan sodium dan air

Prognosis untuk pasien dengan glomerulonefritis kronis bergantung pada tingkat keparahan gejala, usia seseorang, dan penyebab, seperti diabetes dan hipertensi, dapat diobati. Fungsi ginjal umumnya dapat dipertahankan, jika pasien yang mendapat diagnosis dan pengobatan segera. Jika pengobatan terlambat, gagal ginjal sangat mungkin terjadi. Kondisi ini membutuhkan “cuci darah” seumur hidup atau transplantasi ginjal. Prognosisnya lebih buruk pada pasien lansia dan jika penyebab glomerulonefritis tidak diketahui.

Rujukan:

  • Kawasaki Y. Mechanism of onset and exacerbation of chronic glomerulonephritis and its treatment. Pediatr Int. 2011 Dec. 53(6):795-806.

  • Kidney failure: Choosing a treatment that’s right for you. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. https://www.niddk.nih.gov/health-information/health-topics/kidney-disease/kidney-failure-choosing-a-treatment-thats-right-for-you/Pages/facts.aspx.

Bagikan informasi ini: