Apa itu Gondok?

Gondok adalah kelainan kelenjar tiroid yang ditandai dengan pembesaran dari kelenjar tersebut. Kelenjar tiroid, yang merupakan bagian dari sistem endokrin, adalah bagian tubuh yang berperan memproduksi hormon tiroid seperti thyroxine (T-4) dan triiodothyronine (T-3), yang membantu tubuh menggunakan energi secara efisien dan memastikan seluruh organ bekerja dengan baik. Kelenjar tersebut juga menghasilkan hormon calcitonin yang mengatur kadar kalsium dalam darah. Sedangkan sistem endokrin sendiri adalah gabungan dari beberapa jenis kelenjar yang bertugas mengatur beberapa fungsi tubuh, seperti tidur, bereproduksi, suasana hati, metabolisme, dan pertumbuhan.

Kelenjar tiroid berbentuk seperti kupu-kupu dan terletak persis di bagian depan leher, sedikit di bawah jakun. Pembesaran kelenjar tersebut, juga dikenal sebagai penyakit gondok, membuat bagian depan leher membesar ukurannya. Namun, bentuk yang agak aneh tersebut bukanlah yang paling dicemaskan oleh pasien pengidap kelainan tersebut.

Gondok dapat menyebabkan berbagai komplikasi, seperti kehilangan atau kenaikan berat tubuh, rasa kesal dan perubahan suasana hati, dan kesulitan untuk tidur. Ditambah lagi, jika pembedahan dibutuhkan untuk mengobati penyakit tersebut, ada berbagai macam risiko lain yang dipengaruhi oleh tindakan tersebut.

Namun, tidak semua penyakit gondok perlu diobati, terutama jika ukurannya relatif kecil dan tidak membuat efek yang tidak diinginkan, seperti suara serak atau daging besar yang tampak pada leher. Namun, jika gondok tesebut berukuran besar dan mudah dilihat, maka pengobatan akan diperlukan berdasarkan penyebab jelasnya.

Penyabab Gondok

Di masa lalu, penyebab utama terjadinya gondok adalah kekurangan yodium. Namun dewasa ini, kekurangan yodium jarang sekali membuat penyakit ini muncul di Amerika Serikat, karena keberadaan dan penggunaan garam beryodium sudah menjadi umum. Di negara-negara yang belum berkembang, kekurangan yodium masih menjadi penyebab umum terjadinya penyakit gondok.

Penyebab lain terjadinya gondok adalah sebagai berikut:

  • Hypothyroidism: adalah suatu kondisi di mana terjadinya kekurangan produksi hormon tiroid

  • Hyperthyroidism: suatu kondisi di mana terjadinya kelebihan produksi hormon tiroid

  • Hashimoto’s thyroiditis: suatu kondisi di mana terjadinya kelainan yang mempengaruhi sistem kekebalan tubuh, dan biasanya dimulai dengan menyerang kelenjar tiroid.

  • Penyakit Graves: penyakit yang diakibatkan oleh kelainan sistem kekebalan tubuh yang memaksa kelenjar tiroid memproduksi hormon secara berlebihan (hyperthyroidism).

  • Benjolan Tiroid: ada beberapa daging tumbuh di bagian kelenjar tiroid. Kebanyakan daging tersebut bersifat jinak dan tidak menyebabkan kondisi serius, namun sebagian di antaranya dapat menyebabkan terjadinya gondok, dan bahkan kanker.

  • Kehamilan: kondisi kehamilan menyebabkan produksi hormon Human Chorionic Gonadotropin (HCG), yang dapat menyebabkan sedikit pembesaran pada kelenjar tiroid. Dalam beberapa kasus yang langka, faktor genetis dan tumor jinak ataupun ganas dapat menyebabkan gondok.

Gejala Utama Gondok

Gondok berukuran kecil biasanya tidak menampakkan tanda-tanda, gejala, ataupun rasa tidak nyaman, Namun, gondok yang berukuran besar tidak hanya dapat membuat pasien tidak nyaman karena ukurannya dan penampilannya, tetapi gondok juga dapat menyebabkan batuk, suara serak, dan kesulitan bernapas dan menelan.

Karena kelenjar tiroid mengatur beberapa fungsi tubuh, seseorang yang mengalami gondok mungkan akan mengalami kesulitan untuk tidur dan kesulitan menjaga berat badan. Gondok biasanya dapat menyebabkan perubahan berat badan yang tiba-tiba.

Siapa yang Harus Ditemui & Jenis Pengobatan yang Tersedia

Jika Anda melihat ada gundukan di daerah leher di mana kelenjar tiroid berada, atau jika Anda mengalami gejala-gejala yang sudah disebutkan di atas, Anda perlu segera menghubungi dokter Anda. Pengujian bentuk fisik leher Anda biasanya cukup bagi dokter untuk menentukan kebaradaan pembesaran kelenjar tiroid. Dalam beberapa kasus, bahkan benjolan kelenjar tiroid dapat terasa selama pengujian bentuk fisik berlangsung.

Dokter akan melanjutkan dengan memberikan diagnosis atas kondisi Anda atau memberi rujukan kepada dokter ahli endokrin untuk pengujian, diagnosis, dan pengobatan lebih lanjut.

Pengujian yang akan dilakukan untuk memberikan diagnosis adanya gondok adalah :

  • Tes hormon: tes yang dilakukan dengan darah ini akan mengukur kandungan hormon yang diproduksi oleh kelenjar tiroid.

  • Tes antibodi: tes yang juga dilakukan dengan darah ini akan mengukur jika ada kelainan jumlah antibodi yang ada dalam darah, yang dapat menjadi penyebab utama terjadinya gondok.

  • Biopsi: juga biasa dikenal sebagai biopsi dengan jarum tipis, tindakan ini dilakukan untuk mengambil sampel jaringan dan menguji ada atau tidaknya kanker pada sampel tersebut.

  • Pemindaian tiroid: jika dokter memerlukan gambaran yang lebih jelas tentang kondisi kelenjar tiroid Anda, pemindaian tiroid akan diperlukan. Pemindaian ini akan dilakukan dengan menyuntikkan isotop radioaktif dalam aliran darah, yang akan ditandai dengan kamera tertentu yang dapat memproduksi gambar yang lebih jelas di monitor komputer.

  • Ultrasonografi: ini adalah pengujian yang umum dilakukan untuk melakukan diagnosis gondok dan kelainan tiroid lainnya. Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan alat ultrasonik yang memancarkan gelombang suara ke arah kelenjar tiroid. Alat tersebut akan menangkap pantulan yang dihasilkan oleh gelombang suara, dan memindahkan sinyal tersebut ke dalam komputer untuk diproses. Hasilnya adalah gambar santir dari kelenjar tiroid.

Sesudah dokter menentukan kondisi kelenjar tiroid dan ada atau tidaknya gondok, rencana perawatan akan dirancang. Namun, jika kondisi Anda dianggap tidak terlalu serius, dokter hanya akan memperhatikan kondisi Anda untuk beberapa waktu. Ini biasanya terjadi ketika kelenjar tiroid masih memproduksi jumlah hormon yang ideal, yang menandakan kelenjar tersebut masih berfungsi sebagaimana mestinya.

Jika fungsi kelenjar tiroid terganggu (kondisi hyperthyroidism/hypothyroidism), maka dokter akan memberikan obat-obatan untuk dikonsumsi, seperti Levothroid dan Synthroid untuk mengurangi atau mengganti hormon yang ada dalam tubuh. Dokter juga mungkin akan memberikan resep obat untuk mengurangi pembengkakan yang terjadi.

Jika ukuran gondok terlalu besar, dokter mungkin akan mengambil pilihan tindakan pembedahan, yang dapat berupa tindakan thyroidectomy total atau parsial. Tindakan ini merupakan tindakan pengangkatan sebagian kelenjar tiroid (thyroidectomy parsial) atau seluruh kelenjar tiroid (thyroidectomy total).

Kelenjar tiroid yang terlalu aktif terkadang diobati dengan tindakan yodium radioaktif. Jenis obat ini menghancurkan sel-sel kelenjar tiroid sepenuhnya, meskipun ada risiko terlalu banyak sel yang ikut hancur akibat konsumsi obat ini. Jika itu terjadi, hasilnya adalah kelenjar tiroid yang kurang aktif.

Fungsi utama kelenjar tiroid adalah untuk memproduksi hormon. Jika kelenjar tersebut tidak dapat memproduksi hormon yang seharusnya diproduksi, dokter akan melakukan tindakan penggantian hormon.

Setelah tindakan pengobatan selesai dilakukan, Anda akan perlu mengganti gaya hidup Anda. Salah satunya adalah menambah konsumsi yodium, seperti yang ada di dalam garam beryodium, rumput laut, dan beberapa jenis makanan laut lainnya.

Rujukan:

  • Kim M, Ladenson P. Thyroid. In: Goldman L, Schafer AI, eds. Goldman’s Cecil Medicine. 24th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders; 2011:chap 233.

  • Schlumberger MJ, Filetti S, Hay ID. Nontoxic diffuse and nodular goiter and thyroid neoplasia. In: Melmed S, Polonsky KS, et al., eds. Williams Textbook of Endocrinology. 12th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders; 2011:chap 14.

Bagikan informasi ini: