Apa itu Hemoptisis?

Hemoptisis adalah istilah medis yang berarti batuk darah dari saluran pernapasan. Biasanya terjadi karena bronkitis.

Bronkitis mengacu pada radang tabung bronkial. Ini adalah tabung yang membawa udara ke dan dari paru-paru. Kondisi tersebut menyebabkan penderita mengeluarkan lendir yang kental saat batuk. Kondisi tersebut bisa akut atau kronis. Kasus akut sering disebabkan oleh infeksi saluran pernapasan atau pilek. Pasien dengan kondisi ini dapat sembuh dalam waktu satu atau dua minggu tanpa masalah kesehatan yang persisten. Sementara, dalam kasus kronis sering disebabkan oleh kebiasaan merokok. Hal ini menyebabkan tabung bronkus menjadi meradang dan akhirnya berdarah. Bronkitis kronis adalah satu jenis penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). PPOK adalah istilah umum yang mengacu pada sejumlah penyakit paru progresif yang ditandai dengan sesak napas.

Penting untuk dicatat bahwa batuk darah juga bisa disebabkan oleh kondisi yang tidak berhubungan dengan saluran pernapasan. Misalnya, penderita masalah pada saluran gastrointestinal (GI) dapat memuntahkan darah dari perut. Beberapa orang juga menderita mimisan parah. Dalam beberapa kasus, darah mengalir ke tenggorokan.

Penyebab Hemoptisis

Selain bronkitis, batuk darah juga bisa disebabkan oleh:

  • Bronkiektasis - Kondisi yang ditandai dengan tabung bronkial yang rusak, menebal, atau melebar. Ini bisa menghalangi jalan napas dan menyebabkan infeksi kronis.

  • Gagal jantung kongestif - Kondisi ini juga dikenal sebagai CHF, yang mempengaruhi fungsi jantung. Kondisi ini mencegah organ memompa darah dengan benar. Sehingga, memperlambat peredaran darah ke seluruh tubuh. Kondisi ini juga bisa menyebabkan cairan menumpuk di paru-paru yang mengakibatkan batuk terus-menerus dan mengi.

  • Obat-obatan ilegal - Contohnya adalah kokain. Obat ini merusak sistem pernapasan dan menyebabkan pendarahan.

  • Kondisi inflamasi atau autoimun - Contohnya adalah lupus. Gangguan ini bisa menyerang lapisan dan pembuluh darah paru-paru, menyebabkannya perdarahan.

  • Kanker paru-paru - Hemoptisis adalah salah satu gejala kanker paru yang paling umum. Lebih dari 20% kanker paru mengalaminya.

  • Pneumonia - Ini mengacu pada infeksi salah satu atau kedua paru-paru. Hal ini dapat menyebabkan peradangan di kantung udara.

  • Tuberkulosis - Kondisi ini menyerang bagian tubuh yang berbeda, paling sering di paru-paru.

Penyebab lain yang mungkin adalah emboli paru, infeksi parasit, dan stenosis katup mitral. Kelainan pada pembuluh darah paru-paru juga bisa menyebabkan hemoptisis.

Gejala Utama Hemoptisis

Hemoptisis bukanlah penyakit atau kelainan tersendiri. Ini adalah gejala dari banyak kondisi yang menyebabkan kerusakan saluran pernapasan. Jika disebabkan oleh bronkitis, pasien juga bisa mengalami kelelahan, ketidaknyamanan dada, dan demam. Gejala lainnya meliputi produksi lendir dan sesak napas.

Siapa yang Perlu Ditemui dan Pengobatan yang Tersedia

Pengobatan hemoptisis tergantung pada tingkat keparahan dan penyebab kondisi. Jika disebabkan oleh bronkitis akut, pengobatan seringkali tidak diperlukan. Kondisi ini sering membaik dengan sendirinya antara satu dan dua minggu. Namun, pasien disarankan untuk berkonsultasi ke dokter jika kondisinya semakin parah atau tidak membaik dalam jangka waktu tersebut.

Untuk menentukan apa yang menyebabkan pasien batuk darah, berikut tes dan prosedur yang digunakan:

  • Tes standar - Ini termasuk pemeriksaan fisik dan peninjauan riwayat medis pasien. Ini juga termasuk tes darah dan urine serta profil kimia darah.

  • Tes pencitraan - Dokter mendapatkan gambar paru-paru menggunakan rontgen dada dan CT scan. Gambaran yang dihasilkan oleh tes ini dapat menunjukkan apakah ada bagian saluran pernapasan yang meradang atau berdarah.

  • Bronkoskopi - Ini adalah tes standar yang digunakan untuk menentukan penyebab gejala seperti infeksi dan batuk terus-menerus. Hal ini juga digunakan untuk mengkonfirmasi kelainan yang terdeteksi oleh tes standar dan pencitraan. Jika dibutuhkan, bisa juga digunakan untuk mendapatkan sampel jaringan paru atau lendir untuk studi lebih lanjut. Ada dua jenis bronchoscopy, fleksibel dan kaku. Pasien yang batuk darah perlu menjalani bronkoskopi kaku. Prosedur dilakukan dengan bius total.

Tujuan pengobatan adalah menghentikan perdarahan dan mengobati kondisi yang mendasarinya. Pasien mungkin diberi antibiotik atau steroid jika kondisi disebabkan oleh infeksi atau gangguan autoimun. Pasien dengan tumor mungkin perlu menjalani operasi untuk mencegah pertumbuhan abnormal. Mereka mungkin juga memiliki pilihan untuk menjalani kemoterapi atau terapi radiasi.

Pilihan pengobatan juga termasuk penggunaan obat yang menyempitkan pembuluh darah untuk memperlambat atau menghalangi aliran darah. Dokter juga bisa memblokir arteri mengalami perdarahan dengan menggunakan gulungan logam. Prosedur ini melibatkan penyisipan kateter ke arteri yang memasok darah ke paru-paru. Sesampai di sana, pewarna kontras disuntikkan melalui kateter. Pasien kemudian menjalani x-ray. Gambar akan menunjukkan arteri mana yang sedang mengalami perdarahan.

Pada kasus yang paling parah, dokter mungkin menyarankan pengangkatan paru-paru yang terkena. Orang bisa bertahan dengan satu paru. Setelah operasi untuk menghilangkan paru-paru yang sakit, paru-paru yang tersisa akan mengembang dan mengambil beberapa ruang ekstra. Setelah pulih dari operasi, pasien dapat mengembalikan setidaknya 70% fungsi pernapasannya. Namun, mereka disarankan untuk tidak melakukan aktivitas berat tertentu.

Rujukan:

  • Ferri FF. Hemoptysis. In: Ferri’s Clinical Advisor 2015: 5 Books in 1. Philadelphia, Pa.: Mosby Elsevier; 2015:543. https://www.clinicalkey.com.

  • Uppsala Academic Hospital > Guidelines for treatment of acute lung diseases. August 2004. Authors: Christer Hanson, Carl-Axel Karlsson, Mary Kämpe, Kristina Lamberg, Eva Lindberg, Lavinia Machado Boman, Gunnemar Stålenheim

Bagikan informasi ini: