Apa itu Hepatitis C?

Hepatitis C adalah penyakit menular yang menyebabkan reaksi peradangan pada hati. Hepatitis C merupakan salah satu dari agen penyebab infeksi hati, selain hepatitis A dan hepatitis B. Hepatitis C dapat bersifat akut (tiba-tiba) atau kronis (berkepanjangan). Pada umumnya, infeksi dimulai dari tahap akut dan berkembang menjadi kronis. Hepatitis C kronis kemungkinan besar akan diderita pasien seumur hidupnya dan dapat menyebabkan sirosis (pengerasan) hati atau kanker. Penyebab cangkok (transplantasi) hati terbanyak adalah virus Hepatitis C.

Hepatitis C sering diiringi dengan sedikit gejala sehingga kebanyakan orang tidak sadar ketika terinfeksi virus tersebut. Tidak seperti virus hepatitis A dan B yang telah memiliki vaksin, belum ada vaksin untuk hepatitis C. Hal ini yang menyebabkan kebanyakan orang baru mengetahui bahwa mereka telah terinfeksi ketika dewasa.

Hepatitis C adalah penyakit yang sangat serius. Statistik menunjukkan bahwa 75-85% kasus infeksi virus hepatitis C akan menjadi hepatitis kronis, dan 70% kasus akan menyebabkan penyakit hati. Dari 100 pasien dengan penyakit ini, 1-2 % meninggal akibat sirosis atau kanker hati.

Penyebab Hepatitis C

Hepatitis C disebabkan oleh virus hepatitis C, yang dapat berpindah antar manusia dengan beberapa cara, di antaranya adalah:

  • Pemakaian jarum suntik bergantian – dapat berupa obat terlarang atau dalam tindakan medis resmi
  • Hubungan seksual – terutama bagi mereka yang menderita penyakit menular seksual atau HIV
  • Diturunkan dari ibu hamil ke anaknya
  • Menggunakan barang-barang terinfeksi seperti pisau cukur
  • Membuat tato atau tindik

Hepatitis C hanya dapat ditularkan melalui darah. Seseorang tidak dapat terinfeksi virus ini melalui bersin, batuk, atau penggunaan barang secara bersamaan. Hepatitis C juga tidak dapat berpindah melalui makanan atau minuman. Sampai saat ini, hepatitis C juga belum terbukti dapat berpindah melalui gigitan nyamuk.

Ketika darah yang terinfeksi berada di luar tubuh, mereka hanya dapat bertahan selama 16 jam - 4 hari pada suhu ruangan. Dalam jangka waktu ini, virus masih dapat ditularkan. Ketika membersihkan bekas darah, alat pelindung diri seperti sarung tangan harus dipakai. Darah juga harus diencerkan untuk dibuang dengan air dan cairan pemutih.

Gejala Utama Hepatitis C

Sebagian pasien dengan hepatitis C tidak akan menunjukkan gejala yang berarti. Namun tidak menutup kemungkinan terdapat beberapa gejala ringan hingga parah seperti:

  • Kulit kuning
  • Sakit perut yang parah
  • Muntah
  • Mual
  • Demam

Sebagian besar gejala akan hilang dalam waktu 2-3 bulan setelah terkena penyakit. Ketika gejala tidak muncul, kebanyakan orang tidak menyadari bahwa dirinya terkena virus hepatitis C sampai terjadinya kerusakan hati yang serius, kecuali orang tersebut melakukan tes untuk virus hepatitis C.

Kerusakan hati karena infeksi akan menghasilkan beberapa gejala, misalnya:

  • Menurunnya berat badan
  • Kaki bengkak
  • Pendarahan
  • Lebam
  • Kulit gatal
  • Pengumpulan cairan pada perut
  • Bicara tidak jelas
  • Bercak pembuluh darah menyerupai sarang laba laba

Siapa yang Perlu Ditemui dan Perawatan yang Tersedia

Ketika ada pertanda timbulnya gejala, Anda harus menemui dokter umum terlebih dahulu. Dokter umum dapat merujuk pasien kepada spesialis hati atau spesialis pencernaan. Apabila tidak memiliki gejala-gejala dari hepatitis C, sebaiknya Anda menjalani pemeriksaan darah untuk menemukan keberadaan virus ini. Resiko hepatitis C akan meningkat ketika:

  • Penggunaan obat suntik secara bergantian
  • Melakukan transfusi darah sebelum tahun 1992
  • Menerima pencangkokan organ sebelum tahun 1992
  • Lahir pada tahun1945-1965
  • Mempunyai penyakit hati
  • Mengidap infeksi HIV
  • Melakukan hemodialisis (cuci darah) untuk beberapa kali
  • Tertusuk jarum atau benda tajam yang sebelumnya dipakai oleh penderita hepatitis C
  • Jika Anda pernah dipenjara
  • Ibu terinfeksi virus sebelum melahirkan bayi

Pada pasien yang sedang hamil dan curiga terinfeksi karena beberapa kondisi yang telah disebutkan di atas, pemeriksaan darah perlu dilakukan. Meskipun terdapat beberapa tes pre-natal yang dibutuhkan selama kehamilan, tes hepatitis C tidak termasuk di dalamnya dan harus diminta secara terpisah.

Pemeriksaan untuk hepatitis C melibatkan satu atau lebih prosedur dibawah ini:

  • Pemeriksaan keberadaan HCV
  • Pemeriksaan untuk mengukur jumlah HCV
  • Menentukan faktor genetik dari virus
  • Biopsi hati

Tidak terdapat vaksin untuk virus hepatitis C ini, tetapi hal ini tidak berarti bahwa kondisi ini tidak dapat disembuhkan. Dalam kenyataannya, sebanyak 25% penderita HCV ini dapat sembuh tanpa pengobatan apapun. Namun, tidak ada yang dapat menentukan siapa saja yang dapat sembuh tanpa melakukan pengobatan ini. Dengan begitu, pengobatan tetap penting untuk mengatasi kondisi ini.

Dua tipe obat yang biasa diberikan untuk hepatitis C adalah Sovaldi dan Ledipasvir, dan biasa digabungkan dengan Harvoni. Obat ini mampu menyembuhkan hepatitis C dalam kurun waktu 8-12 minggu. Penyakit ini juga dapat diobati dengan obat berikut:

  • Interferon
  • Ribavirin
  • Soposvuvir
  • Telaprevir
  • Simeprevir

Anda harus memperhatikan beberapa obat yang memiliki efek samping seperti kekurangan sel darah merah (anemia), diare, depresi, mual, kecemasan, kelelahan, atau gejala seperti flu. Ketika gejala-gejala ini muncul saat melakukan pengobatan, segera hubungi dokter secepatnya.

Pada kasus yang parah dimana hati sudah rusak dan tidak dapat diperbaiki, pencangkokan (transplantasi) hati dibutuhkan. Sebagian besar pencangkokan hati berasal dari donor yang telah meninggal, tetapi ada juga orang-orang yang mungkin bersedia untuk menyumbangkan sebagian dari hati mereka. Setelah menerima pencangkokan hati, pasien harus tetap menjalankan pengobatan untuk virus hepatitis C ini, karena tidak menutup kemungkinan hati yang sehat kembali terkena infeksi.

Rujukan:

  • Center for Disease Control and Prevention
  • Webmd
  • Mayo Clinic
Bagikan informasi ini: