Apa itu Hepatospelomegali?

Hepatosplenomegali (HPM) adalah suatu kondisi medis yang memengaruhi hati dan limpa. Limpa sendiri merupakan organ dalam yang berfungsi untuk membantu tubuh melawan serangan infeksi. Sedangkan hati memiliki beberapa fungsi, di antaranya ialah memetabolisme obat-obatan, mendetoksifikasi bahan kimia, dan mengeluarkan cairan empedu.

HPM terjadi ketika kedua organ (hati dan limpa) mengalami pembengkakan atau membesar. Kondisi bisa terjadi dalam tahap ringan, sedang, atau bahkan parah. HPM juga bisa menjadi pertanda dari kondisi medis yang lebih serius, seperti kanker.

HPM ringan dapat diobati dengan intervensi minimal. Sementara, HPM parah membutuhkan perawatan jangka panjang. Perawatan untuk kondisi HPM parah biasanya terlebih dahulu berfokus pada penyelesaian masalah mendasar. Misalnya, jika penyebabnya adalah kanker, pasien akan menerima pengobatan kanker. Bentuk pengobatan ini bisa termasuk operasi, kemoterapi, dan terapi radiasi. Dalam banyak kasus yang terjadi, hepatosplenomegali bisa sembuh ketika penyebabnya telah diobati dengan cukup.

HPM bisa disebabkan oleh berbagai macam masalah medis, sehingga membuat para dokter sulit untuk mendiagnosisnya dengan segera. Beberapa kemungkinan yang dapat menyebabkan HPM ialah infeksi, kelainan darah, serta penyakit metabolik. Selain itu, penyakit hati kronis, lupus eritematosus sistemik, dan sarkoidosis juga diketahui dapat menjadi penyebab dari HPM.

HPM bisa mempengaruhi siapa saja dan dari segala usia. Jadi, HPM mungkin dapat terjadi pada orang dewasa, remaja, bayi, maupun bayi baru lahir. HPM bisa menjadi penyakit yang serius, sehingga penting bagi dokter untuk dapat mendiagnosanya secara akurat dan sesegera mungkin. Jika kondisi ini terdeteksi secara dini dan langsung mendapatkan perawatan, maka semakin baik pula prognosis pasien.

Pengobatan HPM sejak dini dapat mencegah terjadinya komplikasi. Komplikasi paling serius yang mungkin terjadi antara lain gagal hati, perdarahan internal, dan ensefalopati. Semua penyakit tersebut dapat mengancam jiwa seorang pasien.

Penyebab Hepatospelomegali

Beberapa kondisi medis yang mungkin dapat menyebabkan HPM, yaitu:

  • Penyakit hati kronis - Termasuk di dalamnya hepatitis kronis, liver sirosis, dan kanker hati.

  • Leukemia, atau kanker darah

  • Akromegali - Gangguan hormonal yang berkembang saat kelenjar pituitari menghasilkan hormon pertumbuhan terlalu banyak.

  • Sarkoidosis - Peradangan yang memengaruhi organ yang berbeda.

  • Malaria - Penyakit serius yang ditularkan melalui gigitan nyamuk pembawa parasit Plasmodium. Bila seseorang digigit nyamuk ini, maka parasit tersebut akan terlepas ke aliran darah mereka.

  • Wabah septikemik - Infeksi pada darah yang dapat mengancam jiwa dan disebabkan oleh spesies bakteri gram negatif.

  • Penyakit Niemann-Pick - Suatu penyakit yang terjadi karena penumpukan jumlah lipid berbahaya di berbagai organ.

Karena HPM memiliki banyak kemungkinan penyebab, maka dokter perlu beberapa saat untuk mendiagnosis HPM. Namun, mendiagnosis adalah bagian penting dari proses mengatasi HPM. Dokter perlu mencari tahu penyebabnya dengan tepat, karena langkah pertama dalam mengendalikan HPM adalah dengan memberikan perawatan yang sesuai dengan penyebabnya.

Gejala Utama Hepatosplenomegali

Pasien HPM biasanya menampilkan gejala dari penyakit yang mendasarinya. Seringkali pasien mengalami rasa lelah. Selain itu, pasien juga merasakan sakit di dalam maupun di sekitar organ yang terpengaruh penyakit ini.

Gejala yang timbul mungkin bergantung pada tingkat dari keparahan HPM itu sendiri. Pasien dengan kasus HPM yang parah biasanya akan menderita rasa sakit di bagian kanan atas perut. Selain itu, muntah dan mual, serta sakit kuning dan demam, juga merupakan gejala yang umum terjadi.

Pasen HPM juga mungkin akan mengalami pembengkakan perut serta perubahan warna urinedan tinja menjadi lebih gelap.

Siapa yang Perlu Ditemui dan Pengobatan yang Tersedia

Pasien dengan hepatosplenomegali biasanya didiagnosis dan dirawat oleh sekelompok dokter. Hal ini bergantung pada penyebab HPM, sehingga tim medis yang menangani pasien HPM mungkin saja termasuk dokter spesialis gangguan darah dan perawatan kanker.

Selama pemeriksaan HPM, biasanya dokter akan:

  • Mengaji ulang riwayat kesehatan pasien dan keluarganya. Dokter juga akan memerlukan daftar obat yang telah dikonsumsi pasien selama ini.

  • Mendiskusikan gaya hidup pasien - Dokter perlu tahu apakah pasien tersebut merokok atau memiliki riwayat penyalahgunaan obat-obatan atau alkohol.

Ada beberapa pengujian dan prosedur yang dapat digunakan untuk mendiagnosis kondisi HPM, di antaranya:

  • Tes Pencitraan - Tes pencitraan akan dilakukan. Namun, dari beberapa tes pencitraan yang ada, tes dipilih berdasarkan penyebab yang diduga oleh dokter.Tes pencitraan yang dapat dilakukan termasuk magnetic resonance imaging (MRI), pemindaian tomografi (CT), dan ultrasound. Tes pencitraan dapat memberikan hasil berupa gambar yang jelas dari organ dalam. Gambar yang dihasilkan bisa menunjukkan apabila limpa dan hati mengalami peradangan ataupun membesar.

  • Tes fungsi darah dan hati - Dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui apakah ada gangguan ataupun penyakit lain yang menyerang pasien. Termasuk di antaranya seperti penyakit hati kronis, kanker, dan anemia.

Setelah kondisi HPM telah dikonfirmasi dan penyebab pastinya telah teridentifikasi, pengobatan baru bisa dimulai. Beberapa pilihan pengobatan yang dapat dilakukan meliputi:

  • Pengobatan kanker - Jika HPM disebabkan oleh kanker, pasien mungkin perlu menjalani operasi untuk menghilangkan pertumbuhan abnormal yang terjadi di dalam tubuh. Tindakan pengobatan ini juga bisa diikuti dengan kemoterapi atau terapi radiasi. Terapi disini bertujuan untuk membunuh sel kanker yang tersisa agar terhindar dari kemungkinan kambuh kembali.

  • Perubahan gaya hidup sehat - Pasien yang merokok atau memiliki masalah dalam penyalahgunaan obat-obtan atau alkohol disarankan untuk berhenti sesegera mungkin. Selain itu, pasien juga disarankan untuk makan makanan yang sehat dan menjadi individu yang lebih aktif.

  • Transplantasi hati - Pada kasus HPM yang paling parah, pasien mungkin harus memerlukan transplantasi hati. Prosedur transplatasi hati ini bekerja dengan cara pengangkatan hati yang sakit dan menggantinya dengan hati sehat yang didapatkan dari donor.

Bagikan informasi ini: