Apa itu Hernia Rongga Perut?

Hernia rongga perut adalah menonjolnya jaringan atau organ dalam melalui dinding perut yang melemah. Kondisi ini terjadi ketika bagian dinding perut tidak menutup dengan sempurna. Kondisi ini dapat terjadi sebelum di dalam kandungan (kongenital) atau akibat dinding perut melemah (diperoleh) karena kehamilan, trauma, atau kerusakan pasca operasi. Pengobatan yang tepat untuk kondisi ini adalah operasi. Prosedur bedah akan mengembalikan posisi jaringan atau organ dalam dan memperkuat dinding perut yang melemah. Jika tidak diobati, hernia rongga perut dapat berujung pada komplikasi serius, termasuk obstruksi saluran cerna yang mengancam nyawa.

Ada beberapa jenis hernia rongga perut, atau hernia yang terjadi di antara dada dan pinggul. Jenis hernia yang paling umum adalah:

  • Hernia inguinal - Jenis paling umum yang terjadi saat kanal inguinal tidak menutup sebelum melahirkan atau karena otot perut melemah. Otot perut yang melemah membuat jaringan seperti usus, menonjol.

  • Hernia insisi - Hernia yang merupakan bentuk komplikasi dari operasi perut.

  • Hernia epigastrik - Hernia yang terjadi di dalam epigastrium, yaitu bagian dari perut atas di antara pusar dan di bawah tulang dada. Hernia epigastrik umumnya bersifat kongenital. Namun, hernia dapat terbentuk bila otot dinding perut melemah atau jaringan perut tidak dapat tertutup dengan sempurna saat masa perkembangan janin.

  • Hernia umbilikalis - Penonjolan usus atau jaringan lemak di dekat pusar. Kondisi ini terjadi bila lubang dinding perut, yang dilewati oleh tali pusar saat bayi masih di dalam rahim, tidak dapat menutup setelah kelahiran.

Penyebab Hernia Rongga Perut

Beberapa jenis hernia bersifat kongenital atau bawaan lahir. Contohnya, hernia inguinal dan umbilikalis yang terjadi bila lubang yang seharusnya menutup, tidak tertutup ketika bayi lahir. Hernia yang diperoleh biasanya timbul akibat melemahnya beberapa bagian dinding perut. Bagian yang lemah membuat jaringan dan organ dalam bergeser dari posisinya, terutama saat tekanan di dalam perut meningkat, yang dapat disebabkan oleh:

  • Asites, atau penumpukan cairan di dalam rongga perut

  • Batuk kronis dan muntah

  • Komplikasi operasi perut

  • Terus mengenjan saat buang air besar atau kecil

  • Tumor ganas atau jinak di dalam perut

  • Obesitas

  • Dialisis peritoneum

  • Kehamilan

  • Trauma di bagian perut

  • Angkat beban yang terlalu berat

  • Konstipasi kronis

  • Kurang gizi atau merokok

Gejala Utama Hernia Rongga Perut

Seluruh jenis hernia rongga perut memiliki tanda dan gejala yang sama. Di antaranya nyeri dan penonjolan di bagian dinding perut yang melemah. Namun, masing-masing memiliki gejala tersendiri, seperti:

  • Pembengkakan di sekitar testis, sensasi tertarik di bagian paha, dan sensasi terbakar di area penonjolan (hernia inguinal)

  • Demam, infeksi, mengeluarkan cairan berbau, dan obstruksi usus (hernia insisi)

  • Sembeit, nyeri perut berat, dan nyeri di bagian perut (hernia umbilikalis terpuntir)

  • Perubahan warna kulit di area penonjolan, nyeri yang tidak tertahankan di bagian perut atas, dan demam rendah hingga tinggi (hernia epigastrik)

Siapa yang Perlu Ditemui dan Jenis Pengobatan yang Tersedia

Pada awalnya, sebagian besar hernia rongga perut diperiksa melalui pemeriksaan fisik. Dokter atau dokter anak (untuk pasien anak) dapat memeriksa penonjolan hernia. Pemeriksaan ini seringkali dapat memastikan diagnosis hernia. Apabila pasien menunjukkan tanda hernia umbilikalis terpuntir, yang terancam menghentikan pasokan darah ke usus, maka ia perlu menjalani Computed Tomography (CT) scan atau rontgen,. Tujuannya untuk mendapat lebih banyak informasi dan merencakan pengobatan yang sesuai.

Pengobatan yang tepat untuk hernia rongga perut adalah prosedur bedah. Operasi perbaikan hernia adalah prosedur yang paling umum dilakukan di Amerika Serikat. Sebanyak hampir satu juta operasi hernia dilakukan setiap tahunnya.

Operasi untuk memperbaiki hernia rongga perut disebut herniorrhaphy atau hernioplasti. Secara umum, herniorrhaphy merujuk pada prosedur untuk memperbaiki hernia inguinal langsung atau tidak langsung. Namun, prosedur ini juga ditujukan untuk memperbaiki hernia lainnya. Dengan didasarkan pada kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan dan beberapa faktor lain, operasi hernia dilakukan di bawah pengaruh bius lokal, regional, atau total.

Untuk memperbaiki hernia, dokter bedah perlu membuat sayatan langsung ke lokasi hernia. Dahulu, dokter melakukan operasi hernia dengan menarik dan menjahit jaringan di sekitar hernia. Jaringan ini untuk menutup bagian yang terbuka (perbaikan tekanan). Teknik operasi yang telah dikembangkan disebut perbaikan-bebas-tekanan, yang menggunakan potongan mesh untuk menghubungkan lubang atau memperkuat dinding perut yang melemah. Metode ini memperkecil kemungkinan kambuh jika dibandingkan dengan metode sebelumnya.

Hernia rongga perut juga dapat diperbaiki dengan bedah laparoskopi. Tujuan prosedur ini sama dengan bedah terbuka konvensional. Namun, metode ini memanfaatkan beberapa sayatan kecil untuk menyisipkan laparoskop dan peralatan bedah kecil untuk menutup hernia dengan mesh. Laparoskop adalah pipa fleksibel yang dilengkapi dengan kamera dan lampu. Keduanya memudahkan dokter untuk melihat dan melakukan perbaikan, sembari mengamati bagian hernia di layar TV. Perbaikan tertutup atau laparoskopi juga memiliki tingkat kambuh yang rendah. Karena metode ini menggunakan sayatan kecil, pasien tidak akan merasa terlalu nyeri, bekas luka yang minim, dan masa penyembuhan yang lebih cepat. Dengan prosedur ini, pasien dapat pulang ke rumah dalam beberapa hari.

Rujukan:

  • Fitzgibbons, Jr., R.J., and R.A. Forse. “Clinical practice. Groin hernias in adults.” The New England Journal of Medicine 372.8 Feb. 19, 2015: 756–63.

  • Townsend, C.M., R.D. Beauchamp, B.M. Evers, and K.M. Mattox. Sabiston Textbook of Surgery: The Biological Basis of Modern Surgical Practice, 20th Ed. Elsevier, 2016.

  • Simons MP, Aufenacker T, Bay-Nielsen M, et al. (August 2009). “European Hernia Society guidelines on the treatment of inguinal hernia in adult patients”. Hernia. 13

  • Trudie A Goers; Washington University School of Medicine Department of Surgery; Klingensmith, Mary E; Li Ern Chen; Sean C Glasgow (2008). The Washington manual of surgery. Philadelphia: Wolters Kluwer Health/Lippincott Williams & Wilkins. ISBN 0-7817-7447-0.

Bagikan informasi ini: