Apa itu Hidronefrosis?

Hidronefrosis adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan “air di dalam ginjal.” Hal ini terjadi ketika bagian di saluran kemih tersumbat atau menyempit. Akibatnya, urin tidak bisa mengalir keluar dari tubuh dan malah kembali ke ginjal. Ketika urin mulai menumpuk, ginjal akan mulai membesar/membengkak.

Ginjal merupakan salah satu organ terpenting di tubuh. Organ ini memastikan darah seseorang bersih dan terbebas dari racun. Namun, ginjal bisa menyebabkan sejumlah masalah jika membengkak.

Salah satu gejala pertamanya adalah massa yang bisa dirasakan di perut atau daerah panggul. Ini juga menyebabkan infeksi saluran kemih (ISK).

Kondisi seperti itu harus segera diobati sebelum memburuk. Jika pasien tidak segera menemui dokter, mereka berisiko tinggi terhadap:

  • Infeksi ginjal - Infeksi bakteri dapat terjadi saat urin tetap berada di dalam tubuh lebih lama dari seharusnya. Infeksi bisa dimulai di kandung kemih dan kemudian menjalar ke ginjal. Infeksi ginjal adalah penyakit yang tidak mengenakkan. Hal tersebut membuat buang air kecil menjadi sangat menyakitkan.

  • Infeksi darah - Infeksi dari ginjal bisa mengalir ke aliran darah. Ini adalah kondisi yang serius dan harus dianggap sebagai keadaan darurat medis.

  • Gagal ginjal - Pada kasus yang parah, hidronefrosis dapat menyebabkan ginjal gagal berfungsi. Hal ini berarti mereka tidak dapat lagi menyaring darah. Bila ini terjadi, pasien memerlukan dialisis rutin yang menggunakan mesin untuk membersihkan darah. Seiring waktu, mereka akan membutuhkan transplantasi ginjal. Kedua prosedur perawatan tersebut bisa sangat mahal.

Jika diobati sejak dini, secara keseluruhan memiliki tingkat kesembuhan sangat bagus. Dokter akan menguras urin yang telah terbentuk di ginjal dan menghilangkan segala sesuatu yang menghalangi saluran kemih.

Penyebab Hidronefrosis

Hidronefrosis bisa terjadi bila ada penyumbatan di mana saja, sepanjang jalur dari ginjal ke uretra. Obstruksi/penyumbatan ini biasanya disebabkan oleh batu ginjal, bekuan darah, atau jaringan parut. Namun, ada juga penyebab yang kurang umum seperti kehamilan dan pembesaran kelenjar prostat. Dalam beberapa kasus juga ada yang disebabkan oleh cacat lahir, pertumbuhan abnormal, atau luka yang membuat ureter lebih sempit.

Gejala Utama Hidronefrosis

Gejala pertama dari hidronefrosis adalah infeksi saluran kemih (ISK). Seseorang dengan ISK menderita rasa sakit seperti terbakar setiap kali mereka buang air kecil. Infeksi ini bisa berujung pada demam. Penderita juga akan menderita sakit punggung yang parah. Jika tidak diobati, gejala bisa memburuk dengan cepat. Gangguan tersebut bisa meningkatkan risiko infeksi ginjal serta keracunan darah. Hal ini juga bisa menyebabkan gagal ginjal.

Tingkat keparahan gejala tergantung pada banyak faktor. Ini termasuk apakah kelainan itu akut atau kronis. Hal ini juga tergantung pada apakah penyumbatan hanya parsial atau lengkap dan apakah hanya satu atau kedua ginjal yang terpengaruh.

Siapa yang Perlu Ditemui dan Jenis Pengobatan yang Tersedia

Penderita dengan gejala hidronefrosis harus segera berkonsultasi dengan spesialis ginjal. Semakin dini kondisi terdeteksi, semakin baik hasil pengobatan. Hal ini juga bisa mencegah kerusakan permanen pada ginjal.

Selama penilaian, dokter akan menanyakan pasien tentang gejala yang dirasakan. Kemudian, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik. Jika cenderung dokter mencurigai adanya hidronefrosis pada pasien menunjukkan gejala ginjal bengkak dan ISK. Setelah itu, tes pencitraan digunakan untuk mengonfirmasi diagnosis. Tes ini memberikan gambaran yang jelas tentang organ dan dapat menunjukkan lokasi penyumbatan dengan tepat.

Dokter merawat kondisi hidronefrosis dengan:

  • Mengeluarkan urin yang telah menumpuk di ginjal - Hal ini dilakukan dengan menggunakan kateter. Prosedur ini menyebabkan ginjal kembali ke ukuran normalnya. Hal ini juga mengurangi risiko infeksi. Kateter juga bisa digunakan untuk menghilangkan batu ginjal kecil serta bekuan darah yang mungkin menyumbat saluran kemih.

  • Pembedahan - Pembedahan disarankan jika batu ginjal terlalu besar dan tidak bisa dilepas dengan kateter. Hal ini bisa dilakukan tanpa membuat sayatan besar di perut. Sebagai gantinya, ahli bedah akan menggunakan potongan kecil tapi beberapa (sekitar empat sampai lima). Sebuah kamera kecil dan alat khusus kemudian dimasukkan ke dalam sayatan sehingga ahli bedah bisa mengeluarkan bekuan darah atau batu ginjal. Metode ini mengurangi banyak risiko operasi terbuka dan masa pemulihan yang cepat.

Rujukan:

  • Toka HR, Toka O, Hariri A, Nguyen HT (July 2010). “Congenital anomalies of kidney and urinary tract”. Semin. Nephrol. 30 (4): 374–86.

  • Carmody, JB; Carmody, RB (December 2011). “Question from the clinician: management of prenatal hydronephrosis”. Pediatr Rev. 32 (12): e110–2.

  • Kay, Robert, M.D. “Evaluation of Hydronephrosis in Children” in Urology Secrets, 2nd Ed. by Resnick&Novick; 1999, Hanley &Belfus

Bagikan informasi ini: