Apa itu Hipertrigliseridemia?

Trigliserida adalah jenis lemak atau lipid yang memberi energi pada tubuh. Trigliserida dihasilkan di dalam hati dan bisa didapatkan dari makanan tertentu. Misalnya, daging hewan, kacang-kacangan, dan alpukat.

Hipertrigliseridemia terjadi ketika terlalu banyak trigliserida disimpan dan tidak digunakan dalam waktu panjang. Hal ini dapat terjadi ketika seseorang rutin mengonsumsi makanan kaya lemak, namun jumlah kalori yang dibakar tidak seimbang. Kondisi ini dapat menyebabkan beberapa gangguan medis. Hipertrigliseridemia meningkatkan risiko penyakit jantung dan pankreatitis (peradangan pankreas).

Penyebab Hipertrigliseridemia

Kondisi ini dapat terjadi karena beberapa alasan. Seorang anak bisa mendapatkan kondisi ini dari orang tuanya. Penderita hipertrigliseridemia memiliki kemungkinan 50% menurunkan kondisi ini kepada anaknya. Penyebab lainnya meliputi:

  • Resistensi insulin. Insulin adalah hormon yang dihasilkan oleh pankreas. Hormon ini mengantarkan glukosa ke sel-sel tubuh. Jika sel tubuh tidak dapat menggunakan insulin dengan baik, kadar glukosa darah meningkat. Akibatnya, insulin tidak dapat mengubah lemak menjadi energi.

  • Pola makan kaya karbohidrat - Jenis pola makan ini cenderung meningkatkan risiko resistensi insulin. Karbohidrat mengandung banyak gula. Biasanya, tubuh tidak dapat langsung menggunakan seluruh gula tersebut. Akibatnya, banyak gula yang diubah dan disimpan sebagai lemak. Semakin banyak karbohidrat yang dikonsumsi, kecenderungan hati menghasilkan lemak juga meningkat.

  • Tidak beraktivitas - Jika kita tidak melakukan aktivitas berat, maka lemak yang tersimpan dalam tubuh tidak digunakan. Maka dari itu, dokter sering menganjurkan olahraga rutin dan aktivitas yang membutuhkan banyak bergerak.

  • Lemak perut yang dalam - Penumpukan lemak dapat terjadi di berbagai bagian tubuh. Dalam beberapa kasus, penumpukan lemak tidak melebihi lapisan pertama kulit. Namun, lemak juga dapat menumpuk di antara organ vital, seperti pankreas dan hati. Jenis lemak seperti ini dapat menyebabkan masalah kesehatan serius.

  • Alkohol - Alkohol dapat sangat membahayakan tubuh karena mengandung kadar gula dan kalori yang tinggi.

Kemungkinan penyebab dan faktor risiko lain adalah:

  • Pola makan kaya lemak - Kondisi ini lebih umum ditemukan di negara dengan penduduk yang rutin memakan makanan berlemak, seperti daging dan makanan cepat saji. Misalnya, bacon, hamburger, dan kentang goreng.

  • Merokok - Banyak orang tahu bahwa merokok dapat merusak jaringan paru-paru. Namun, hanya sedikit yang menyadari bahwa jumlah kematian akibat penyakit jantung dari merokok lebih tinggi dibandingkan penyakit paru-paru. Hal ini karena merokok mengubah konsentrasi lemak darah.

  • Penyakit ginjal - Abnormalitas lemak sangat umum pada penderita penyakit ginjal kronis.

  • Hipotiroidisme - Tiroid yang kurang aktif dapat meningkatkan risiko hipertrigliseridimia.

Gejala Utama Hipertrigliseridemia

Pada tahap awal, hipertrigliseridemia tidak menunjukkan gejala. Hal ini yang menyebabkan kondisi ini sering tidak terdeteksi. Kebanyakan pasien didiagnosis ketika pankreas mereka sudah bengkak. Pembengkakan pankreas akan menyebabkan demam, mual, dan muntah. Pasien juga biasanya mengalami nyeri perut. Beberapa pasien kehilangan nafsu makan dan berat badan mereka turun.

Gejala lain adalah:

  • Xanthoma - Ini adalah pertumbuhan lemak yang terbentuk di bawah kulit. Biasanya ditemukan di dada, lengan, dan bokong. Xanthoma juga dapat ditemukan di tangan, kaki, dan siku.

  • Hilang ingatan dan demensia - Dua gejala ini muncul pada kasus yang sangat parah.

  • Arkus kornea - Ini adalah lengkungan abu-abu atau putih yang terbentuk di sekitar bagian luar kornea.

Siapa yang Perlu Ditemui dan Jenis Pengobatan yang Tersedia

Diagnosis dini sangat penting untuk mencegah komplikasi serius. Dokter menggunakan uji darah sederhana, bernama pemeriksaan profil lipid untuk mendapatkan diagnosis. Pemeriksaan ini cepat dan sangat akurat.

Kondisi ini ditangani dengan mengurangi kadar trigliserida dalam darah. Dalam beberapa kasus, hal ini dapat dilakukan tanpa obat-obatan. Dokter kerap menyarankan pasien untuk:

  • Memilih “lemak baik” daripada “lemak jahat” - Tubuh membutuhkan lemak untuk energi. Makanan yang kaya lemak baik adalah buah (misalnya alpukat), keju, telur, dan ikan berminyak. Pasien juga disarankan menambahkan sayuran dan gandum utuh, yang lebih kaya serat.

  • Menghindari atau berhenti minum alkohol.

  • Berhenti merokok secepat mungkin.

  • Lebih banyak beraktivitas untuk membakar kalori. Dokter menganjurkan olahraga selama minimal 30 menit setiap hari. Berjalan cepat dan kegiatan rumah tangga dapat membantu. Semakin aktif seseorang, risiko penyakit semakin berkurang.

  • Menurunkan berat badan. Kelebihan berat badan atau obesitas menyebabkan seseorang lebih berisiko terserang berbagai masalah kesehatan.

Dokter juga dapat memberikan obat-obatan. Obat yang paling umum digunakan adalah statin, yang berfungsi menurunkan kadar trigliserida. Statin juga dapat sedikit meningkatkan kadar “kolesterol baik”.

Rujukan:

  • Mahley RW, Rall SC Jr. Type III hyperlipoproteinemia (dysbetalipoproteinemia): the role of apolipoprotein E in normal and abnormal metabolism. Scriver CR, Beaudet AR, Sly WS, Valle D, eds. The Metabolic and Molecular Bases of Inherited Disease. 8th ed. New York: McGraw-Hill; 2001. 2835-62.

  • Miller M, Stone NJ, Ballantyne C, Bittner V, Criqui MH, Ginsberg HN, et al. Triglycerides and cardiovascular disease: a scientific statement from the American Heart Association. Circulation. 2011 May 24. 123(20):2292-333.

Bagikan informasi ini: