Apa itu Kinesologi Terapan?

Kinesologi terapan (AK) merupakan metode untuk mendiagnosa dan mengobati berbagai penyakit fungsional dengan mengamati otot tubuh dan mencari lokasi ditemukannya kelemahan otot. AK menggunakan beberapa pendekatan ketika dilakukan pada pemeriksaan fungsional, seperti pemeriksaan manual otot, postur tubuh, analisis gaya berjalan, rentang gerak, analisis gerak, evaluasi neurologis fungsional, dan palpitasi stasis.

Praktisi AK sering menggabungkan hasil metode pemeriksaan fungsional AK dengan metode diagnostik medis standar, seperti pemeriksaan fisik, riwayat klinis, tes instrumentasi, dan pemeriksaan laboratorium untuk menemukan masalahnya dan merekomendasikan pilihan pengobatan terbaik.

Diyakini bahwa penelitian kinesologi terapan dimulai pada tahun 1964 ketika George G. Goodheart Jr, seorang siropraktor yang terhormat, meneliti hubungan antara anomali patologis dan kelemahan otot. Saat ini, International College of Applied Kinesiology (ICAK) melanjutkan pengembangan dan menyebarkan konsep dan metode yang diterapkan kinesologi. ICAK didirakan pada tahun 1975 dan berbasis di Kansas City, Amerika Serikat.

Konsep dasar AK adalah ketika organ mengalami kerusakan, lalu kerusakan tersebut secara langsung mempengaruhi gabungan otot tertentu dan melemahkannya. Hubungan ini disebut sebagai “hubungan visceralsomatic.” Oleh karena itu, dengan mengidentifikasi kelemahan otot melalui pemeriksaan fungsional, seperti pemeriksaan otot manual dan pemeriksaan AK standar lainnya, dan menggabungkannya dengan hasil metode diagnostik medis standar, organ yang gagal dapat diidentifikasi dan diobati.

AK menggunakan berbagai metode pengobatan, seperti gizi klinis, terapi tengkorak miofasial dan meridian, dan konsultasi diet.

Meskipun AK umumnya dilakukan oleh ahli tulang, metode ini perlahan-lahan mulai terkenal di antara praktisi lainnya, seperti ahli gizi, dokter gigi, dokter umum, dan terapis pijat dan fisik. Namun, penting untuk diberitahukan bahwa komunitas medis mainstream ini belum memiliki metodenya karena kurangnya penelitian ilmiah dan buktinya.

Siapa yang Harus Mengunjungi Siropraktor

Siropraktor adalah perawat kesehatan ahli yang menspesialisasikan bidangnya dalam mendiagnosis dan mengobati gangguan neuromuskuler, dan gangguan yang sering terjadi ialah nyeri punggung. Tidak seperti praktisi kesehatan lainnya, ahli tulang berpusat pada metode pengobatan non bedah atau operasi. Bentuk pengobatan mereka melibatkan manipulasi tulang belakang secara manual untuk membuat tubuh dapat sembuh dengan sendirinya. Melalui manipulasi tulang manual, siropraktor dapat mengembalikan gerak dan mengurangi nyeri otot.

Siropraktor yang berlatih kinesologi terapan tidak hanya melakukan manipulasi tulang belakang manual tapi juga mampu mendiagnosis berbagai gagal organ.

Salah satu alasan mengapa AK menjadi terkenal selama bertahun-tahun adalah metode pengobatannya tidak menggunakan obat-obatan dan operasi. Metode AK memiliki daya tarik tersendiri bagi pasien yang percaya pada bentuk pengobatan alternatif.

Sayangnya, sejak praktik ini menjadi terkenal, banyak orang tidak bertanggungjawab yang mengklaim memiliki pengetahuan kinesologi terapan. Ketika mencari pengobatan AK, pastikan Anda mendapatkan perawatan dari ahli kesehatan yang memenuhi syarat, seperti ahli tulang yang perlu menyelesaikan program pascasarjana untuk mendapatkan sertifikat.

Sesi AK biasa dengan siropraktor biasanya dimulai dengan diskusi mengenai gaya hidup, kesehatan, dan masalah Anda. Selama diskusi ini, siropraktor akan mengamati gerakan Anda, seperti postur tubuh dan gaya berjalan untuk mencari tanda-tanda kelemahan otot.

Kemudian, Anda akan menjalani pemeriksaan otot manual, setelah siropraktor melakukan tindakan diagnostik medis standar seperti pemeriksaan fisik laboratorium.

Pemeriksaan otot memiliki dua komponen utama: Lokalisasi dan Tantangan. Selama pemeriksaan lokalisasi, siropraktor akan mengidentifikasi sensitivitas makanan dan bahan kimia serta kekurangan gizi. Pemeriksaan ini melibatkan pengambilan bahan kimia atau makanan yang Anda percayai sebagai sumber alergi dan menempatkannya pada lidah Anda selama 10-15 detik. Selama pemeriksaan ini, siropraktor akan mencari kelemahan otot.

Ketika melakukan pemeriksaan Tantangan, siropraktor akan meminta Anda untuk mengingat peristiwa tertentu di masa lalu Anda sambil mengamati kekuatan otot Anda.

Sesi AK biasanya berlangsung selama 1 jam. Sesi pertama akan dilakukan untuk diskusi dan pemeriksaan, sementara sesi selanjutnya untuk pengobatan.

Penting untuk dipahami bahwa AK tidak hanya dilakukan untuk pengobatan gangguan kesehatan tertentu, tetapi juga untuk pencegahannya. Dengan mengidentifikasi penyakit tertentu sementara penyakit masih dalam tahap awal atau mengidentifikasi potensi kondisi, praktisi AK dapat mengobati kondisi dan mencegahnya kambuh atau memburuk.

Rujukan:

  • Whole Health Chicago, the Center for Integrative Medicine
  • International College of Applied Kinesiology
Bagikan informasi ini: