Apa itu Keguguran Tidak Lengkap?

Keguguran terjadi saat kehamilan berakhir dengan sendirinya sebelum mencapai minggu ke 20 atau sebelum janin bernyawa. Keguguran adalah hal umum, ini terjadi pada 25% kehamilan yang diketahui. Ada juga kasus, di mana keguguran terjadi, namun si wanita tidak menyadari bahwa ia hamil. Sehingga, keguguran hanya dianggap sebagai menstruasi normal.

Dalam kebanyakan kasus, saat keguguran terjadi, tubuh si wanita dapat mengeluarkan sisa kehamilan dengan sendirinya. Namun, dalam kasus keguguran tidak lengkap, sisa kehamilan masih berada dalam rahim dan menyebabkan perdarahan parah serta kram yang menyakitkan. Jika sisa kehamilan tidak keluar selama periode tunggu, dokter akan menresepkan obat atau melakukan bedah untuk mengosongkan uterus.

Keguguran di bagi menjadi dua, berdasarkan waktu:

  • Keguguran dini - Terjadi pada minggu ke-13 masa kehamilan dan biasanya disebabkan oleh abnormalitas gen atau masalah kromosom yang muncul saat embrio berkembang. Risiko gen yang cacat meningkat saat wanita berusia lebih dari 35 tahun.

  • Keguguran akhir - Terjadi pada mingg ke-13 – 24 masa kehamilan dan biasanya terkait dengan kondisi medis tertentu yang memengaruhi si ibu, termasuk infeksi, penyakit, dan abnormalitas pada sistem reproduktif.

Hilangnya kehamilan setelah minggu ke-24 dikenal dengan istilah kelahiran mati.

Gejala Utama Keguguran Tidak Lengkap

Gejala keguguran yang paling umum adalah perdarahan atau munculnya flek darah, timbulnya bahan seperti gumpalan dan mukosa putih atau merah muda melalui vagina, dan kram.

  • Perdarahan atau flek - Setelah keguguran, rahim akan berkontraksi dalam upaya untuk mengeluarkan sisa kehamilan. Dalam prosesnya material seperti gumpalan besar dapat keluar melalui vagina. Dalam beberapa kasus, keguguran selesai melalui proses ini tanpa komplikasi. Jadi, beberapa wanita bahkan tidak sadar bahwa mereka telah mengalami keguguran.

  • Kram - Saat rahim berusaha mengosongkan isinya, pasien biasanya mengalami kram dan nyeri di perut bagian bawah, yang dapat menyebar ke bokong dan vagina.

Beberapa wanita juga melaporkan kelemahan atau pusing, mual, muntah, demam, dan gejala menyerupai penyakit kandung kemih.

Penyebab Keguguran Tidak Lengkap

Keguguran bisa terjadi karena hal berikut:

  • Infeksi akut, seperti rubella dan mycoplasma

  • Diabetes yang tidak terkontrol

  • Masalah serviks dan rahim

  • Penyakit tiroid

  • Tekanan darah tinggi yang parah

  • Penyakit ginjal

  • Lupus dan penyakit autoimun lainnya

  • Fibroid

  • Otot lemah di rahim

Berlawanan dengan kepercayaan populer, latihan intensitas tinggi, hubungan seksual, dan bekerja saat hamil tidak menyebabkan keguguran.

Risiko keguguran dapat meningkatkan dengan faktor-faktor berikut:

  • Usia lanjut - Pada usia 35, risiko keguguran seorang wanita adalah 20%. Ini meningkat menjadi 80% pada usia 40 tahun.

  • Faktor gaya hidup, seperti konsumsi alkohol berlebihan dan merokok

  • Terlalu gemuk atau kurus

  • Trauma ke perut

  • Paparan obat atau bahan kimia tertentu

  • Riwayat kehamilan ektopik

Diagnosis dan Penanganan untuk Kehamilan Tidak Lengkap

Wanita pada berusia subur dan mengalami gejala yang disebutkan di atas biasanya diberi tes kehamilan untuk mengukur kadar hCG mereka. hCG atau Human chorionic gonadotropin adalah sejenis hormon yang diproduksi oleh plasenta setelah kandung kehamilan muncul. Tes darah juga akan dilakukan untuk memeriksa anemia dan golongan darah pasien. Hasil tes ini bisa membantu dokter mengonfirmasikan jika pasien hamil dan apakah kehamilannya normal atau tidak normal. USG juga dilakukan untuk mencari tahu apakah kehamilan berkembang di dalam dan di luar rahim (kehamilan ektopik).

Diagnosis yang mungkin dihasilkan, antara lain:

  • Terancam keguguran - Ini berarti ada pendarahan vagina dan sakit perut tapi kehamilan masih berlanjut. Banyak wanita diagnosis dengan kondisi ini tapi berhasil melakukan kelahiran sehat.

  • Keguguran yang tak terelakkan - Sesuai dengan namanya, keguguran diperkirakan akan terjadi. Pasien menunjukkan gejala kehilangan kehamilan, termasuk perdarahan, kram, pelebaran serviks, dan sakit perut tapi materi janin dan jaringan masih utuh di rahim.

  • Keguguran yang tidak lengkap - Kehamilan hilang tapi beberapa sisa janin atau plasenta tidak terlepas dari rahim.

  • Keguguran spontan - Embrio telah meninggal atau gagal terbentuk namun jaringan embrio dan plasenta tetap berada di rahim.

  • Keguguran lengkap - Tubuh telah berhasil mengeluarkan seluruh jaringan embrio dan plasenta.

Jika terjadi keguguran tidak lengkap, pasien memiliki tiga pilihan pengobatan. Apabila tidak ada tanda-tanda infeksi, dokter mungkin menyarankan agar waspada menunggu agar keguguran berlangsung secara alami. Seringkali, tubuh membutuhkan waktu hingga empat minggu untuk mengeluarkan semua jaringan embrio dan plasenta. Bagi beberapa pasien, menunggu waktu yang lama sangat sulit secara emosional sehingga mereka memilih untuk menjalani terapi medis atau bedah.

  • Konsumsi obat - Pilihan ideal untuk pasien yang tidak ingin menjalani prosedur operasi atau tidak mau menunggu hingga empat minggu agar kegugurannya selesai. Obat-obatan, misoprostol, digunakan untuk melembutkan leher rahim dan memicu kontraksi uterus. Sekitar 90% wanita mampu mengeluarkan semua jaringan kehamilan dan plasenta 24 jam setelah minum obat.

  • Perawatan bedah - Pasien yang memiliki infeksi aktif selama perawatan sering menjalani prosedur operasi yang disebut dilatasi dan kuretase (D & C). Untuk prosedur ini, dokter akan membersihkan lapisan rahim menggunakan alat bedah (curette) atau vakum baik dengan bius lokal maupun total.

Pemulihan perawatan keguguran tidak lengkap biasanya cepat dan lancar. Banyak wanita mampu menangani keguguran secara fisik dengan baik dan hanya butuh beberapa jam sampai beberapa hari untuk mencapai pemulihan total. Banyak dari mereka menstruasi dengan normal mereka setelah empat sampai enam minggu pasca perawatan.

Rujukan:

  • Ectopic pregnancy and miscarriage. National Institute for Health and Care Excellence (NICE). https://www.clinicalkey.com/#!/content/nice_guidelines/65-s2.0-QS69.

  • What is recurrent pregnancy loss (RPL)? American Society for Reproductive Medicine. https://www.asrm.org/uploadedFiles/ASRM_Content/Resources/Patient_Resources/Fact_Sheets_and_Info_Booklets/recurrent_preg_loss.pdf.

  • Risk factors for miscarriage from a prevention perspective: A nationwide follow-up study. BJOG: An international journal of obstetrics and gynaecology. 2014;121:1375. https://www.clinicalkey.com/#!/content/medline/2-s2.0-24548778.

Bagikan informasi ini: