Apa itu Pielonefritis?

Pielonefritis adalah jenis infeksi saluran kemih atau ISK, yang menyerang ginjal. Saluran kemih terdiri dari kandung kemih, uretra, ginjal, dan ureter. Kebanyakan infeksi saluran kemih dimulai dari uretra, yaitu saluran paling akhir saat urin dikeluarkan dari tubuh. Apabila tidak segera diobati, infeksi akan menyebar ke kandung kemih yang disebut cystitis (radang kandung kemih) – salah satu jenis umum ISK.

Apabila bertambah parah, infeksi akan menyerang ureter dan ginjal, yang berperan penting dalam sistem ginjal. Ginjal menyaring zat sisa dari sekitar 200 liter darah setiap hari, dan zat sisa tersebut dikeluarkan dari tubuh melalui kandung kemih sebagai urin.

Walaupun lebih jarang terjadi dibandingkan dengan cytitis, pielonefritis adalah kondisi yang sangat serius. Bila tidak ditangani tepat waktu, dapat menyebabkan kerusakan ginjal, yang akhirnya mengakibatkan gagal ginjal. Ketika ini terjadi, pasien akan membutuhkan cuci darah dan kemudian transplantasi ginjal.

Pielonefritis juga dapat menyebabkan sepsis. Walaupun jarang terjadi, sepsis sangat serius karena infeksi tidak hanya ada pada satu daerah saja, tetapi dapat menjalar ke seluruh tubuh melalui aliran darah.

Penyebab Pielonefritis

Pielonefritis dapat disebabkan oleh berbagai jenis virus dan bakteri, tetapi yang paling umum adalah Escherichia coli. Bakteri jenis ini biasanya berasal dari kandung kemih dan naik ke ginjal melalui aliran darah.

Bakteri ini dapat menjangkiti siapa pun, akan tetapi lebih umum menyerang orang yang telah terkena infeksi kandung kemih atau orang dengan kelainan struktur/anatomi pada saluran kemih. Jenis kelainan ini akan menyebabkan urin tidak dapat mengalir dengan normal.

Aliran urin yang normal dapat terganggu oleh batu ginjal, kelenjar prostat yang membesar, atau cacat mekanisme katup yang mencegah urin kembali ke ginjal – sebuah kondisi yang disebut refluks vesikoureteral.

Wanita mengandung yang memiliki penyakit diabetes dan sistem kekebalan tubuh yang lemah juga berisiko terkena pielonefritis.

Gejala Utama Pielonefritis

  • Kedinginan
  • Demam
  • Muntah dan mual
  • Sering dan terasa sakit saat buang air kecil
  • Nyeri pada bagian belakang dan pangkal paha

Siapa yang Perlu Ditemui & Jenis Pengobatan yang Tersedia

Pasien yang mengalami gejala di atas dapat berkonsultasi dengan dokter umum atau dokter pribadi mereka. Kondisi pasien akan didiagnosisa melalui urinalisis (pemeriksaan urin), USG, CT-scan, dan sistouretogram berkemih – suatu jenis rontgen.

Antibiotik adalah pengobatan pertama untuk kondisi ini dan biasanya sangat efektif. Gejalanya akan berkurang dalam beberapa hari. Sementara itu, pada kasus parah pasien harus dirawat rumah sakit, di mana antibiotik akan diberikan melalui infus. Lamanya menginap di rumah sakit akan ditentukan oleh tingkat keparahan kondisi dan respon pasien terhadap pengobatan.

Karena infeksi dapat disebabkan oleh kelainan struktur, mengobatinya dengan antibiotik hanya akan menjadi pengobatan sementara. Infeksi akan kembali terjaditerus muncul selama masalah stukturnya belum diperbaiki. Operasi akan diperlukan untuk menangani masalah seperti batu ginjal, untuk mengurangi risiko kambuh.



Rujukan:

  • National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases
  • Urology Care Foundation of the American Urology Association
Bagikan informasi ini: