Apa itu Infeksi Kaki?

Infeksi kaki adalah kondisi yang menyakitkan di mana sebagian atau seluruh kaki terinfeksi, yang seringnya terjadi karena cedera atau luka terbuka. Kondisi ini dapat disebabkan oleh bakteri, jamur, atau virus dari lingkungan, dan dapat muncul dalam berbagai jenis tergantung pada bagian kaki mana yang terinfeksi. Kondisi infeksi ini yang ditandai dengan gejala seperti nyeri, radang, dan nanah, membutuhkan terapi yang tepat untuk mencegah infeksi menyebar dan menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang atau serius.

Penyebab Infeksi Kaki

Seperti disebutkan sebelumnya, infeksi kaki dapat disebabkan oleh virus, bakteri, atau jamur. Cedera atau luka terbuka yang ada membuat kaki pasien rentan terhadap bakteri dan virus yang berbeda yang mungkin masuk ke dalam tubuh melalui luka pada kulit. Kaki sangat mudah terinfeksi oleh bakteri dan virus dari lantai bahkan luka kecil dapat dengan mudah terinfeksi.

Namun, infeksi jamur cenderung terjadi secara berbeda dan tidak membutuhkan luka terbuka untuk berkembang. Infeksi jamur kebanyakan disebabkan oleh kontak kulit langsung dengan permukaan yang terkontaminasi jamur yang ditemukan di tempat umum atau pemukiman padat. Infeksi ini juga menular dan dapat dengan mudah menyebar melalui kontak kulit atau melalui lantai atau benda yang terkontaminasi. Infeksi jamur juga dapat dengan mudah menyebar dari kaki ke bagian tubuh yang lain.

Infeksi kaki juga dapat diidentifikasi tergantung pada bagian kaki mana yang terinfeksi. Jenis-jenis infeksi yang berbeda, yang dapat diklasifikasikan secara umum sebagai infeksi jaringan atau tulang lunak, termasuk:

  • Selulitis – Infeksi bakteri pada kulit
  • Penyakit kaki atlet – Infeksi jamur kulit
  • Abses – Akumulasi nanah dalam jaringan kaki yang lebih dalam
  • Artritis septik – Infeksi sendi
  • Bursitis septik – Infeksi dari bursa
  • Osteomielitis – Infeksi tulang
  • Infeksi kuku

Penyebab Infeksi Kaki

Ada beberapa faktor-faktor risiko tertentu yang dapat meningkatkan kemungkinan kaki seseorang dapat terinfeksi, termasuk:

  • Penyakit penyebab – Orang yang menderita kondisi yang mendasari seperti diabetes dan infeksi kaki yang lebih parah
  • Cedera yang ada
  • Paparan pada daerah yang terkontaminasi – Ini merupakan faktor risiko umum untuk orang yang menghabiskan banyak waktunya di tempat hangat, tempat umum lembab, seperti ruang ganti dan kolam renang

Gejala Utama Infeksi Kaki

  • Pengerasan kulit kekuningan
  • Nyeri
  • Pembengkakan
  • Kemerahan atau garis-garis merah di sekitar daerah infeksi
  • Rasa panas
  • Sakit
  • Demam
  • Bisul
  • Melepuh
  • Sakit kulit atau ulkus
  • Gatal
  • Kerak
    Terkadang, kaki juga dapat meradang bahkan tanpa adanya infeksi. Beberapa orang mengira kondisi tersebut peradangan, seperti artritis atau tendinitis, sebagai infeksi. Penting untuk membedakan antara infeksi dan peradangan karena membutuhkan jenis pengobatan yang berbeda.

Ketika dibiarkan, infeksi dapat memburuk dan bahkan dapat menyebabkan infeksi yang lebih luas, terutama jika penyebabnya adalah bakteri. Ini karena bakteri dapat menyebar dengan sangat mudah, dan dapat diawali pada kulit dan menembus lapisan jaringan lunak, tulang, dan bahkan darah yang ebih dalam, meyebabkan keracunan darah atau septicemia. Kemungkinan komplikasi lainnya adalah kematian jaringan, yang juga disebut gangren.

Tanda-tanda komplikasi serius

  • Kedinginan
  • Kelelahan
  • Nyeri otot
  • Berkeringat
  • Mengantuk

Siapa yang Perlu Ditemui dan Jenis Pengobatan yang Tersedia

Jika terlihat tanda-tanda infeksi pada kaki, Anda dapat mencari pengobatan dari dokter umum atau dokter keluarga. Dokter umum dapat membuat rujukan jika terdapat pengobatan medis khusus yang diperlukan. Misalnya, infeksi kulit dapat dirujuk ke dokter kulit, sedangkan infeksi kaki diabetik dapat dirujuk ke spesialis diabetes.

  • Perawatan diri- Beberapa infeksi kaki bersifat ringan dan dapat hilang bahkan tanpa pengobatan. Misalnya, infeksi virus ringan akibat kutil atau infeksi jamur yang sangat umum, kaki atlet, seringnya hilang dengan sendirinya. Namun, beberapa infeksi yang serius mungkin memerlukan pengobatan yang tepat, sehingga sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga ahli jika gejalanya muncul.

  • Antibiotik dan anti jamur- Infeksi kaki pada awalnya diobati dengan obat, seperti antibiotik, antiviral, dan salep anti jamur atau obat-obatan oral. Ketika diketahui lebih awal, risiko komplikasinya sangat rendah dan tingkat keberhasilan pengobatan tinggi. Seringnya, masa pengobatan berlangsung hanya 7-10 hari, tetapi, jika infeksinya lebih parah, pengobatan yang lebih lama mungkin diperlukan.

  • Bedah intervensi- Terdapat beberapa kasus infeksi di mana obat mungkin tidak bekerja, seperti ketika infeksi telah dibiarkan beberapa waktu dan telah menyebar lebih jauh ke dalam otot dan serat di bawah kulit. Dalam kasus tersebut, perlu dilakukan pembedahan pada daerah yang terinfeksi. Dan juga, jika terdapat abses, perlu dikeringkan terlebuh dahulu sebelum dapat diobati.

  • Penanganan jangka panjang- Infeksi kaki diabetik lebih rumit dan tidak terduga karena memiliki kencenderungan bersifak kronis dan berulang. Dengan demikian, pengelolaan pencegahan kaki atau infeksi kulit lainnya harus menjadi bagian dari seluruh rencana pengobatan pasien diabetes.

Rujukan:

  • Fry DE, Marek JM, Langsfeld M. Nonoperative Management of Lower Extremity Arterial Disease, Part 1: Infections in the Ischemic Lower Extremity. Surg Clin North Am. 1998. 78:466.

  • Hill MK, Sanders CV. Skin and soft tissue infections in critical care. Crit Care Clin. 1998 Apr. 14(2):251-62. [Medline].

  • Bowler PG, Duerden BI, Armstrong DG. Wound microbiology and associated approaches to wound management. Clin Microbiol Rev. 2001 Apr. 14(2):244-69. [Medline].

  • Lipsky BA, Polis AB, Lantz KC, Norquist JM, Abramson MA. The value of a wound score for diabetic foot infections in predicting treatment outcome: A prospective analysis from the SIDESTEP trial. Wound Repair Regen. 2009 Aug 11. [Medline].

Bagikan informasi ini: