Definisi dan Gambaran Umum

Inkontinensia urin adalah kondisi kesehatan dimana pasien tidak dapat mengendalikan kandung kemihnya dan seringkali buang air kecil tanpa disengaja atau urin yang terus keluar. Kondisi ini sangat umum terjadi kepada mereka yang telah berusia lanjut, karena otot kandung kemih yang melemah seiring bertambahnya usia. Para wanita dua kali lebih beresiko untuk terkena penyakit ini dibandingkan pria karena pelemahan otot panggul yang terjadi akibat proses melahirkan.

Jenis Kemih Tidak Terkendali (Inkontinensia Urin)

  • Inkontinensia stres adalah jenis kemih tidak terkendali yang terjadi ketika pasien melakukan kegiatan fisik yang berat yang meningkatkan tekanan intra abdominal, seperti mengangkat sesuatu yang berat atau berolahraga.

  • Inkontinensia darurat adalah jenis kemih tidak terkendali dimana pasien tiba-tiba ingin buang air kecil lalu tidak dapat mengontrol keluarnya urin setelahnya. Pada jenis ini, pasien tidak dapat mencapai kamar mandi tepat pada waktunya.

  • Inkontinensia berlebih, yang juga dikenal dengan sebutan dribbling, adalah jenis kemih tidak terkendali dimana pasien tidak dapat sepenuhnya mengosongkan kandung kemihnya. Hal ini membuat pasien terus mengeluarkan kemih bahkan setelah buang air kecil. Beberapa pasien mengalami gabungan dari beberapa jenis kemih tidak terkendali di atas.

Sekitar 35% dari orang yang berusia di atas 60 tahun menderita kemih tidak terkendali. Kondisi ini telah menimpa sekitar 600,000 pria, lebih dari setengah jumlah pasien yang diterima oleh panti jompo atau fasilitas kesehatan lainnya. Kemih tidak terkendali dapat berkembang menjadi aib sosial dan masalah kebersihan.

Penyebab Kemih Tidak Terkendali

Berkemih yang normal melibatkan sistem saraf dan pembuangan serta bagian-bagian dari ginjal yang berfungsi dengan baik. Kemih dihasilkan oleh ginjal dan disimpan dalam kandung kemih, yang mengembang selama proses pengisian. Sistem saraf akan memberi sinyal untuk buang air kecil pada saatnya. Selama buang air kecil, otot sfingter, yang menjaga kemih agar tetap berada di dalam kandung kemih, melemas sementara otot detrusor berkontraksi. Hal ini membantu perpindahan kemih dari kandung kemih ke saluran kemih lalu keluar dari tubuh.

Kemih tidak terkendali terjadi ketika terjadi gangguan pada salah satu dari komponen tersebut. Inkontinensia stres disebabkan oleh gangguan pada tulang panggul, seperti otot sfingter yang melemah. Hal ini biasanya terjadi saat seseorang beranjak tua, atau ketika otot mengalami kerusakan pada proses pembedahan. Pada wanita, hal ini biasanya terjadi selama melahirkan atau pembedahan pada rahim. Pada pria, kemih tidak terkendali biasanya terjadi setelah menjalani pembedahan untuk menghilangkan kelenjar prostat.

Sementara itu, inkontinensia urgensi biasanya disebabkan oleh otot detrusor yang terlalu aktif. Sering juga disebut sebagai kandung kemih yang terlampau aktif, kondisi ini biasanya dialami oleh orang tua yang menderita beberapa penyakit tertentu, seperti diabetes, penyakit alzheimer, dan stroke. Kondisi ini juga dapat disebabkan oleh gangguan pada otot kandung kemih, yang disebut ketidakstabilan detrusor.

Akhirnya, inkontinensi berlebih biasanya dihubungkan dengan hambatan kandung kemih, atau penyumbatan aliran kemih. Hal ini umumnya terjadi pada pria yang menderita pembesaran prostat jinak. Kondisi ini juga dapat terjadi pada pasien yang menderita kencing batu dan mereka yang menderita striktur uretra.

Kemih tidak terkendali juga dapat ditimbulkan atau diperparah oleh beberapa faktor. Beberapa diantaranya adalah kebiasaan meminum minuman tertentu, yang mengandung kafein dan alkohol; konsumsi beberapa obat-obatan, seperti diuretik atau obat penenang; dan infeksi saluran kemih.

Gejala Utama

Kemih tidak terkendali melibatkan kebocoran kemih. Ketegangan, meskipun hanya sedikit, dapat menyebabkan kebocoran. Keinginan untuk tiba-tiba buang air kecil juga dapat terjadi. Beberapa pasien bahkan tidak dapat mencapai kamar mandi tepat pada waktunya. Beberapa lainnya mengeluhkan aliran kemih yang lemah. Pasien juga dapat mengalami keluarnya kemih beberapa kali selagi mereka berusaha untuk mencapai kamar mandi. Mereka juga dapat mengalami seringnya buang air kecil dan nokturia, atau terbangun pada malam hari karena keinginan untuk buang air kecil, serta sensasi retensi, atau perasaan bahwa kandung kemih tidak dapat kosong sepenuhnya.

Siapa yang Dapat Ditemui dan Jenis Perawatan yang Tersedia

Segala jenis kemih tidak terkendali memerlukan konsultasi. Kondisi ini dapat menjadi gejala dari penyakit serius yang memerlukan penanganan medis. Dokter Anda akan mempelajari riwayat kesehatan Anda yang terkait dengan gejala yang timbul. Ia juga akan melakukan uji fisik yang menyeluruh. Anda akan disarankan untuk menjalani beberapa uji lab, seperti urinalisis, untuk memeriksa kandungan dalam air kemih Anda. Untuk kondisi yang lebih rumit, Anda akan dirujuk untuk menemui ahli saluran kemih atau urolog untuk menjalani sistoskopi dan pemeriksaan lebih lanjut. Sistoskopi melibatkan pengambilan gambar langsung dan pemeriksaan kandung kemih dengan memasukkan sebuah alat yang dilengkapi dengan kamera. Selain metode ini, pemeriksaan tambahan juga dapat dilakukan, seperti tes urodinamik.

Penanganan terhadap kemih tidak terkendali bermacam-macam, tergantung dari penyebab gejala yang dialami. Umumnya, pasien akan diminta untuk menghindari konsumsi minuman beralkohol dan kopi. Minum sebelum tidur juga tidak disarankan. Anda akan diajarkan untuk dapat melakukan senam kegel, yang dapat mengencangkan dan memperkuat otot panggul Anda. Senam ini melatih Anda untuk dapat mengendalikan kemih yang keluar. Metode penanganan kemih tidak terkendali juga dapat melibatkan penggunaan celana dalam yang dapat menyerap kemih atau popok. Peralatan occluder juga dapat diberikan pada penderita pria. Terkadang, kateterisasi intermiten atau yang berkepanjangan juga dapat dilakukan. Terapi menggunakan rangsangan listrik juga dapat menjadi salah satu pilihan. Hal ini untuk meningkatkan fungsi otot kemih dan kandung kemih dengan menggunakan tegangan listrik.

Beberapa jenis obat-obatan, seperti oksibutinin, juga dapat diberikan untuk mengatasi kemih tidak terkendali. Beberapa obat dapat mengurangi frekuensi buang air kecil, sementara beberapa obat lainnya dapat menambah kemampuan kandung kemih. Jika kemih tidak terkendali disebabkan oleh perbesaran dan hambatan prostat, maka obat-obatan seperti 5-alpha reductase inhibitor dapat membuat kelenjar prostat mengecil. Peralatan kedokteran, seperti sfingter tiruan, juga dapat digunakan untuk meminimalisir kebocoran kemih dari saluran kemih. Pembedahan biasanya merupakan pilihan terakhir untuk mengatasi kondisi ini. Sebuah bulbourethral sling dapat dimasukkan sebagai pendukung tambahan bagi saluran kemih untuk meningkatkan kemampuan seseorang dalam mengendalikan kandung kemihnya.

Referensi:

  • Urology Care Foundation. www.urologyhealth.org
  • National Association for Continence. www.nafc.org
Bagikan informasi ini: