Apa itu Karsinoma Sel Skuamosa Intraepitelium?

Karsinoma sel skuamosa intraepitelium (ISCC) adalah salah satu jenis kanker kulit yang tidak begitu berbahaya. Kanker ini mulai terbentuk pada sel-sel dai dalam epidermis, yang berada di lapisan atas kulit. Biasanya kanker ini tidak menimbulkan kekhawatiran, sebab sangat jarang menyebar ke bagian tubuh lain dan merespons pengobatan dengan sangat baik.

Penyakit yang juga dikenal dengan nama penyakit penyakit Bowen ini memiliki beberapa tanda utama. Seperti bagian kulit yang memerah dan bersisik. Karena tanda ini, penyakit ini sering kali disalahartikan sebagai penyakit kulit biasa. Di antaranya seperti eksim dan psoriasis. Tanda ini dapat muncul di bagian tubuh mana pun. Sering kali, ini ditemukan di bagian tubuh yang sering terpapar sinar matahari, termasuk leher dan kaki bagian bawah. Namun, tanda ini kadang juga dapat muncul di area selangkangan dan penis (pada pria).

Meski tumbuh secara perlahan, dokter spesialis kulit tetap menganjurkan pasien untuk menjalani pengobatan. Kecil kemungkinan tanda ini berkembang menjadi kanker yang bersifat invasif. Kanker kulit invasif dapat menjalar ke organ tubuh lain, termasuk tulang dan otak. Saat ini terjadi, kanker menjadi sangat sulit untuk diobati.

Penyebab Karsinoma Sel Skuamosa Intraepitelium

Secara umum, penyebab dari seluruh jenis kanker masih belum diketahui. Para dokter masih belum yakin mengenai apa yang membuat sel-sel normal bermutasi dan menyebabkan pertumbuhan tumor. Namun, ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko kanker pada seseorang. Dalam kasus ISCC, faktor-faktornya berupa:

Terus menerus terkena paparan sinar UV. Inilah faktor risiko terbesar dari ISCC. Orang-orang dapat mengurangi risiko ini dengan cara:

  • Mengenakan pakaian yang melindungi kulit dan memakai krim penangkal spektrum matahari.

  • Mencari tempat berteduh antara pukul 10:00 dan 14:00 saat sinar matahari sangat terik.

Sistem kekebalan tubuh yang lemah - Banyak penderita ISCC dengan sistem kekebalan yang lemah. Sistem kekebalan adalah pelindung alami tubuh terhadap sejumlah patogen. Ini menjaga agar penyakit tetap di luar tubuh dan membantu orang untuk tetap sehat. Namun, terkadang sistem kekebalan dapat melemah. Penyebab umumnya adalah obat-obatan dan penyakit tertentu, seperti HIV atau AIDS.

Telah menjalani pengobatan kanker - Radioterapi membuat risiko kanker kulit meningkat.

Infeksi tertentu - Banyak kasus ISCC pada area kemaluan disebabkan oleh human papillomavirus (HPV). HPV merupakan jenis infeksi yang umum. Mayoritas orang dewasa mengalaminya pada usia tertentu. HPV jarang bersifat serius. Infeksi ini biasanya hilang dengan sendirinya dan tidak menyebabkan gangguan kesehatan berkepanjangan. Namun pada beberapa kasus, ini dapat meningkatkan risiko kutil dan kanker alat kelamin.

Gejala Utama Karsinoma Sel Skuamosa Intraepitelium

Gejala utama dari penyakit ini adalah bagian kulit yang kemerahan dan bersisik. Teksturnya bisa datar maupun menonjol, dan dapat muncul di bagian tubuh manapun. Kadang, bagian tersebut dapat terasa gatal.

Siapa yang Perlu Ditemui dan Jenis Pengobatan yang Tersedia

Apa pun perubahan tampak pada kulit perlu dikonsultasikan kepada dokter spesialis kulit. ISCC didiagnosis melalui biopsi kulit. Prosedur ini memerlukan pengambilan sedikit sampel kulit yang mengalami perubahan untuk dianalisis lebih lanjut. Ini sering kali dilakukan dengan pembiusan pada area pengambilan sampel. Itu sebabnya, pasien takkan merasa nyeri. Sampel kulit didapatkan dengan mengiris tompok menggunakan pisau bedah. Alih-alih menutup luka di area biopsi dengan jahitan, dokter akan menutupnya dengan kasa steril hingga luka sembuh. Biopsi tembuk juga merupakan salah satu pilihan. Dalam metode ini, sebuah alat yang tajam ditusukkan dengan perlahan pada area biopsi. Lalu, alat ini diputar secara perlahan untuk mengeluarkan sedikit kulit yang mengandung sel kanker.

Pasien ISCC memiliki beberapa pilihan pengobatan. Ini termasuk:

  • Pengawasan aktif - Opsi ini yang terbaik untuk kondisi ringan. Ini juga dianjurkan jika pasien mengidap penyakit yang akan menghambat proses penyembuhan. Pasien disarankan untuk mengamati perubahan yang terjadi pada tompok. Pada sejumlah kasus, tak ada pengobatan lain yang dibutuhkan karena penyakit ini berkembang dengan sangat lambat. Namun, jika ada tanda-tanda yang mengindikasikan tompok makin memburuk, pengobatan lain akan dipertimbangkan.

  • Terapi topikal - Banyak jenis-jenis kanker yang diobati dengan kemoterapi. Hal yang sama berlaku bagi ISCC. Untuk terapi ini, salep atau krim dengan zat kemo dioleskan langsung pada kulit.

  • Kriotetrapi - Pengobatan ini menghancurkan lesi kulit dengan membekukannya terlebih dahulu. Ini melibatkan pemakaian nitrogen cair pada lokasi kanker. Kemungkinan keberhasilan terapi ini mencapai 99% bagi pasien ISSC yang segera mencari pengobatan.

  • Kuretase - Pengobatan ini berupa pengambilan sel-sel kanker dengan menggunakan alat bedah berbentuk sendok.Ini sering kali menyebabkan perdarahan, yang kemudian ditangani dengan panas atau listrik (elektrokauter).

  • Terapi fotodinamik dan laser - Prosedur ini memanfaatkan sumber cahaya yang berbeda untuk membunuh sel-sel kanker. Di antaranya pulsed dye laser dan intense pulsed light. Keduanya adalah pilihan yang baik bagi pasien dengan area lesi yang besar. Biasanya diperlukan beberapa sesi terapi untuk membunuh sel-sel abnormal.

Prognosis bagi pasien ISCC umumnya sangat bagus. Banyak pasien yang sembuh dengan menjalani pengobatan yang telah disebutkan di atas. Namun, hanya sekitar 3% kasus karsinoma sel skuamosa intraepitelium yang berkembang menjadi kanker kulit invasif. Ini terjadi saat kondisi tersebut dibiarkan dalam waktu yang lama.

Rujukan:

  • Gupta S, Nutan, Dogra S, Kanwar AJ. Bowen Disease over photoprotected site in an Indian male. Dermatol Online J. 2009 Oct 15. 15(10):16.

  • Jaeger AB, Gramkow A, Hjalgrim H, Melbye M, Frisch M. Bowen disease and risk of subsequent malignant neoplasms: a population-based cohort study of 1147 patients. Arch Dermatol. 1999 Jul. 135(7):790-3.

  • Perruchoud DL, Varonier C, Haneke E, Hunger RE, Beltraminelli H, Borradori L, et al. Bowen disease of the nail unit: a retrospective study of 12 cases and their association with human papillomaviruses. J Eur Acad Dermatol Venereol. 2016 Sep. 30 (9):1503-6.

Bagikan informasi ini: