Apa itu Kolitis Iskemik?

Kolitis iskemik atau stroke usus terjadi saat aliran darah ke usus besar (kolon) berkurang karena pembuluh darah menyempit atau tersumbat. Apabila usus besar tidak menerima oksigen yang cukup, maka lapisannya (mukosa) akan mengalami nekrosis (kematian jaringan atau sel). Hal ini dapat menyebabkan terbentuknya ulkus.

Tidak ada data statistik yang kuat untuk mendukung prevalensi kondisi tersebut. Terutama karena penyakit ini hanya bersifat sementara dan biasanya akan hilang setelah beberapa hari. Kondisi ini juga sering terjadi kesalahan diagnosis, karena memiliki gejala yang sama dengan penyakit gastrointestinal (GI) lainnya. Seperti, kolitis ulserativa, divertikulitis, dan bahkan kanker usus besar.

Kolitis iskemik dapat tergolong ringan atau parah. Oleh sebab itu, pengobatannya tergantung pada tingkat keparahannya, penyakit yang mendasarinya, dan seberapa cepat pasien didiagnosis. Mayoritas pasien dapat pulih setelah beberapa minggu dan tanpa adanya komplikasi. Namun, ada sekitar 10 persen yang kondisinya menyebabkan terbentuknya jaringan parut di jaringan usus besar. Untuk kasus yang seperti itu diperlukan prosedur pembedahan.

Penyebab Kolitis Iskemik

Kolitis iskemik terjadi ketika arteri yang memasok darah ke usus besar menyempit atau tersumbat. Faktor yang dapat meningkatkan risiko gangguan tersebut adalah:

  • Usia - Penyakit ini lebih umum terjadi pada orang lanjut yang berusia 60 tahun ke atas.

  • Komplikasi operasi aorta - Aorta adalah arteri utama dan terbesar di tubuh. Arteri yang memasok darah ke usus besar terhubung dengannya. Bila aorta rusak akibat pembedahan, jumlah darah yang mengalir ke usus besar akan berkurang. Hal ini mencegah usus besar mendapatkan jumlah oksigen dan nutrisi yang dibutuhkannya.

  • Plakat terbentuk di dinding arteri - Bila dibiarkan tidak terkontrol atau tidak diobati, ini bisa berkembang dan menyebabkan penyempitan dinding. Inilah salah satu alasan paling umum mengapa aliran darah ke organ lain menjadi berkurang.

  • Tekanan darah rendah - Bila suplai darah dari jantung melewati arteri, maka aliran tersebut menekan dinding arteri. Pengukuran tekanan seperti itu dikenal dengan istilah tekanan darah. Tekanan darah normal adalah 120/80. Jumlah ini bisa naik turun sepanjang hari. Tekanan darah rendah adalah ketika angka-angka ini secara konsisten rendah. Penyebab umum meliputi obat-obatan tertentu dan penyakit yang mendasarinya, seperti gagal jantung. Kekuatan yang lemah berarti, pasokan darah tidak mencukupi untuk mencapai organ vital.

  • Pembekuan darah - Pembekuan darah adalah mekanisme tubuh untuk mencegah kehilangan darah berlebihan saat seseorang terluka. Namun, bekuan darah terkadang terjebak di arteri dan mencegah darah mengalir.

  • Obstruksi - Selain pembekuan darah, pertumbuhan abnormal juga dapat menghalangi saluran pencernaan atau arteri. Hal ini dapat mematikan atau mengurangi suplai darah ke usus besar.

Gejala Kolitis Iskemik

Gejala utama dari penyakit ini adalah kram yang parah dan sakit perut. Rasa sakit bisa dimulai di mana saja pada area perut, tapi biasanya mempengaruhi sisi kiri terlebih dahulu. Jika rasa sakit menjalar ke sisi kanan, hal tersebut bisa berarti usus halus juga terpengaruh. Gejala lainnya adalah diare dan darah pada tinja. Pasien mungkin juga akan merasa ingin buang air besar lebih sering.

Siapa yang Perlu Ditemui dan Jenis Pengobatan yang Tersedia

Apabila terlihat gejala kolitis iskemik, maka harus dibawa ke ahli gastroenterologi. Tes yang digunakan untuk mendiagnosa gangguan tersebut adalah pemeriksaan darah dan tinja. Tes pencitraan seperti computed tomography (CT) scan, rontgen usus besar, dan kolonoskopi juga dapat dilakukan. Tes ini juga membantu dokter untuk mengonfirmasi atau menyingkirkan penyakit GI lainnya.

Tindakan pengobatan tidaklah selalu diperlukan. Jika pasien tidak menunjukkan gejala yang serius atau tidak terjadinya penyumbatan, maka pasien tidak memerlukan rawat inap ataupun meminum obat. Karena, seringkali kondisi ini dapat hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari.

Namun, pemberian rawat inap pada pasien sangat diperlukan pada kasus yang parah. Biasanya, pasien tidak diizinkan utnuk makan selama beberapa hari. Sebagai gantinya, mereka diberi nutrisi yang mereka butuhkan melalui infus. Dokter mungkin juga meresepkan antibiotik untuk mencegah terjadinya infeksi.

Prosedur pembedahan akan dilakukan jika terjadi kerusakan pada usus besar atau jika terjadinya penyumbatan. Dokter bedah akan membuang bagian yang rusak atau nekrotik untuk mempercepat proses penyembuhan dan menghindari adanya komplikasi yang serius. Arteri yang terblokir atau tersumbat maupun melebar melalui angioplasti. Ini mengembalikan aliran darah normal ke usus besar.

Rujukan:

  • Meresse, B; Ripoche, J; Heyman, M; Cerf-Bensussan, N (October 2008). “Celiac disease: from oral tolerance to intestinal inflammation, autoimmunity and lymphomagenesis”. Mucosal Immunology. 2: 8–23. PMID 19079330. doi:10.1038/mi.2008.75.

  • Kaiser MM, Wenk H, Sassen R, Müller G, Bruch HP (April 1996). “[Ischemic colitis after vascular surgery reconstruction of an abdominal aortic aneurysm]”. Der Chirurg 67 (4): 380–6. PMID 8646925.

Bagikan informasi ini: