Apa Itu Kanker Endometrium/Kanker Rahim?

Kanker diidentifikasi sesuai dengan bagian tubuh di mana kanker muncul. Ketika kanker muncul di dalam rahim, kanker tersebut disebut sebagai sarkoma uterus atau karsinoma endometrium. Rahim terdiri dari dua bagian: serviks atau bagian bawah, dan tubuh rahim atau bagian atas.

Tubuh rahim memiliki dua lapisan utama: endometrium dan myometrium. Endomentirum merupakan lapisan dalam sementara miometrium merupakan lapisan luar yang tebal, yang sebagian besar digunakan untuk melahirkan bayi. Kanker rahim dapat muncul baik pada endometrium atau miometrium.

Ketika kanker muncul pada miometrium, kanker ini disebut sebagai sarkoma uterus. Sedangkan ketika kanker muncul pada endometrium, kanker disebut karsinoma endometrium atau kanker endometrium. Kanker rahim kebanyakan berasal dari endometrium.

Terdapat enam jenis kanker endometrium: adenokarsinoma, karsinoma sel kecil, karsinoma sel skuamosa, karsinosarkoma, karsinoma tak berdiferensiasi, dan karsinoma transisi. Kanker ini dikategorikan berdasarkan tingkat kerusakan pada endometrium. Tumor kelas 1 memiliki minimal 95% jaringan kanker yang membentuk kelenjar. Kasus ini tidak bersifat agresif dan biasanya menyebar perlahan ke jaringan lainnya. Di sisi lain, kanker jenis 2 (meskipun tidak terlalu umum terjadi) bersifat lebih agresif dan cenderung menyerang jaringan di luar rahim. Tumor kelas 3 merupakan peringkat yang tertinggi dan bersifat sangat agresif.

Penyebab Kanker Endometrium

Meskipun dokter mengetahui ciri-ciri kanker endometrium, penyebab pasti dari penyakit ini masih belum diketahui. Namun, sama seperti jenis kanker lainnya, dapat dipastikan bahwa kanker endometrium muncul akibat pembentukan sel-sel yang tidak normal. Sel sehat dan normal akan tumbuh, tetapi sel sehat akan mati pada waktunya. Di sisi lain, sel-sel tidak normal akan terus tumbuh dan membentuk suatu jaringan, yang disebut sebagai tumor. Ketika tumor tumbuh, kanker mulai mempengaruhi jaringan di dekatnya dan memisahkan diri dari tumor asli untuk mempengaruhi organ lainnya. Proses tersebut dinamakan metastasis.

Meski penyebab pasti kanker endometrium belum teridentifikasi, dokter telah menjelaskan beberapa faktor risiko, yang mencakup:

  • Umur – Wanita yang lebih tua memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker endometrium

  • Diabetes – Kanker endometrium lebih sering terjadi pada wanita penderita diabetes

  • Pola makan & olahraga – Pola makan dengan banyak lemak dan kurang olahraga meningkatkan risiko terkena kanker endometrium

  • Riwayat keluarga – Wanita dengan kanker endometrium biasanya memiliki keluarga dengan kondisi yang sama

  • Terapi radiasai – Jenis terapi ini merusak jaringan, yang dapat berakibat pada perkembangan kanker jenis lainnya termasuk kanker endometrium

  • Hiperplasia endometrium – Kondisi ini digambarkan sebagai peningkatan pertumbuhan endometrium. Seringnya, hyperplasia endometrium akan menghilang dengan sendirirnya, namun terdapat kasus di mana kondisi ini mengakibatkan pembentukan kanker.

  • Kehamilan – Kasus kanker endometrium lebih rendah terjadi pada wanita yang ltelah hamil beberapa kali ketimbang wanita yang belum pernah hamil

  • Obesitas – Kondisi ini dapat menyebabkan kelebidan produksi estrogen, yang dapat menyebabkan perkembangan kanker endometrium.

  • Tumor ovarium – Kondisi ini juga meningkatkan produksi estrogen, yang diduga menjadi salah satu penyebab kanker endometrium.

  • Sindrom ovarium polikistik – Kondisi ini menyebabkan kadar hormon menjadi tidak normal, seperti estrogen yang lebih tinggi

  • Kanker ovarium dan payudara – Jenis kanker ini meningkatkan risiko terbentuknya kanker endometrium

Gejala Umum Kanker Endometrium

Gejala yang paling umum dari kanker endometrium adalah pendarahan yang tak terduga setelah menopause. Namun, rasa sakit atau kesulitan saat buang air kecil, sakit selama berhubungan seksual, sakit pada daerah panggul, dan pendarahan yang tidak berhubungan dengan menstruasi juga merupakan tanda dari gejala penyakit ini. Penting untuk dicatat bahwa gejala ini bukan hanya gejala kanker endometrium. Kondisi lain, seperti endometriosis juga memperlihatkan gejala yang sama.

Siapa yang Harus Dikunjungi & Perawatan yang Tersedia

Jika Anda mengalami pendarahan yang tidak teratur atau mengalami pendarahan setelah menopause, Anda perlu mengunjungi dokter keluarga Anda atau dokter kandungan Anda. Jika dokter Anda mencurigai adanya kanker endometrium, Anda akan dirujuk ke spesialis kanker untuk pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut.

Pertama-tama Anda akan menjalani pemeriksaan panggul. Selama pemeriksaan ini, dokter akan memeriksa vulva, rahim, dan ovarium. Dokter akan menggunakan spekulum untuk membuka vagina untuk melihat leher rahim Anda.

Untuk mendiagnosa kanker endometrium, dokter akan memeriksa endometrium Anda. Untuk melakukan hal tersebut, penggunaan ultrasound, histeroskopi, biopsi, atau dilatasi dan kuretase (D&C) akan dilakukan.

USG transvaginal melibatkan penggunaan gelombang suara untuk membuat gambar rahim Anda sehingga dokter dapat memeriksa gambar dan menemukan kelainannya. Pada histeroskopi, dokter memeriksa bagian dalam rahim dan endometrium dengan memasukan alat yang disebut hitereskop melalui vagina dan menuju leher rahim lalu rahim. Hitereskop merupakan pipa tipis lentur dengan sumber cahaya pada ujungnya.

Biopsi melibatkan pengambilan sejumlat kecil jaringan dari rahim. Jaringan ini diambil kemudian akan dianalisis di laboratorium untuk memeriksa tanda-tanda kanker. Jika dokter membutuhkan lebih banyak jaringan untuk biopsy, D&C akan dilakukan. Tindakan ini melibatkan pengikisan lapisan rahim untuk mengangkat jaringan, yang kemudian akan diperiksa apakah terdapat sel kanker.

Jika pemeriksaan yang disebutkan di atas memastikan bahwa ada kanker endometrium, dokter ahli onkologi ginekologis akan memutuskan bentuk perawatan yang tepat. Perawatan akan berdasar pada stadium kanker pasien. Kanker endometrium memiliki 4 stadium. Stadium 1 digambarkan dengan kanker yang terkandung di dalam rahim. Stadium 2 adalah ketika kanker tidak hanya memengaruhi rahim, namun juga leher rahim. Stadium 3 adalah ketika kanker telah menyebar di luar rahim. Stadium 4 adalah ketika kanker telah menyebar ke luar daerah pinggul dan telah mempengaruhi rektum, kandung kemih, atau bagian tubuh lainnya.

Pengobatan kanker endometrium mencakup operasi, terapi radiasi, terapi hormon, kemoterapi, atau gabungan dari tindakan-tindakan ini.

Rujukan:

  • Boggess JF, Kilgore JE. Uterine cancer. In: Niederhuber JE, Armitage JO, Doroshow JH, et al., eds. Abeloff's Clinical Oncology. 5th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Churchill Livingstone; 2013:chap 88.
  • Leslie KK, Thiel KW, Goodheart MJ, et al. Endometrial cancer. Obstet Gynecol Clin N Am. 2012; 39:255–268.
  • National Cancer Institute: PDQ Endometrial Cancer Treatment. Bethesda, MD: National Cancer Institute. Date last modified: 06/14/2013. Accessed March 5, 2014.
  • National Comprehensive Cancer Network. NCCN Clinical Practice Guidelines in Oncology (NCCN Guidelines): Uterine Neoplasms. Version 1.2014. Accessed March 5, 2014.
Bagikan informasi ini: