Definisi dan Gambaran Umum

Kanker ginjal adalah suatu jenis kanker atau pertumbuhan sel tidak terkendali pada ginjal. Tumor ini biasanya padat namun juga dapat memiliki beberapa komponen kista. Jenis kanker ginjal yang paling umum ditemui adalah karsinoma sel ginjal, yang mencakup 80% dari total kasus. Jenis kanker ginjal lain adalah kanker sel juxtaglomerular, karsinoma sel transisi, dan karsinoma sel squamosa.

Pada anak-anak, jenis kanker ginjal yang paling sering muncul adalah tumor Wilm, yang biasanya dialami oleh anak-anak berusia di bawah lima tahun. Beberapa tumor Wilm bahkan mulai tumbuh sejak pasien belum dilahirkan. Kanker ginjal biasanya terjadi pada pria. Kondisi ini biasanya terjadi pada mereka yang berusia di atas 50 tahun.

Kanker ginjal bertanggungjawab atas 2% dari kasus kanker setiap tahunnya, atau sekitar 200,000 kasus yang terjadi di seluruh penjuru dunia. Kanker jenis ini biasanya memiliki hasil perawatan (prognosa) yang baik, dengan tingkat bertahan hidup mencapai 73% dalam 5 tahun.

Penyebab Kanker Ginjal

Kebanyakan kasus kanker ginjal terjadi tidak menentu dan tanpa penyebab yang jelas. Namun, beberapa faktor cenderung meningkatkan resiko seseorang terkena kanker ginjal. Kebiasaan merokok bahkan meningkatkan resiko hingga 50 persen. Beberapa penelitian juga merujuk pada konsumsi obat-obatan anti peradangan atau NSAID, seperti naproksen, sebagai faktor penyebab kanker ginjal. Beberapa faktor lainnya meliputi pencucian darah atau dialisis, riwayat pengobatan kanker leher rahim (serviks) atau testis, dan infeksi hepatitis C.

Keturunan juga berperan dalam pembentukan kanker ginjal. Mutasi pada gen-gen tertentu membuat penyakit ini bersifat menurun. Contohnya adalah sindrom Von Hippel-Lindau, dimana pasien menderita beberapa tumor, termasuk kanker ginjal. Para pasien yang memiliki anggota keluarga yang menderita penyakit ini juga beresiko terkena penyakit ini.

Gejala Umum

Kanker ginjal, pada tahap awal biasanya tidak memiliki gejala tertentu, seperti hilangnya selera makan, rasa letih, dan hilangnya berat badan. Pasien juga dapat menderita hematuria atau pendarahan pada urin.

Tumor yang lebih besar dapat disertai dengan nyeri pada perut atau tubuh bagian samping, yang biasanya disebabkan oleh pelebaran ginjal atau serangan dari struktur lain yang terletak di sekitarnya. Perbesaran perut atau beban perut juga dapat diperiksa.

Jika kanker telah berada pada tahap lanjutan dan telah menyebar, maka pasien dapat mengalami gejala pada organ tubuh yang terkena kanker tersebut. Lokasi yang paling sering terkena penyebaran kanker adalah kelenjar getah bening pada perut dan paru-paru, dimana pasien dapat mengalami kesulitan dalam bernapas. Beberapa pasien juga dapat mengalami penyebaran kanker pada tulang, yang disertai dengan nyeri dan patah tulang.

Sekitar 20% dari pasien kanker ginjal mengalami sindrom paraneoplastik. Kondisi ini merupakan gejala yang secara tidak langsung berkaitan dengan kanker ginjal, dan meliputi demam, berkeringat serta kenaikan tekanan darah. Gejala-gejala tersebut biasanya bersifat sementara, dan menghilang setelah tumor diangkat.

Siapa yang Dapat Ditemui dan Jenis Perawatan yang Tersedia

Pasien yang beresiko tinggi terkena kanker ginjal, termasuk mereka yang menderita TBC, atau mereka yang mengalami salah satu gejala di atas sebaiknya menemui ahli kesehatan. Karena riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisik tidak akan menunjukkan sesuatu yang terperinci, maka pasien yang diduga mengalami kondisi tersebut akan dianjurkan untuk menjalani beberapa tes pengambilan gambar, seperti penggunaan gelombang suara ultrasonik pada perut.

Pemindaian MRI juga diperlukan untuk membuat diagnosa yang tepat dan menilai tingkat kanker secara keseluruhan. Kanker ginjal dapat menyebar ke pembuluh darah di sekitarnya, terutama pembuluh vena cava inferior (pembuluh darah dari bagian bawah tubuh menuju serambi kanan jantung). Pembekuan darah (trombus) di dalam pembuluh tersebut juga dapat ditemukan oleh pemindaian CT. Setelah keberadaan kanker dipastikan, dokter akan merancang pengobatan yang sesuai dengan kondisi Anda.

Pengobatan untuk kanker ginjal sebaiknya dilakukan oleh seorang urolog. Pasien yang memiliki tumor ginjal dan dapat dihilangkan melalui pembedahan akan dirujuk untuk menjalani pembedahan. Nefrektomi radikal, yang melibatkan penghilangan ginjal secara menyeluruh, atau nefrektomi parsial, yang hanya menghilangkan tumor, tanpa membuang parenkim (jaringan selubung struktur sinus) ginjal, juga dapat dilakukan. Nefrektomi parsial memiliki resiko komplikasi, seperti pendarahan, lebih besar dibandingkan nefrektomi radikal. Namun, keuntungan dari tindakan nefrektomi parsial adalah Anda dapat menyelamatkan lebih banyak jaringan ginjal, sehingga resiko terkena masalah pencucian darah (dialisis) dapat dikurangi. Teknik bedah teropong (laparoskopik) pada pembedahan kanker telah mempersingkat periode pemulihan bagi pasien yang telah menjalani nefrektomi atau kanker ginjal. Akan tetapi, pembedahan dapat menjadi rumit jika terdapat trombus pada vena cava.

Metode pengobatan kanker ginjal yang lebih baru meliputi teknik pengikisan (ablasi), seperti ablasi frekuensi radio atau RFA, dan krioterapi (terapi beku). Teknik pengikisan melibatkan penghancuran tumor tanpa membuangnya. Meskipun cukup populer, teknik ini tidak dianggap sebagai terapi standar. Terapi biologis dan imunoterapi juga biasanya dilakukan untuk mengatasi kanker tahap akhir. Hasil jangka panjang dari metode-metode pengobatan tersebut masih diselidiki. Percobaan klinis juga dilakukan untuk meningkatkan prognosa.

Kebanyakan kanker ginjal pada orang dewasa tidak dapat diatasi dengan kemoterapi dan radioterapi. Namun, pengobatan tumor Wilm biasanya melibatkan gabungan dari beberapa terapi, seperti pembedahan, kemoterapi dan radioterapi.

Setelah pembedahan, pengawasan seumur hidup sangat disarankan untuk pasien. Fungsi ginjal perlu untuk dinilai secara rutin. Pengambilan gambar juga perlu dilakukan berulang kali. Dokter akan menentukan tingkat pengawasan yang dibutuhkan untuk kondisi Anda.

Referensi:

  • Kidney Cancer Institute: https://kidneycancerinstitute.com/
  • National Cancer Institute: https://cancer.gov/
Bagikan informasi ini: