Gambaran Umum dan Definisi

Kanker esofagus adalah kanker yang menyerang organ esofagus, atau biasa lebih dikenal sebagai kerongkongan. Kerongkongan adalah tabung berotot yang melengkung sepanjang kurang lebih 10 inci, dan merupakan saluran bagi makanan yang masuk dari mulut ke dalam perut. Dalam kanker esofagus, sel kanker ganas membentuk gumpalan jaringan atau tumor di mucosal lining (lapisan dalam) dari kerongkongan dan akan tumbuh keluar melalui submukosa, lapisan yang membatasi kerongkongan dan tenggorokan, dan lapisan otot kerongkongan.

Ada dua tipe sel yang membentuk lapisan kerongkongan, dan jenis kanker esofagus tergantung dari tipe sel mana yang diserang. Kanker esofagus terbagi menjadi dua tipe:

  • Karsinoma sel skuamosa – tipe kanker yang muncul dari sel skuamosa (sel kulit tipis) yang melapisi seluruh kerongkongan

  • Adenocarcinoma adalah tipe kanker esofagus yang muncul dari sel kelenjar, biasanya dimulai dari bagian bawah kerongkongan

Tipe kanker lain juga mungkin tumbuh di kerongkongan, seperti tipe melanoma, limfoma, dan sarcoma.

Penyebab dan Risiko Terjadinya Kanker Esofagus

Sama seperti beberapa tipe kanker yang lain, penyebab pasti dari kanker esofagus masih belum dapat diketahui secara pasti. Hanya saja, yang sudah jelas adalah kondisi kanker muncul karena adanya kelainan dan mutasi pada DNA genetis, membuat sel tubuh tumbuh dan berkembang secara abnormal. Saat sel tumor tumbuh, sel-sel tersebut dapat menyerang organ tubuh lain yang berada di dekatnya dan menyebar ke bagian tubuh yang lain. Hasil penelitian telah menyatakan beberapa hal yang menambah risiko kemungkinan tumbuhnya kanker. Diantaranya adalah:

  • Umur : Hampir semua pasien yang menderita kanker esofagus berumur 55 tahun ke atas

  • Jenis kelamin : Laki-laki menurut penelitian memiliki kemungkinan tiga kali lebih besar terjangkit kanker esofagus

  • Gastroesopagheal reflux disease (GERD) Pasien dengan kondisi GERD yang menderita acid reflux, kondisi kembalinya asam dari perut ke kerongkongan dan menyebabkan radang, memiliki risiko lebih tinggi terjangkit adenocarcinoma

  • Kerongkongan Barrett : Jika aliran balik asam lambung (acid reflux) tidak diobati sampai jangka waktu yang cukup lama, kondisi lain, yang biasa disebut Kerongkongan Barrett bisa saja muncul; kondisi yang ciri khasnya adalah adanya kondisi abnormal pada esofagus, dan dapat menimbulkan kondisi pra-kanker. Orang yang terjangkit kerongkongan Barrett memiliki risiko besar terjangkit kanker adenocarcinoma

  • Achalasia: Kondisi di mana bagian bawah kerongkongan tidak dapat mengendurkan ototnya secara normal, karena lapisan kerongkongan sudah mengalami iritasi; Orang yang terjangkit achalasia juga memiliki risiko lebih besar terjangkit kanker esofagus

  • Kondisi terjangkit penyakit lain: Pasien yang menderita tylosis (pertumbuhan tidak normal di beberapa bagian tubuh tertentu) dan yang menderita sindrom Plummer-Vinson (adanya jaringan yang menyelaput di bagian atas kerongkongan) memiliki risiko lebih besar terjangkit kanker karsinoma sel skuamosa

  • Faktor gaya Hidup : Merokok, minum alkohol secara berlebihan, berat badan berlebih atau obesitas dan pola makan yang sedikit serat dan tidak sehat juga dapat memperbesar risiko terjangkit kanker esofagus

Tanda-tanda dan gejala kanker Esofagus

Gejala dari kanker esofagus biasanya tidak muncul sampai kanker sudah mencapai stadium akhir. Beberapa tanda dan gejala yang umum dari adanya kanker esofagus adalah:

  • Disfagia, kondisi terjadinya kesulitan untuk menelan
  • Penurunan berat badan secara tiba-tiba
  • Pendarahan
  • Sakit pada dada, pada perut, atau pada bagian dekat tulang rusuk
  • Rasa panas dalam perut
  • Masalah pencernaan yang berulang dan memburuk
  • Batuk-batuk atau suara serak yang tidak kunjung sembuh

Diagnosa dan Pengujian

Ada beberapa pengujian untuk menentukan apakah pasien menderita kanker esofagus atau tidak. Untuk mencocokkan dengan diagnosa, beberapa tes yang mungkin dilakukan adalah salah satu atau kombinasi dari beberapa tes berikut ini:

  • Tes rontgen Barium Swallow, adalah sebuah tipe rontgen yang dapat menandai kerongkongan agar dapat mendeteksi kelainan dengan lebih baik

  • Peneropongan atau Endoskopi. Tes ini menggunakan tabung tipis yang menyala dengan kamera video terpasang di ujungnya, yang akan dimasukkan melalui mulut dan kemudian ke kerongkongan untuk melihat kondisi jaringan kerongkongan secara langsung. Dalam tindakan endoskopi, akan diambil contoh untuk tindakan biopsi, pemeriksaan jaringan lebih lanjut.

  • Computed tomography scan (CT-Scan) pada bagian perut, dada, atau pemindaian di area tubuh lain untuk menemukan penyebaran sel kanker

  • Positron Emission tomography (PET) untuk menentukan stadium kanker yang diderita, saat sel kanker sudah ditemukan dalam tubuh

Untuk perkiraan hasil pengobatan (prognosis) yang lebih baik, kanker esofagus dibagi menjadi 5 stadium:

  • Stadium 0 : Kondisi pra-kanker
  • Stadium 1 : Kanker jinak mulai tumbuh pada jaringan esofagus
  • Stadium 2 : Sel kanker sudah menyebar ke lapisan otot dan dinding luar kerongkongan
  • Stadium 3 : Kanker sudah menyebar dari kerongkongan dan sudah menjangkit organ sekitarnya
  • Stadium 4 : Tahap lanjutan di mana sel kanker ganas sudah menyebar ke organ yang terletak lebih jauh

Kapan harus menemui dokter dan rujukan dokter

Jika Anda merasakan salah satu dari gejala yang sudah disebutkan sebelumnya, sebaiknya Anda segera menemui dokter. Jika dokter umum curiga akan kemungkinan adanya kanker esofagus, dokter tersebut akan memberikan rujukan kepada dokter spesialis kanker untuk diagnosa dan perawatan. Beberapa dokter dengan spesialis yang berbeda biasanya akan bekerja sama untuk memberikan rencana perawatan yang komprehensif. Selain dokter spesialis kanker (onkologis), Anda juga mungkin diberikan rujukan kepada dokter bedah kanker untuk kemungkinan pembedahan kanker esofagus, ahli radiologi / ahli onkologi radiasi (untuk radiotherapy) dan dokter ahli pencernaan untuk perawatan pendukung yang dapat mengurangi rasa sakitnya.

Pengobatan untuk Kanker Esofagus

Meskipun tidak ada cara pasti untuk mengobati kanker esofagus, ada beberapa pilihan perawatan yang dapat mengobati kanker esofagus, terutama bila kanker dapat ditemukan di stadium awal. Rencana pengobatan akan bergantung terhadap banyak faktor, seperti stadium kankernya dan kondisi kesehatan dan umur pasien. Pengobatan dapat dilakukan dengan salah satu atau kombinasi cara berikut ini:

  • Pembedahan di mana sebagian atau seluruh bagian kerongkongan akan diangkat beserta sel kanker yang sudah dibatasi

  • Kemoterapi yang menggunakan obat-obatan keras yang menghancurkan sel kanker yang dapat tumbuh dengan cepat; biasanya kemoterapi dilakukan bersama dengan terapi radiasi

  • Terapi radiasi yang menggunakan sinar kuat tertentu untuk membakar dan menghancurkan sel-sel kanker

  • Terapi fotodinamis yang dapat dilakukan untuk menghancurkan sel kanker yang masih muda menggunakan laser

  • Electrocoagulation di mana arus listrik yang kuat digunakan untuk menghancurkan sel kanker jinak.

Pengobatan juga mungkin dilakukan dengan perawatan untuk mengurangi rasa sakitnya dengan cara meredakan sakit dari gejala-gejala kanker dan menerapkan gaya dan kualitas hidup yang lebih baik, daripada harus membunuh sel kanker. Selain itu, perawatan harus dilakukan secara terus menerus dan tes akan dilakukan secara berkala untuk mengecek penyebaran sel-sel kanker dan kemunculannya lagi, serta untuk melihat kemungkinan adanya efek samping dari perawatan kanker.

Referensi:

  • Das A. Tumors of the esophagus. In: Feldman M, Friedman LS, Brandt LJ, eds. Sleisenger and Fordtran's Gastrointestinal and Liver Disease. 9th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders; 2010:chap 46.

  • National Cancer Institute: PDQ Esophageal cancer treatment. Bethesda, MD: National Cancer Institute. Date last modified 2/1/2013. Available at: http://www.cancer.gov/cancertopics/pdq/treatment/esophageal/HealthProfessional. Accessed February 4, 2013.

  • National Comprehensive Cancer Network. NCCN Clinical Practice Guidelines in Oncology (NCCN Guidelines): Esophageal and esophagogastric junction cancers. Version 2.2012. Available at http://www.nccn.org/professionals/physician_gls/pdf/esophageal.pdf. Accessed February 4, 2013.

Bagikan informasi ini: