Definisi dan Gambaran Umum

Kanker oral yang juga dikenal sebagai kanker mulut adalah istilah luas untuk tumor ganas yang berkembang di rongga mulut seperti pada gusi, lidah, amandel, dan kelenjar air liur, selain itu tenggorokan dan faring (saluran udara). Kanker oral atau mulut biasanya diobati sebagai bagian dari kanker kepala dan leher, yang meliputi kanker kelenjar air liur, esofagus, telinga dan mata. Sementara, kanker otak diobati dalam kategori yang berbeda.

Tidak seperti bentuk kanker lainnya, kanker mulut tidaklah umum hanya diderita dari 1 banding 50 orang di Inggris Rata dan 45,000 orang di Amerika. Kanker ini dapat disembuhkan dengan gabungan beberapa terapi jika gejalanya diketahui lebih awal. Penyakit ini biasanya berkembang pada usia lanjut, penelitian terbaru mengatakan bahwa kanker ini juga menyerang anak muda dengan peningkatan kasus HPV (virus papilloma pada manusia), virus dari golongan yang sama dengan penyebab kutil pada kelamin dan kanker rahim.

Kanker oral, antara lain:

  • Karsinoma sel skuamosa - Lebih dari 85% kasus kanker mulut adalah karsinoma sel skuamosa, di mana sel-sel yang melapisi bagian dalam mulut dan bibir menjadi tidak normal. Lokasi kanker sebenarnya dapat membantu menentukan kemungkinan yang ada. Sebagai contoh, jika hal itu mempengaruhi bibir bawah, jarang terjadi perubahan status kanker. Sebaliknya, pada lesi bibir atas dapat menjadi agresif. Sebuah subtipe penyakit ini disebut karsinoma verrucous, yang menyumbang kurang dari 7% dari jumlah kasus. Ini jarang terjadi, tetapi hampir selalu terjadi secara lokal (tidak ada perubahan status (metastasis)) karena berkembang perlahan-lahan.

  • Karsinoma kelenjar ludah - Banyak kelenjar ludah ditemukan dalam mulut dan sepanjang tenggorokan; kelainan seluler dari setiap kelenjar ini dapat menyebabkan kanker seperti kanker kistik kelas rendah, seperti polimorf dan adenoid.

  • Kanker lidah - Kanker dapat dimulai dari dasar (ujung terjauh dari lidah) atau di bagian yang paling terlihat dari lidah. Tumor lebih besar beresiko menyebar ke kelenjar getah bening, terutama jika mereka ditemukan di dasar lidah, yang kemudian mungkin memerlukan operasi yang lebih rumit termasuk reseksi.

  • Limfoma - Ini adalah kanker yang mempengaruhi jaringan-jaringan getah bening yang merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh. Dalam rongga mulut, jaringan ini dapat ditemukan di lidah dan amandel.

Penyebab Kanker Mulut

Selain dari fakta bahwa sel-sel pada rongga mulut dan tenggorokan dapat mengakibatkan ketidaknormalan. Tidak ada penjelasan yang lebih jelas, kenapa kanker pada bagian ini berkembang. Namun, ada beberapa faktor tertentu yang dapat meningkatkan risiko, antara lain:

  • Konsumsi alkohol – Jumlah alkohol yang dikonsumsi daripada minuman sejenis dapat menyebabkan kanker oral di kemudian hari. Risiko meningkat jika digabungkan dengan kebiasaan merokok. Alkohol menyebabkan kanker yang menyerang esofagus, tenggorokan dan pita suara. Seiring waktu, bahan pada alkohol dapat menyebabkan iritasi pada sel dan merusak jaringan serta memperlambat perbaikan DNA.

  • HPV – Ada lebih dari 150 jenis HPV, dan kurang dari 10 menyebabkan kanker. Dalam istilah kanker mulut, HPV yang menjadi penyebab kuat adalah HPV16 yang mengakibatkan 80% - 90% kanker rahim. Virus ini ditularkan melalui hubungan seksual secara oral (dalam kanker mulut) di mana virus menyentuh dan masuk ke dalam mukosa. HPV diprediksi menjadi penyebab utama kanker mulut tanpa merokok pada pria dan wanita di bawah 50 tahun.

  • Konsumsi tembakau – 8 dari 10 kasus kanker mulut disebabkan oleh merokok. Tembakau tidak hanya merusak jaringan tapi juga menggangu hingga tingkat DNA. Meskipun risikonya lebih rendah, orang yang terpapar tembakau melalui tangan kedua juga dapat terkena kanker mulut atau oral.

  • Gender – Pria lebih rentan terkena kanker mulut, sebab mereka merokok dan minum alkohol pada waktu yang sama. Namun, dalam beberapa tahun belakangan, perbandingan antara pria dan wanita dengan kanker semakin menurun.

  • Umur – Kebanyakan kanker mulut ditemukan pada pria dan wanita sekitar usia 40 – 50 tahun, namun dengan meningkatkan HPV, kanker juga ditemukan pada dewasa muda.

Gejala – Gejala Utama

  • Luka pada bibir, lidah, pipi bagian dalam, gusi yang muncul dan tidak hilang
  • Sulit untuk menelan dan bicara
  • Pendarahan
  • Sakit pada telinga
  • Munculnya benjolan
  • Rasa tidak nyaman pada tenggorokan
  • Turunnya berat badan tanpa disengaja
  • Mulut kebas
  • Kehilangan gigi

Dua tanda yang membedakan kanker mulut adalah leukoplakia dan eritroplakia. Saat seseorang menderita leukoplakia akan ada bercak-bercak yang muncul secara persisten di mulut. Sementara, eritroplakia menyebabkan daerah kemerahan yang dapat berdarah. Meskipun, dianggap jinak, keduanya dapat meningkatkan ketidaknormalan sel dan dapat mengembangkan kanker.

Siapa yang Harus Ditemui dan Pengobatan yang Tersedia

Untuk masalah mulut, orang pertama yang harus ditemui adalah dokter gigi yang dapat melakukan serangkaian tes termasuk uji kanker mulut, tindakan yang cepat dan tidak menyakitkan. Dokter gigi akan memeriksa bagian berbeda dari rongga mulut dan leher untuk mencari tanda-tanda kanker atau perubahan tekstur dan warna. Pemeriksaan lainnya dapat berupa pewarnaan toluidine dan fluorescence, yang digunakan untuk mewarnai atau secara khusus menyinari keberadaan kanker. Ini dilakukan jika ditemukan luka pada mulut dan bibir. Namun, perlu diingat bahwa tidak ada ukuran pemeriksaan yang dapat berlaku secara universal untuk menentukan dan memerika kanker mulut.

Untuk memastikan atau menyingkirkan kanker, biopsi atau eksfoliatif sitology dapat dilakukan untuk mengumpulkan sampel sel yang kemudian akan dipelajari di laboratorium.

Setelah kanker dipastikan, pasien dirujuk ke ahli onkologi oral, yang kemudian menciptakan sebuah langkah-langkah pengobatan yang meliputi salah satu atau semua hal berikut ini:

  • Bedah - Bentuk pertama pengobatan adalah operasi secara fisik mengangkat sebanyak mungkin, tumor. Jika kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening, maka kelenjar tersebut harus diangkat. Tergantung pada seberapa banyak kanker yang ada, kemudian pasien melakukani kemoterapi bersamaan terapi radiasi atau hanya salah satunya.

  • Kemoterapi - Pada kemoterapi, obat-obatan tertentu atau gabungan darinya disajikan dalam banyak cara untuk membunuh sel-sel termasuk sel-sel kanker. Baru-baru ini, terapi lebih terarah yang terbukti lebih efektif dan efisien karena mereka secara signifikan mengurangi efek samping termasuk sistem kekebalan tubuh.

  • Terapi radiasi - ini dapat dilakukan dari dalam atau luar tergantung pada lokasi kanker. Pada radiasi dalam biji radioaktif atau pewarna dikirim ke daerah yang terkena kanker.

Risiko kanker dapat dikurangi dengan:

  • Berhenti merokok dan minum alkohol
  • Meningkatkan asupan seperi folat
  • Melakukan pemeriksaan secara rutin (paling tidak setahun sekali)
  • Meningkatkan nutri yang sesuai
    Referensi:

  • National Cancer Institute: PDQ Lip and Oral Cavity Cancer Treatment. Bethesda, Md: National Cancer Institute. Date last modified: July 16, 2012. Available at: http://cancer.gov/cancertopics/pdq/treatment/lip-and-oral-cavity/HealthProfessional.

  • National Comprehensive Cancer Network. NCCN Clinical Practice Guidelines in Oncology (NCCN Guidelines): Head and neck cancers. Version 2.2013. Available at: http://www.nccn.org/professionals/physician_gls/pdf/head-and-neck.pdf.

  • Wein RO, Malone JP, Weber RS. Malignant neoplasms of the oral cavity. In: Flint PW, Haughey BH, Lund VJ, et al., eds. Cummings Otolaryngology: Head and Neck Surgery. 5th ed. Philadelphia, Pa: Elsevier Mosby; 2010:chap 96.

Bagikan informasi ini: