Apa itu Kanker Pankreas: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Apa itu Kanker Pankreas?

Kanker pankreas merupakan hasil dari keganasan pankreas, organ yang terletak di bawah perut. Kondisi ini ditandai oleh pertumbuhan sel pankreas yang tidak terkendali sehingga menyebabkan pembentukan tumor pankreas, yang dapat menyebar ke organ terdekat dan bagian tubuh lainnya. Kanker pankreas bukanlah sesuatu yang umum terjadi serta bertanggungjawab atas 3% dari total penyakit berbahaya di Amerika Serikat. Penyakit ini biasanya terjadi pada pasien berusia lanjut dan lebih umum terjadi pada pria dibandingkan wanita.

Kanker pankreas biasanya sulit dikenali hingga mencapai tingkatan lebih lanjut. Kanker tersebut biasanya dihubungkan dengan perkiraan/prognosa yang buruk dan tingkat kelangsungan hidup yang hanya mencapai 5%. Lebih dari 30,000 jiwa hilang karena kanker pankreas setiap tahunnya.

Jenis kanker ini dapat mempengaruhi pankreas eksokrin, bagian pankreas yang menghasilkan enzim pencernaan atau pankreas endokrin, bagian pankreas yang menghasilkan hormon seperti insulin dan glukagon. Keganasan pankreas eksokrin lebih umum terjadi, dengan jenis yang paling sering muncul adalah adenokarsinoma (kanker dari jaringan kelenjar) pankreas yang mencakup 80-90% dari keganasan pankreas. Jenis kanker eksokrin lainnya meliputi kanker sel asinar, kanker kista (kistadenokarsinoma), dan tumor pseudopapillary padat. Tumor saraf endokrin (neuroendokrin), sementara itu, mungkin “berfungsi”, dan dapat menghasilkan gejala-gejala yang terkait dengan hormon yang dihasilkan. Jenis tumor ini biasanya memiliki tingkat keberlangsungan hidup yang lebih baik dibandingkan dengan tumor pada pankreas eksokrin.

Penyebab Kanker Pankreas

Penyebab kanker pankreas belum diketahui secara pasti, meskipun beberapa penelitian menemukan bahwa sejumlah faktor genetik dan lingkungan ikut terlibat di dalamnya.

Kebiasaan merokok merupakan faktor signifikan bagi perkembangan kanker pankreas. Rokok dan tembakau dihubungkan sebagai risiko besar bagi kondisi ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para perokok berisiko terkena kanker pankreas dua kali lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak merokok.

Pasien dengan intoleransi glukosa, diabetes melitus dan radang pankreas (pankreatitis) menahun juga memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker pankreas. Faktor lain yang dikaitkan dengan kondisi ini adalah kegemukan.

Pasien dengan riwayat keluarga dengan kanker pankreas, terutama pada kerabat tingkat pertama, memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terjangkit penyakit ini. Beberapa sindrom turunan, seperti sindrom Lynch dan neoplasia endokrin ganda atau Multiple Endocrine Neoplasia (MEN), juga sering dihubungkan dengan kanker pankreas.

Gejala Utama Kanker Pankreas

Gejala awal dari kanker pankreas tidak begitu terperinci, sehingga penyakit ini sangat sulit untuk didiagnosa pada stadium awal. Gejala-gejala yang umum terjadi antara lain rasa mual, hilangnya selera makan, turunnya berat badan, dan kelelahan.

Gejala klasik dari kanker pankreas adalah penyakit kuning tanpa rasa sakit. Hal ini terjadi ketika tumor terletak pada kepala dari pankreas dan menyebabkan gangguan pada saluran empedu. Pasien juga dapat mengalami gatal-gatal dan menguningnya kulit dan mata. Gejala-gejala lain termasuk penggelapan pada air seni pasien dan tinja yang biasanya berwarna lebih terang.

Ketika tumor terletak pada bagian pankreas yang lain, atau ketika tumor telah berukuran cukup besar, maka pasien kemungkinan mengalami sakit perut. Sakit perut juga kemungkinan terjadi ketika tumor menyebar ke saraf-saraf di sekitar pankreas. Rasa sakit yang ditimbulkan dari kanker pankreas biasanya terletak di area dinding perut di atas pusar (epigastrium) dan seringkali menjalar hingga ke punggung. Rasa sakit tersebut biasanya akan jauh lebih terasa setiap habis makan dan pada malam hari, dan akan semakin parah jika penderita berbaring telentang.

Pasien dengan kanker pankreas dapat memiliki gejala-gejala gangguan penyerapan gizi (malabsorpsi). Mereka juga dapat menderita diare dan tinja berminyak serta cepat kenyang jika tumor sudah semakin besar dan menyebabkan gangguan.

Kanker pankreas juga sering dianggap sebagai permulaan dari diabetes pada pasien berusia lanjut. Gejala-gejala umum dari diabetes adalah perasaan haus dan lapar sepanjang waktu serta kencing lebih sering dari seharusnya.

Siapa yang Sebaiknya Ditemui dan Jenis Pengobatan yang Tersedia

Pasien dengan gejala-gejala di atas sebaiknya berkonsultasi dengan segera. Dokter Anda mungkin mungkin akan meminta Anda untuk melalui serangkaian pemeriksaan darah, terutama tanda-tanda tumor seperti CA 19-9. Anda juga mungkin diharuskan untuk melakukan pemeriksaan lainnya, seperti USG perut atau CT scan, agar dokter Anda dapat membuat diagnosa yang tepat. Jika Anda menemukan tumor pada pankreas Anda, pemeriksaan tersebut akan sangat berguna untuk membantu dokter menentukan apakah tumor jinak atau tumor ganas, tingkatan kanker, dan apakah tumor tersebut dapat diangkat melalui pembedahan atau tidak.

Tingkat dari penyakit yang diderita kemudian akan menentukan metode pengobatan yang diberikan. Jika tumor tersebut dapat diangkat, maka Anda akan dianjurkan untuk menjalani pembedahan. Di beberapa rumah sakit, sebuah tim khusus dipersiapkan untuk menangani masalah kanker pankreas, yang melibatkan para ahlibedah, ahli endokrinologi, dan dokter kanker. Jika Anda memiliki kanker pankreas, maka sebaiknya Anda memeriksakan diri Anda di rumah sakit besar yang memiliki tenaga ahli kanker pankreas dan kemoterapi.

Pembedahan tetap merupakan metode utama dalam pengobatan kanker. Bedah kuret untuk kanker pankreas, sayangnya, hanya dapat dilakukan terhadap 20% dari total penderita yang didiagnosa memiliki kondisi tersebut, terutama pada pasien yang telah terdiagnosa secara dini. Bagi pasien yang memiliki tumor yang bisa dihilangkan melalui pembedahan dan terletak pada bagian kepala pankreas, maka pasien akan menjalani pankreatikoduodenektomi atau tindakan Whipple. Dalam tindakan ini, pankreas dan semua pelengkapnya akan dihilangkan, dan perut serta duktus sistikus yang terhubung dengan usus halus. Bagi pasien yang memiliki tumor yang bisa dihilangkan melalui pembedahan dan terletak pada ujung pankreas, maka pankreatektomi distal akan dianjurkan oleh dokter Anda. Kemoterapi biasanya diberikan setelah pembedahan untuk meminimalisir risiko kambuhnya penyakit tersebut.

Dalam kasus dimana tumor berukuran terlalu besar untuk dapat dibuang, maka bedah paliatif mungkin dilakukan untuk meringankan serta memperlambat gejala-gejala dari penyakit tersebut. Kemoterapi juga dapat diberikan untuk memperpanjang jangka hidup serta meningkatkan kualitas hidup pasien. Terapi radiasi juga mungkin diberikan. Bagi pasien yang terdiagnosa pada tingkat lanjut, maka perawatan paliatif, yang berfokus pada pengendalian rasa sakit, dapat menjadi salah satu pilihan.

Referensi:

Temukan klinik/dokter yang telah terverifikasi

Kami menyediakan layanan gratis untuk pasien mencari, menelusuri, dan membandingkan perawatan medis berkualitas di Asia

Cari klinik/dokter
Ingin mendapatkan estimasi biaya dari klinik yang terverifikasi?