Definisi dan Ringkasan

Kanker paru adalah suatu kondisi yang ditandai dengan adanya tumor ganas pada jaringan paru. Kanker paru dikenal sebagai karsinoma pulmoner atau karsinoma paru. Terdapat dua jenis kanker paru: karsinoma paru sel kecil (SCLC) dan karsinoma paru non-sel kecil (NSCLC).

Mayoritas kanker paru disebabkan oleh merokok dalam jangka waktu lama, tetapi di beberapa kasus dapat juga terjadi pada orang yang tidak merokok (tetapi terpapar asap rokok). Penelitian menunjukkan bahwa perkembangan kanker paru juga dapat dipengaruhi oleh faktor genetik dan paparan berbagai zat kimia dan polusi udara.

Kanker paru merupakan penyebab utama kematian pada laki-laki dan perempuan di dunia, dan mungkin salah satu kanker yang berakibat paling fatal. Di Amerika Serikat, 16.8% pasien kanker paru dapat bertahan hidup sekitar lima tahun setelah terdiagnosis. Namun, di Negara berkembang, secara signifikan hasilnya menujukkan lebih rendah. Data resmi mengkonfirmasi bahwa kanker paru membunuh sekitar satu setengah juta orang tiap tahunnya, per 2012.

Karsinoma paru dapat dikategorikan dalam beberapa “tahap” yang mengacu pada tingkat penyebaran jaringan kanker. Pengobatan untuk kanker paru, termasuk operasi, obat-obatan (kemoterapi), dan terapi radiasi.

Penyebab Kondisi

Perkembangan dan terjadinya kanker paru disebabkan oleh faktor berbeda, dan merokok diidentifikasi sebagai penyebab utama. Penelitian menunjukkan bahwa asap rokok memiliki lebih dari tujuh puluh zat karsinogen atau zat yang menyebabkan kanker. Di negara maju, mayoritas kematian akibat kanker paru (sekitar sembilan puluh persen pada laki-laki dan tujuh puluh persen pada perempuan) disebabkan oleh merokok. Selain merokok, perokok pasif, atau bekas asap rokok, juga menghasilkan kanker paru. Dalam beberapa penelitian, ditemukan bahwa perokok pasif lebih berbahaya daripada perokok aktif.

Sebuah studi pada tahun 2014 mengungkapkan bahwa orang yang merokok ganja atau marijuana, berada pada risiko kanker paru. Seperti asap rokok, marijuana juga memiliki banyak zat karsinogen. Akan tetapi, studi lain menyatakan bahwa hanya perokok marijuana berat yang berisiko, sedangkan perokok ganja ringan atau sedang tidak secara signifikan berisiko.

Gas radon adalah zat lain yang dapat menyebabkan kanker paru. Gas berbau dan tidak berwarna ini merupakan hasil kerusakan radium. Hal ini akan mengionasi materi genetik yang dapat menyebabkan mutasi yang menyebabkan perkembangan sel-sel kanker. Di Amerika Serikat, gas radon merupakan penyebab kedua tertinggi pada kanker paru, setelah asap rokok. Asbes, zat yang digunakan dalam banyak isolasi dan bahan konstruksi di masa lalu, juga merupakan penyebab umum dari kanker paru.

Penelitian menunjukkan bahwa paparan polusi udara dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker paru. Polusi udara dapat berupa nitrogen dioksida, lalu lintas asap knalpot, dan asap dari pembakaran arang, kayu, sisa tanaman, atau hewan.

Pekerjaan seseorang juga dapat meningkatkan risiko kanker paru. Misalnya, paparan beberapa logam, termasuk aluminium, arsen, besi meleleh, nikel, kadmium, berilium, dan kromium dapat meningkatkan risiko kanker paru, karena asap tersebut bersifat karsinogenik. Orang-orang yang bekerja di industri yang memproduksi karet dan produk kaca juga berisiko terkena penyakit ini.

Akhirnya, genetika juga dapat memainkan peran penting dalam perkembangan kanker paru. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang memiliki kerabat dengan penyakit ini dua kali lebih berisiko untuk juga mengalami kanker paru.

Gejala Utama

Gejala kanker paru dapat meliputi:

  • Batuk
  • Sesak napas dan mengi
  • Penurunan berat badan yang signifikan
  • Kuku tabuh
  • Mudah lelah
  • Nyeri dada
  • Nyeri pada tulang
  • Kesulitan menelan
  • Obstruksi vena cava superior atau vena besar bertanggung jawab untuk membawa darah ke jantung.
  • Kesulitan bernapas
  • Kanker paru metastatis dapat menyebabkan gejala neurologis, seperti kelemahan pada tungkai, kejang, sakit kepala, dan pingsan.

Pada Siapa Merujuk

Sebagian besar waktu, gejala yang tercantum di atas tidak mudah menunjukkan kanker paru. Bahkan, sebagian besar kasus yang ditemukan saat pasien menjalani radiografi dada. Pasien yang menderita kanker paru biasanya berkonsultasi dengan dua atau lebih dokter. Onkolog atau spesialis kanker biasanya yang paling sering. Rumah sakit besar memiliki departemen kanker sendiri, dengan setidaknya satu onkologi yang mengkhususkan diri dalam kanker paru. Seorang ahli radiologi juga penting, serta ahli bedah toraks yang melakukan prosedur yang diperlukan untuk menghapus pertumbuhan kanker di paru-paru pasien.

Jenis Perawatan yang Tersedia

Perawatan dan metode manajemen untuk kanker paru tergantung pada keparahan kondisi dan kesehatan pasien. Pengobatan kanker paru umum termasuk kemoterapi, operasi, terapi radiasi, dan perawatan paliatif.

  • Pembedahan melibatkan penghapusan lobus paru, biasanya diresepkan untuk pasien yang menderita tahap awal NSCLC. Prosedur bedah dikenal sebagai lobektomi dan dapat dilakukan sebagai lobektomi penuh atau reseksi baji.

  • Kemoterapi akan tergantung pada jenis tumor ditemukan. SCLC biasanya diobati dengan kombinasi terapi radiasi dan kemoterapi, sedangkan penderita NSCLC diberi kemoterapi saja sebagai bentuk pengobatan lini pertama.

  • Radioterapi sering diresepkan dengan kemoterapi, biasanya untuk pasien yang tidak cukup sehat untuk perawatan bedah.

  • Perawatan paliatif biasanya pengobatan tambahan atau pelengkap untuk pasien yang menjalani kemoterapi.


Referensi:

  • Organisasi Kanker Paru - https://www.lungcancer.org/
  • National Cancer Institute - https://cancer.gov/
Bagikan informasi ini: