Apa itu Kanker Payudara?

Kanker payudara adalah istilah yang mengacu pada kanker yang berkembang dari jaringan payudara. Kebanyakan orang percaya bahwa kanker payudara hanya diderita oleh perempuan, tetapi sebenarnya laki-laki juga dapat menderita penyakit ini.

Kanker jenis ini memiliki tahapan berbeda, mulai dari kanker yang terdeteksi dini sehingga dapat disembuhkan, sampai kanker payudara metastatik yang lebih serius. Delapan puluh persen dari kanker payudara pada pasien perempuan seringkali didiagnosis ketika pasien tersebut menyadari adanya benjolan yang mencurigakan pada satu atau kedua belah payudara. Di sisi lain, kanker payudara metastatik biasanya menyebar ke berbagai bagian tubuh (selain dari tempat kanker tersebut berasal yaitu payudara). Sehingga, menyebabkan kanker otak, tulang, hati, dan paru-paru.

Penyebab Kanker Payudara

Penyebab kanker payudara adalah perkembangan sel kanker di dalam jaringan payudara. Meskipun begitu, ada banyak faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena penyakit ini. Yang termasuk ke dalam faktor-faktor tersebut adalah usia lanjut dan gaya hidup yang tidak sehat.

Paparan radiasi dan bahan kimia (seperti pestisida, hidrokarbon aromatik polisiklik, bifenil poliklorinat, dan pelarut organik) juga telah terbukti dapat meningkatkan risiko pasien terkena kanker payudara.

Faktor risiko lainnya adalah gen. Dari lima persen kasus kanker payudara, gen terbukti menjadi penyebab sindrom kanker payudara dan indung telur yang keturunan. Hal ini disebabkan oleh mutasi pada gen, yaitu gen BRCA1 dan BRCA2.

Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa kondisi medis yang menyebabkan perubahan pada payudara, seperti karsinoma lobular in situ dan hiperplasia duktus atipikal, juga meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit ini.

Gejala Kanker Payudara

Selama tahap awal kanker payudara, gejala yang timbul sangat jarang terjadi atau bahkan tidak ada. Seiring dengan berjalannya waktu, tumor payudara akan mulai berkembang. Beberapa tanda-tanda tumor yang dapat muncul adalah:

  • Pembengkakan atau benjolan di daerah ketiak atau sekitar tulang selangka yang tidak wajar.

  • Benjolan di payudara yang mungkin muncul sebelum atau selama periode menstruasi, namun tidak hilang setelah periode menstruasi. Benjolan ini seringkali tidak disertai dengan rasa sakit, tetapi dalam beberapa kasus, benjolan ini akan memberikan sensasi menusuk bila ditekan. Pada kebanyakan kasus, benjolan ini akan terasa lebih tebal dibandingan dengan bagian payudara yang lain. Pada beberapa pasien kanker payudara, benjolan sudah ada (dan hanya dapat dilihat melalui mammogram) bahkan sebelum benjolan tersebut teraba atau terlihat oleh mata telanjang.

  • Munculnya lekukan pada payudara, yang biasanya menandakan bahwa tumor ada tetapi tidak mudah untuk dilihat atau dirasakan.

  • Terlihat dan bertahan perubahan tekstur, ukuran, suhu, dan kontur payudara.

  • Tekstur payudara menjadi seperti kupasan jeruk, dikenal sebagai peau d'orange, merupakan indikator umum dari kanker payudara yang meradang. Gejala lain termasuk inversi putting payudara, kemerahan, sensasi hangat yang tidak biasa, pembengkakan, gatal, dan nyeri pada payudara.

  • Payudara yang satu menjadi jauh lebih rendah atau lebih besar dari yang lain.

  • Puting payudara mengeluarkan sesuatu

  • Perubahan pada kulit payudara seperti munculnya eksim, perubahan warna, dan pengelupasan pada kulit putting payudara.

  • Peningkatan sensitivitas dan sensasi geli atau sensasi terbakar di payudara.

  • Gejala non-spesifik yang meliputi penurunan berat badan, nyeri pada sendi atau tulang, masalah pada saraf, dan penyakit kuning.

Siapa yang Harus Ditemui

Jika Anda curiga bahwa Anda terkena kanker payudara, Anda harus berkonsultasi dengan dokter keluarga atau dokter umum, yang kemudian akan merujuk Anda untuk melakukan pemeriksaan mammogram atau biopsi payudara. Seorang dokter spesialis kanker payudara, yang biasanya bekerja di departemen onkologi, adalah pilihan yang paling tepat untuk mendiagnosa dan mengobati kondisi ini.

Seorang dokter spesialis kanker payudara bukan sekedar dokter umum karena selain mereka sudah menyelesaikan pendidikan dan pelatihan di bidang kedokteran yang memadai, mereka juga sudah menyelesaikan pelatihan khusus untuk mendiagnosis dan mengobati kanker. Spesialis kanker payudara juga harus melewati ujian standar nasional agar mendapatkan sertifikasi spesialis.

Jenis Pengobatan yang Tersedia

Manajemen kanker payudara memiliki tiga kategori utama: pembedahan, radioterapi, dan obat-obatan.

  • Pembedahan merupakan metode pengobatan kanker payudara yang memerlukan pengangkatan tumor payudara dan jaringan di sekitarnya. Mastektomi, operasi kanker payudara yang paling umum dilakukan. Operasi tersebut melibatkan pengangkatan total satu atau kedua payudara. Lumpektomi, di sisi lain, biasanya merupakan pilihan yang tidak terlalu menyakitkan yang melibatkan penghapusan bagian yang lebih kecil dari payudara. Setelah selesai prosedur, pasien dapat memilih untuk operasi rekonstruksi payudara untuk mengembalikan bentuk daerah yang terkena kanker.

  • Obat dapat diresepkan sebagai bagian dari terapi pengobatan kanker payudara. Pemberian obat untuk penyakit ini dikenal sebagai terapi adjuvant apabila digunakan berdampingan dengan operasi dan sebagai terapi neoadjuvant bila melibatkan terapi (seperti kemoterapi) sebelum prosedur pembedahan dilakukan. Obat yang diresepkan untuk kanker payudara dapat meliputi antibodi monoklonal dan agen penghalang hormon.

  • Radioterapi merupakan terapi yang biasanya dilakukan setelah operasi. Daerah yang terkena kanker dan kelenjar getah bening yang berada di sekitarnya diberi paparan radiasi untuk menghancurkan sel-sel kanker berukuran mikroskopik yang tidak terangkat oleh operasi.

Rujukan:

  • National Breast Cancer Foundation. https://www.nationalbreastcancer.org/

  • National Cancer Institute. https://www.cancer.gov/

Bagikan informasi ini: