Apa itu Kanker Penis?

Penis adalah organ seksual pria yang terdiri dari kulit, jaringan, otot dan pembuluh darah. Di dalam penis juga terdapat saluran kemih, yang berbentuk tabung yang mengalir dari kandung kemih sampai ke ujung penis. Saluran kemih tidak hanya berfungsi sebagai tempat mengalirnya air seni, tetapi juga air mani, yang membuat penis menjadi bagian sistem kemih dan juga sistem reproduksi.

Penis terdiri dari batang penis, yang merupakan bagian utamanya, dan kepala penis yang juga dikenal sebagai glans. Kepala penis terdiri dari tiga ruang, di mana dua diantaranya disebut sebagai corpora cavemosa yang terletak di bagian atas kepala penis. Sedangkan ruang yang satu lagi disebut corpus spngiosum, yang bentuknya melebar dan membentuk kepala penis, terletak di bawah corpora cavemosa.

Sama seperti bagian tubuh lainnya, penis juga rentan terhadap tumor. Beberapa tumor yang dapat tumbuh pada penis bersifat jinak, tetapi ada juga yang dapat berkembang menjadi kanker. Tumor pada penis dapat tumbuh di bagian mana saja, tetapi tumor yang jinak biasanya tumbuh pada bagian kepala penis atau di kulup penis.

Tumor yang jinak dapat berbentuk condylomas (kutil kelamin) atau bowenoid papulosis. Kedua jenis tumor ini dapat terkena infeksi Human papillomavirus (HPV). Condylomas berbentuk seperti kubis bunga sedangkan bowenoid papulosis berwarna kemerahan atau kecoklatan dan tumbuh di bagian batang penis. Tumor-tumor tersebut sering kali dianggap sebagai tahap awal kanker, tapi biasanya tumor tersebut tidak menjadi masalah. Bahkan, tumor-tumor ini biasanya akan hilang dengan sendirinya tanpa perlu penanganan medis.

Jika tumor bersifat ganas, maka jenisnya dapat diklasifikasikan sebagai karsinoma sel basal, melanoma, karsinoma sel skuamosa, adenokarsinoma, atau sarcoma. 95% dari kanker penis adalah karsinoma sel skuamosa, yang terdiri dari dua tipe : karsinoma verrucous dan karsinoma in situ (CIS).

Penyebab Kanker Penis

Kanker penis jarang terjadi di negara Barat tapi lebih umum ditemukan di Asia, Amerika Selatan, dan Afrika. Penyebab pasti penyakit kanker penis masih belum bisa dipastikan. Namun, seperti jenis kanker lainnya, kanker penis dideteksi dengan adanya sel tubuh yang tumbuh secara abnormal.

Meskipun penyebab pasti kanker penis masih belum bisa ditemukan, para ahli sudah menemukan beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko munculnya kanker penis, seperti HPV, buruknya kebersihan seseorang, hubungan seksual dengan banyak orang, rokok dan produk tembakau lainnya, adanya kulup penis, dan usia.

  • HPV – Infeksi HPV biasanya disebabkan karena hubungan seksual dengan orang yang terkena infeksi HPV. Beberapa jenis HPV terkadang tidak menyebabkan kanker dan dapat hilang dengan sendirinya tanpa penanganan medis. Namun, sebagian jenis lainnya, seperti HPV 16 dan HPV 18, biasanya ditemukan pada pria yang terjangkit kanker penis.

  • Usia – Kanker penis biasanya terjadi pada pria yang berusia di atas 60 tahun.

  • Merokok – Merokok meningkatkan kemungkina terjadinya kanker penis karena zat kimi yang terkandung di dalam rokok, salah satunya benzyrene, yang merupakan sumber kanker.

  • Sunat – Kanker penis lebih sering ditemukan pada pria yang tidak disunat dibandingkan dengan pria yang sudah disunat.

  • Perawatan Psoriasis – Perawatan untuk psoriasis biasanya menggunakan obat yang bernama psoralen dan juga phototherapy. Penelitian menunjukkan bahwa pria yang pernah melakukan perawatan psoriasis memiliki risiko lebih tinggi terjangkit kanker penis.

Gejala Utama Kanker Penis

Kanker penis biasanya memunculkan gejala-gejala berikut ini:

  • Bintil merah pada penis
  • Menutupnya kulup penis
  • Munculnya bau yang tidak sedap dari penis
  • Darah yang muncul dari ujung penis atau dari kulup penis
  • Perubahan warna penis
  • Daging yang tumbuh pada penis yang tidak hilang setelah waktu tertentu
  • Sakit pada bagian perut
  • Penurunan berat badan
  • Kelelalahan
  • Pembengkakan kelenjar getah bening pada daerah perut
  • Tulang yang terasa sakit

Siapa yang Harus Ditemui dan Jenis Pengobatan yang Tersedia

Jika Anda mengalami salah satu gejala di atas, anda perlu segera berkonsultasi kepada dokter keluarga Anda. Jika dokter keluarga Anda curiga akan kemungkinan adanya kanker penis, Anda akan dirujuk ke dokter spesialis kanker untuk diperiksa lebih mendetail.

Untuk mendiagnosa kondisi kanker penis, dokter spesialis kanker biasanya akan melakukan tes darah dan biopsi. Jika dari hasil tes ada indikasi keberadaan kanker penis, tes lanjutan akan dilakukan. Tes lanjutan yang akan dilakukan adalah MRI, CT Scan, tes jaringan dengan jarum kecil, biopsi sentinel lymph node, tes sinar-X, pemindaian tulang, dan PET-CT Scan.

Jika dari hasil tes lanjutan terdapat indikasi keberadaan kanker penis, dokter spesialis kanker akan melakukan beberapa uji tambahan untuk menentukan stadium kanker penis yang diderita. Selanjutnya, rencana perawatan akan dirancang untuk khusus untuk Anda.

Perawatan untuk kanker penis tergantung pada stadium kanker penis yang dialami, biasanya terdiri dari pemakaian obat-obatan, radiotherapy, kemoterapi, dan pembedahan. Tindakan pembedahan biasanya dilakukan adalah sebagai berikut:

  • Glansectomy (pengangkatan kepala penis)
  • Sunat atau circumcision (untuk mengangkat kulup penis)
  • Penectomy (pengangkatan seluruh bagian penis)
  • Lymphadenectomy (pengangkatan kelenjar getah bening)
  • Pembedahan Laser dan cryotherapy
  • Pembedahan Mohs micrographic
  • Pengangkatan langsung dengan menyayat daerah yang terjangkit kanker
    Referensi:

  • National Comprehensive Cancer Network. National Comprehensive Cancer Network Clinical Practice Guidelines in Oncology: Penile cancer. 2012. Version 1.2012.

  • Pettaway CA, Lance RS, Davis JW. Tumors of the penis. In: Wein AJ, ed. Campbell-Walsh Urology. 10th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders; 2011:chap 34.
Bagikan informasi ini: