Definisi dan Gambaran Umum

Kanker indung telur adalah pertumbuhan abnormal pada indung telur (ovarium), kelenjar kelamin perempuan yang memproduksi hormon dan sel telur untuk kepentingan untuk reproduksi. Berdasarkan American Cancer Society, kanker ovarium diperkirakan sekitar 3% dari seluruh kanker dari saluran reproduksi wanita. Kanker ini biasanya dialami oleh wanita pascamenopause (setelah berhenti haid). Rata-rata usia wanita ketika didiagnosis kanker indung telur adalah 63 tahun.

Terdapat beberapa jenis kanker ovarium yang ditemukan berdasarkan lokasi pertumbuhan abnormal. Meliputi kanker epitel ovarium, kanker stroma ovarium, kanker sel germinal ovarium. Dari semua jenis tersebut, kanker ovarium epitel adalah yang paling umum. Jenis tersebut muncul dari sel-sel yang melapisi permukaan ovarium atau yang dikenal dengan epitel ovarium. Kanker stroma ovarium dan kanker sel terminal ovarium adalah jenis yang kurang umum dan kanker tersebut timbul dari kelenjar ovarium itu sendiri. Jenis lainnya adalah tumor ovarium borderline, yaitu secara mikroskopis sel-sel tersebut kanker, tetapi secara klinis, mereka tidak seagresif kanker jenis lainnya.

Penyebab Kondisi

Kanker ovarium disebabkan oleh pertumbuhan (proliferasi) abnormal dari sel-sel indung telur. Genetik diduga terlibat dalam perkembangan jenis kanker. Penelitian menunjukkan bahwa hal ini terkait dengan mutasi atau perubahan dalam gen BRCA. Riwayat keluarga dengan kanker ovarium atau kanker payudara, terutama di tingkat hubungan pertama, seperti ibu atau saudara perempuan Anda, juga meningkatkan risiko untuk pengembangan bentuk kanker. Terdapat juga beberapa faktor lain termasuk menstruasi awal atau terlambat menopause, tidak pernah hamil, dan penggunaan terapi hormon. Di sisi lain, pil kontrasepsi yang diminum atau pil KB dapat menurunkan risiko terkena kanker ovarium.

Gejala Utama

Tanda dan gejala kanker ovarium awalnya tidak khusus. Oleh karena itu, sering terlambat didiagnosis seiring bertumbuhnya penyakit. Pasien dengan kanker ovarium pada awalnya terlihat lemah, lelah, dan mengalami penurunan berat badan. Beberapa pasien juga tercatat mengalami pembesaran abdomen atau perut, dan mungkin mengeluh kembung. Dalam stadium lebih lanjut, pasien biasanya mengalami cepat kenyang atau rasa penuh saat makan sejumlah kecil makanan. Mereka juga mengalami perubahan pada kandung kemih dan usus, seperti darurat kemih atau sembelit. Ini biasanya terjadi ketika massa membesar ke titik yang menekan organ-organ di dekatnya. Gejala lainnya termasuk perdarahan abnormal dari vagina, nyeri perut bagian bawah, pembengkakan tubuh bagian bawah, bahkan kesulitan bernapas.

Pada Siapa Merujuk dan Jenis Perawatan yang Tersedia

Oleh karena penyakit ini biasanya samar, tidak ada gejala khusus pada awalnya, sehingga dibutuhkan kecurigaan yang tinggi untuk menemukan secara dini kanker ovarium. Jika Anda menderita salah satu gejala tersebut, terutama jika gejala berlanjut selama lebih dari dua minggu, maka sebaiknya hubungi petugas kesehatan atau dokter kandungan Anda. Pemeriksaan panggul biasanya dilakukan untuk memeriksa setiap massa. Beberapa pemeriksaan laboratorium juga dilakukan termasuk USG dan tes darah, seperti penanda tumor CA 125.

Biopsi (pengambilan contoh jaringan), serta CT Scan, mungkin dilakukan untuk menemukan penyebaran kanker pada organ di dekatnya. Hal ini juga membantu saat pembedahan. Jika kanker ovarium telah dipastikan, Anda akan dirujuk ke ahli kanker kandungan (onkologi ginekologi) untuk perawatan.

Perawatan kanker ovarium melibatkan gabungan pembedahan dan kemoterapi. Bedah melibatkan pengangkatan kedua ovarium, rahim, dan saluran indung telur. Hal ini dapat mencakup reseksi atau pengangkatan organ terdekat, seperti momentum atau usus jika mereka sudah terkena kanker. Jika penyakit ini terlalu luas untuk pengangkatan sepenuhnya, maka pilihannya adalah debulking tumor (pengangkatan tumor sebanyak mungkin). Semakin sedikit tumor yang tertinggal, semakin baik hasilnya. Bedah kanker ovarium bisa sangat luas.

Sementara itu, kemoterapi dapat diberikan baik sebelum pembedahan (kemoterapi neoadjuvan) untuk mengurangi beban tumor, maupun setelah pembedahan (kemoterapi adjuvan) untuk mengambil semua sel tumor yang tersisa dan mungkin belum terangkat oleh pembedahan saja. Kemoterapi tradisional biasanya dilakukan melalui vena (intravena). Namun, jalur baru untuk kemoterapi dengan menunjukkan hasil yang menjanjikan adalah jalur intraperitoneal, di mana obat-obat kemoterapi berbahan dasar platinum, seperti cisplatin, langsung ditempatkan ke dalam rongga perut.

Ketika kanker ovarium ditemukan sejak dini, kemungkinan bertahan hidup masih cukup tinggi, dengan lebih dari 90% pasien masih hidup setelah lima tahun. Namun, kanker ovarium cenderung menyebar lebih awal sehingga banyak kasus yang ditemukan pada tahap yang lebih lanjut, ketika telah terdapat penyebaran lokal (stadium 3 atau lebih). Pada tahap ini, bahkan dengan pengobatan optimal, tingkat kelangsungan hidup hanya sekitar 50% dalam 5 tahun. Kekambuhan dapat diobati dengan pembedahan dan kemoterapi juga, tergantung sejauh mana penyakit tersebut. Tumor stroma dan tumor sel terminal umumnya memiliki hasil pengobatan (prognosis) yang lebih baik daripada tumor ovarium epitel.

Banyak pasien dengan kanker ovarium memiliki masalah dalam menghadapi penyakit ini dan mengalami depresi. Menemukan orang lain dengan situasi yang sama dan berbagi pengalaman Anda dapat sangat membantu. Kelompok dukungan untuk kanker ovarium berada di seluruh dunia.

Referensi:

  • Ovarian Cancer Institute. https://www.ovariancancerinstitute.org/
  • Ovarian Cancer – National Cancer Institute
Bagikan informasi ini: