Apa itu Kanker Usus Besar: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Cara Mengobati

Apa itu Kanker Usus Besar

Kanker usus besar atau kanker kolon adalah jenis kanker yang berasal dari usus besar (kolon). Biasanya dimulai sebagai polip adenomatous yang kecil, dan bukan berupa kanker. Namun, karena polip ini tumbuh, mereka dapat mengambil sifat kanker. Polip juga dapat terbentuk dalam usus besar, tetapi hanya beberapa inci dari bagian bawah. Dalam kasus ini, kanker ini disebut sebagai kanker kolorektal (usus dan saluran pembuangan).

Gejala Kanker Usus Besar

Ketika kanker usus besar masih dalam tahap awal, mungkin tidak ada gejala sama sekali. Gejala akan muncul setelah kanker berkembang, dan ini dapat mencakup:

Kapan Menemui Dokter Anda

Jika Anda mulai memperhatikan frekuensi satu atau lebih gejala yang dijelaskan di atas, Anda harus ke dokter Anda untuk menjalani penapisan/pemeriksaan kanker usus besar. Ini juga akan menjadi keputusan cerdas untuk menjalani jenis penapisan kanker jika Anda berusia 50 tahun ke atas, bahkan jika Anda tidak melihat salah satu gejala. Ingatlah bahwa kanker usus besar pada tahap awal mungkin tidak menampakkan gejala apa pun. Anda juga harus menjalani penapisan kanker usus besar jika Anda memiliki riwayat kanker dalam keluarga Anda.

Penyebab Kanker Usus Besar

Penyebab kanker usus besar belum ditemukan sampai saat ini, hanya cara mereka menyebar. Sel-sel tubuh yang sehat perlu tumbuh dan membelah sehingga tubuh terus menjadi sehat. Namun, proses ini tidak hanya terjadi pada sel yang sehat, bahkan sel-sel yang rusak akan terus membelah dan menyebar. Ini adalah bagaimana sel-sel kanker menyebar ke organ lain.

Kanker usus besar juga dapat diturunkan, itulah mengapa Anda harus berkonsultasi dengan dokter Anda tentang hal ini jika ada riwayat penyakit ini dalam keluarga. Kanker usus besar yang diturunkan mempunyai dua bentuk; Familial Poliposis Adenomataus (FAP), dan Hereditary Nonpolyposis Colorectal Cancer (HNPCC). Tipe FAP sedikit lebih memprihatinkan karena orang dengan jenis kanker ini biasanya dapat mempunyai ribuan polip, dan salah satu dari mereka bisa berubah menjadi kanker sebelum seseorang mencapai 40.

Apakah Anda Beresiko?

Kanker usus besar memiliki beberapa faktor resiko yang terkait dengannya. Ini termasuk berat badan berlebih (obesitas), merokok, diabetes, gaya hidup, konsumsi alkohol, terapi kanker radiasi, pola makan rendah serat, riwayat keluarga, penyakit radang usus, dan usia tua. Jika Anda memiliki satu atau lebih dari faktor-faktor ini, risiko Anda lebih tinggi mengalami kanker jenis ini.

Siapa yang Harus Anda Temui

Dokter pertama yang harus Anda temui jika Anda menyadari salah satu gejala atau jika Anda khawatir karena memiliki faktor risiko dan ingin menjalani penapisan kanker adalah dokter umum Anda. Dokter Anda akan menilai situasi dan merujuk Anda ke dokter spesialis. Dokter spesialisnya bisa merupakan seorang ahli pencernaan (spesialis penyakit pencernaan), seorang ahli onkologi (spesialis kanker), ahli bedah, atau ahli onkologi radiasi (mengkhususkan diri dalam pengobatan kanker radiasi).

Dokter Anda mungkin akan mengajukan beberapa pertanyaan, seperti jika Anda sudah mendapati gejala apapun, ketika Anda pertama kali mulai melihat gejalanya, atau jika Anda memiliki riwayat keluarga. Pastikan bahwa Anda siap dengan jawaban.

Apa yang Diharapkan

Dokter atau spesialis Anda kemudian akan melakukan tes untuk memeriksa. Tes ini biasanya mencakup peneropongan usus (kolonoskopi), atau CT colonoscopy. Dalam tes kolonoskopi, dokter akan melihat bagian dalam usus besar dan rektum menggunakan tabung panjang dan ramping dengan kamera video. Dokter kemudian mungkin ingin mengambil contoh jaringan jika ada sesuatu yang mencurigakan di daerah tersebut. CT Colonoscopy membuat penggunaan gambar virtual dan sebagian besar disarankan untuk orang-orang yang tidak mampu untuk menjalani kolonoskopi biasa.

Stadium Kanker Usus besar

Jika dokter Anda menegaskan bahwa Anda memiliki kanker usus besar, tindakan pertama adalah untuk menentukan stadium kanker.

Terapi

Setelah dokter Anda telah menentukan stadium kanker, langkah selanjutnya adalah membuat rencana pengobatan kanker usus besar. Jika kanker masih dalam tahap awal (stadium I) ada kemungkinan bahwa kanker itu dapat dihilangkan selama dilakukannya kolonoskopi. Jika tidak, dokter akan perlu untuk menyarankan tindakan bedah lubang kunci (laparoskopi).

Jika kanker telah mencapai stadium II, dokter mungkin akan menganjurkan kolektomi parsial, tindakan yang akan membuang bagian usus Anda yang memiliki kanker.

Jika kanker ditentukan berada di stadium lanjut, atau ketika kanker sudah mulai menyumbat usus Anda, pembedahan akan membuang sumbatan, tetapi hanya untuk mengurangi gejala. Untuk mengobati kanker, dokter akan menyarankan kemoterapi, terapi radiasi, atau terapi obat yang ditargetkan. Sangat penting untuk memahami bahwa tidak ada metode pengobatan kanker usus besar stadium lanjut datang dengan jaminan. Setiap metode memiliki kelebihan, kekurangan dan risiko yang Anda harus sadari sebelum memutuskan untuk menjalani pengobatan. Anda harus bertanya kepada dokter Anda apa risiko tersebut.

Pencegahan

Karena penyebab pasti dari kanker usus besar belum ditemukan, tidak ada cara untuk mencegahnya. Namun, Anda dapat mengurangi risiko memiliki jenis kanker ini dengan menerapkan perubahan gaya hidup sederhana. Hal ini dapat termasuk, meningkatkan asupan buah-buahan, biji-bijian, dan sayuran, mengurangi asupan alkohol Anda, berhenti merokok, meningkatkan latihan sehari-hari, dan menjaga berat badan ideal Anda. Telah diduga bahwa kanker juga merupakan hasil dari tingginya tingkat racun dalam tubuh. Antioksidan dapat memainkan peran penting dalam mencegah terjadinya kanker, baik yang berasal dari usus atau bagian tubuh lainnya.

Temukan klinik/dokter yang telah terverifikasi

Kami menyediakan layanan gratis untuk pasien mencari, menelusuri, dan membandingkan perawatan medis berkualitas di Asia

Cari klinik/dokter
Ingin mendapatkan estimasi biaya dari klinik yang terverifikasi?