Apa itu Kardiomiopati?

Kardiomiopati adalah istilah umum untuk setiap adanya kelainan yand terdeteksi pada otot jantung (otot kardiak).

Tubuh kita memiliki tiga jenis otot, otot tulang, otot halus, dan otot kardiak. Otot kardiak adalah yang paling unik di antara semuanya, karena otot tersebut hanya ditemukan pada satu organ saja, yaitu jantung.

Di sisi lain, jantung adalah organ berotot yang terletak di antara paru-paru. Jantung terdiri dari empat ruang, yang juga dikenal sebagai bilik dan serambi, serta katupnya. Jantung terhubung dengan pembuluh darah, yaitu pembuluh darah arteri dan pembuluh darah vena. Pembuluh darah vena mengalirkan darah dari seluruh tubuh ke jantung, sedangkan pembuluh darah arteri mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Untuk membuat tubuh berfungsi secara normal, terutama pada peredaran darah, jantung perlu memompa darah sebanyak seratus ribu kali setiap harinya. Dan untuk melakukannya, jantung sangat bergantung kepada otot kardiak.

Otot ini bergerak otomatis dan tanpa diperintah. Meskipun seseorang melakukan sesuatu yang lain atau bahkan ketika jantung harus disokong alat pacu jantung, otot jantung tetap akan bekerja.

Namun, karena penyebab yang tidak diketahui, otot jantung dapat berubah ukuran dan bentuknya. Otot-otot tersebut dapat mengeras (restriktif), membesar, atau menebal (hipertropik). Ada juga beberapa jenis cardiomyotaphy lainnya yang tidak termasuk di kategori tersebut. Dalam beberapa kasus yang lebih langka ditemukan, bilik kanan jantung dapat terluka atau bahkan ada kalanya jaringan yang luka menggantikan jaringan yang sehat, kondisi yang disebut ARVD (arrhythmogenic right ventricular dysplasia).

Apapun jenis kelainan otot jantungnya, jantung akan kehilangan kemampuan untuk memompa darah dengan lebih efektif. Kelainan ini juga dapat menyebabkan detak jantung yang tidak normal, yang juga biasa disebut sebagai arrhythmia.

Meskipun banyak orang yang mengalami kardiomiopati dapat hidup normal, kondisi ini dapat menyebabkan gagal jantung dan berbagai macam penyakit cardiovascular lainnya jika tidak dimonitor dan dirawat dengan baik.

Penyebab Kardiomiopati

Sampai saat ini, para ahli jantung belum bisa menemukan penyebab utama terjadinya kardiomiopati. Namun, ada berbagai macam faktor yang dianggap dapat meningkatkan risiko kardiomiopati.

Pertama, kardiomiopati dapat juga diidap karena kondisi tertentu atau karena pengaruh keturunan. Jika penyakit ini diidap karena kondisi tertentu, ada kemungkinan kardiomiopati terjadi karena penyakit atau gejala tertentu, seperti tekanan darah tinggi. Di sisi lain, beberapa penelitian menunjukkan bahwa risiko seseorang mengidap kondisi ini akan lebih tinggi jika ada salah satu anggota keluarga yang didiagnosa mengidap kondisi ini. Meskipun demikian, ini hanya berarti bahwa seseorang hanya memiliki pola yang memungkinkan mengidap ini secara genetis, bukan berarti orang tersebut otomatis akan mengidap kardiomiopati juga.

Pada segi usia dan jenis kelamin, kondisinya berbeda-beda tergantung jenis kardiomiopati. Untuk kardiomiopati di mana otot jantung melebar, umumnya terjadi pada pria dan wanita yang berusia di antara 20 – 60 tahun. Namun, kemungkinan pertumbuhan kardiomiopati hipertropis (penebalan otot jantung) sama besarnya untuk semua jenis kelamin dan semua rentang usia. Sedangkan pengerasan otot jantung lebih sering ditemukan pada orang berusia lanjut. Kondisi ini jarang ditemukan pada anak-anak, tetapi jika ada anak-anak yang didiagnosa menderita kardiomiopati, maka penyebabnya tidak bisa ditentukan dan biasanya dianggap sebagai pengaruh keturunan.

Penyebab kardiomiopati lainnya adalah:

  • Gaya hidup yang termasuk merokok dan meminum minuman beralkohol
  • Infeksi, baik bakteri maupun virus, yang menyerang otot jantung
  • Kelainan jantung lainnya
  • Serangan jantung yang pernah diderita
  • Penyakit yang menyerang hati dan kelenjar gondok
  • HIV dan AIDS
  • Terpapar dengan jenis racun dan obat tertentu, seperti obat kemoterapi
  • Obat-obatan ilegal seperti amfetamin
  • Pola makan yang buruk dan obesitas
  • Diabetes dan berbagai jenis penyakit atau sindrom metabolisme lainnya
  • Penyakit lainnya yang langsung mempengaruhi jantung, seperti penimbunan zat besi (hemkromatosis) atau penimbunan protein (amyloidosis).

Gejala Utama Kardiomiopati

  • Kesulitan bernapas
  • Merasa kelelahan meskipun sedang istirahat atau tidak melakukan aktivitas berat
  • Edema (bengkak pada pergelangan kaki, atau pada kaki karena penimbunan cairan)
  • Arrhytmia (debar jantung yang tidak normal)
  • [Nyeri dada] (https://www.docdoc.com/id/id/info/condition/nyeri-dada)
  • Pingsan yang terjadi beberapa kali
  • Kepeningan atau kebingungan
  • Kepala tidak fokus

Meskipun terjadi perubahan pada otot jantung, seseorang masih tetap tidak menderita gejala apapun yang bisa dideteksi. Terkadang, gejalanya masih sangat lemah sehingga pasien tidak terlalu memperhatikannya.

Siapa yang Harus Ditemui & Jenis Pengobatan yang Tersedia

Ahli kardiologi adalah pilihan yang paling tepat untuk melakukan diagnosa, merawat, dan menangani kardiomiopati. Karena untuk menentukan keberadaan penyakit ini tidak bisa dilakukan dalam satu kali pengujian, para ahli biasanya melakukan beberapa jenis pengujian untuk membuat diagnosis yang lebih akurat.

Biasanya, dokter akan memulai dengan melihat riwayat medis dan riwayat penyakit keluarga dari pasien. Kemudian, pengujian fisik dengan menggunakan stetoskop untuk mendengar detak jantung dan jenis suara detak jantungnya. Pengujian lain yang biasa dilakukan adalah dengan uji tekanan, yang dilakukan dengan mengukur kekuatan jantung dan melihat apakah jantung dapat bertahan untuk melakukan jenis aktivitas tertentu. Seseorang yang memiliki masalah jantung biasanya tidak dapat bertahan lama dalam jenis pengujian seperti ini. Electrocardiogram juga mungkin akan digunakan untuk membuat gambar santir jantung pasien, termasuk bentuk dan ukurannya dengan menggunakan gelombang suara yang dipantulkan. EKG juga akan digunakan untuk memonitor aktivitas elektrik jantung. Semua tes yang dilakukan ini berisiko rendah. Di sisi lain, sinar-X untuk dada juga mungkin digunakan untuk menunjukkan gambaran kasar jantung pasien, sedangkan kateter kardio juga dapat digunakan untuk melihat bagaimana darah mengalir melalui ruang-ruang pada jantung.

Jika kardiomiopati dikonfirmasi keberadaannya, langkah berikut yang selayaknya perlu diambil, yaitu:

  • Hidup dengan gaya hidup yang lebih sehat. Salah satunya dengan menghindari merokok dan meminum minuman beralkohol. Penting juga tidak hanya meringankan berat badan, tetapi juga mempertahankan jumlah lemak tubuh di rentang yang ideal. Edema atau gumpalan cairan berlebih juga dapat dikontrol dengan mengurangi konsumsi makanan yang memiliki kandungan sodium yang tinggi.

  • Minum obat-obatan. Tujuan mengonsumsi obat-obatan adalah untuk mengendalikan terjadinya gejala dan faktor risiko lain yang berkaitan dengan kardiomiopati, seperti tekanan darah tinggi dan juga detak jantung yang tidak normal.

Pembedahan juga dapat menjadi pilihan jika gejala yang dialami semakin parah, jantung yang sudah terlalu rusak, atau obat-obatan tidak terlalu membantu pasien. Selama pembedahan, sebuah alat seperti alat pacu jantung akan ditanamkan ke tubuh pasien. Transplantasi jantung juga dapat dipertimbangkan jika organ jantung sudah digerogoti penyakit sampai ke tingkat yang parah.

Rujukan:

  • Shammas NW, Padaria RF, Coyne EP. Pericarditis, myocarditis, and other Cardiomyopathies. Prim Care Clin Office Pract. 2013;40:213-236.

  • Hare JM. The dilated, restrictive, and infiltrative cardiomyopathies. In: Bonow RO, Mann DL, Zipes DP, Libby P, eds. Braunwald's Heart Disease: A Textbook of Cardiovascular Medicine. 9th ed. Philadelphia, PA: Saunders Elsevier; 2011:chap 68.

  • Wexler RK, Elton T, Pleister A, Feldman D. Kardiomiopati: An overview. Am Fam Physician. 2009;79:778-784.

Bagikan informasi ini: