Apa itu Kehamilan yang Tidak Diinginkan?

Berdasarkan statistik, hampir separuh dari kehamilan yang terjadi setiap tahunnya adalah kehamilan yang tidak direncanakan atau tidak diinginkan. Kehamilan yang tidak diinginkan pasti akan menyulitkan wanita. Bagaimana ia menangani situasi ini akan sangat bergantung pada usia, keseimbangan emosional, dan dukungan yang ia dapatkan selama masa yang sulit ini.

Dalam beberapa kasus, kehamilan mungkin bukanlah masalah satu-satunya. Faktor lain, seperti penyakit, dapat memperumit situasi. Untungnya, saat ini sebagian besar wanita sudah memiliki banyak pilihan dalam menghadapi kehamilan yang tidak diinginkan.

Wanita yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan harus mengetahui pilihan jalan keluar yang tersedia dan mereka harus mempelajari setiap pilihan sebelum membuat keputusan akhir. Harus dipahami bahwa walaupun banyak pilihan yang akan dibahas dalam artikel ini dapat ditemukan di banyak negara, namun ada juga beberapa pilihan yang tidak bisa didapatkan di beberapa negara. Faktor lainnya, seperti kepercayaan agama dan hukum dapat membatasi pilihan yang bisa dilakukan oleh wanita.

Penyebab Kehamilan yang Tidak Diinginkan

Ada jutaan wanita di seluruh dunia yang tidak dapat hamil. Namun, ada lebih banyak wanita yang memiliki sistem reproduksi yang normal dan dapat bekerja pada waktu yang tepat. Kehamilan yang tidak diinginkan dapat terjadi apabila sistem reproduksi bekerja saat seorang wanita tidak merencanakan atau ingin hamil.

Hal ini dapat terjadi karena berbagai alasan, seperti berhubungan seksual tanpa alat kontrasepsi, pemerkosaan, atau kesalahan perhitungan dalam teknik perencanaan keluarga. Sampai saat ini, belum ada alat kontrasepsi atau teknik perencanaan keluarga yang efektif 100%. Beberapa metode mungkin lebih efektif dibandingkan metode lain, namun tidak ada yang dapat memberikan jaminan 100%.

Gejala Utama Kehamilan yang Tidak Diinginkan

Wanita yang sebelumnya pernah hamil akan dapat mengetahui tanda-tanda kehamilan. Namun, gejala kehamilan yang dialami setiap wanita akan berbeda, oleh karena itu beberapa wanita mungkin akan mengalami gejala kehamilan sedangkan wanita lainnya tidak akan mengalami gejala atau mengalami gejala yang berbeda. Selain itu, banyak gejala kehamilan dini yang mirip dengan menstruasi. Beberapa wanita mungkin mengira gejala kehamilan sebagai menstruasi dan tidak menyadari bahwa mereka sedang hamil.

Harus diingat bahwa walaupun berikut ini adalah gejala kehamilan yang umum, namun gejala-gejala berikut tidak memastikan kehamilan. Kehamilan dapat dipastikan melalui tes kehamilan.

Tanda dan gejala kehamilan biasanya terjadi ketika sel telur yang subur telah melekat pada rahim.

  • Kram pada vagina dan pendarahan vagina di selang menstruasi – Salah satu pertanda awal dari kehamilan adalah kram pada vagina, yang sangat mirip dengan kram yang dialami wanita sebelum menstruasi. Sedangkan pendarahan vagina di selang menstruasi, yang juga dikenal sebagai pendarahan implantasi, akan terjadi setelah sel telur sudah dibuahi. Selain bercak darah, wanita juga kemungkinan akan menyadari adanya cairan vagina yang putih dan tebal atau keputihan.

  • Payudara yang bertambah besar – Wanita hamil akan mengalami perubahan hormon selama kehamilan. Salah satu efek dari perubahan hormon adalah pembesaran payudara, terutama di bagian hitam di sekitar puting payudara, yang bernama areola.

  • Morning sickness – Wanita hamil biasanya akan mengalami morning sickness, yaitu pusing, mual, muntah yang biasanya terjadi pada pagi hari. Namun morning sickness tidak dialami oleh semua wanita. Banyak yang percaya bahwa kondisi ini disebabkan oleh perubahan hormon, namun penyebab pastinya belum diketahui.

  • Tidak menstruasi – Biasanya wanita hamil akan melewatkan satu siklus menstruasi setelah kehamilan. Namun, menstruasi yang terlambat bukan berarti seorang wanita pasti hamil. Keterlambatan menstruasi dapat disebabkan oleh banyak faktor dan gangguan kesehatan, seperti sindrom ovarium poliklistik.

  • Sering ingin buang air kecil – Walaupun kondisi ini bukanlah salah satu pertanda awal dari kehamilan, kondisi ini nantinya akan terjadi. Penyebab utama dari kondisi ini adalah perubahan hormon yang dialami wanita saat kehamilan.

  • Pusing dan Kelelahan – Dengan banyaknya perubahan yang terjadi di dalam tubuh wanita saat kehamilan, biasanya mereka akan merasa lemas.

Siapa yang Harus Ditemui & Jenis Pengobatan yang Tersedia

Apabila Anda khawatir bahwa Anda sedang hamil, satu-satunya cara untuk mendapatkan konfirmasi adalah dengan menjalani tes kehamilan. Anda dapat melakukan tes kehamilan dengan membeli perangkat tes kehamilan di apotik, melakukan konsultasi dengan dokter, atau mengunjungi klinik perencanaan keluarga. Setelah Anda dipastikan sedang hamil, Anda harus memutuskan langkah selanjutnya. Pilihan Anda selanjutnya adalah sebagai berikut:

  • Tetap melanjutkan kehamilan dan merawat anak
  • Tetap melanjutkan kehamilan dan memberikan anak untuk diadopsi
  • Melakukan aborsi

Menentukan pilihan yang terbaik untuk situasi Anda mungkin akan sulit dilakukan. Ada banyak faktor yang akan memengaruhi pilihan Anda. Faktor tersebut biasanya meliputi situasi keuangan, keseimbangan emosional, kesiapan Anda untuk merawat anak, agama, dan kepercayaan pribadi. Dalam beberapa kasus, pendapat dari orangtua, teman, atau anggota keluarga lainnya juga dapat memengaruhi keputusan Anda.

Dua pilihan pertama adalah pilihan yang dianggap oleh banyak orang sebagai pilihan yang paling manusiawi. Namun, harus diingat juga bahwa kehamilan dapat menjadi masa yang paling berbahaya dalam hidup wanita. Beberapa wanita memutuskan untuk menggugurkan kandungan apabila mereka berisiko terkena gangguan kesehatan yang serius.

Apabila Anda memilih pilihan ketiga, yaitu melakukan aborsi, tindakan ini dapat dilakukan dengan obat-obatan atau operasi, tergantung pada usia kehamilan. Anda juga harus mempertimbangkan risiko aborsi, seperti kesehatan Anda. Saat ini, menggugurkan kandungan dapat bersifat aman, namun aborsi tetap memiliki berbagai risiko.

Pada beberapa negara di mana aborsi merupakan tindakan yang diperbolehkan oleh hukum, tindakan ini dapat dilakukan di klinik aborsi atau rumah sakit yang menyediakan aborsi. Apabila aborsi merupakan tindakan yang ilegal di negara tertentu, maka tindakan ini sering dilakukan oleh orang yang tidak berlisensi dan tidak terlatih. Menjalani aborsi yang dilakukan oleh orang yang tidak terlatih dapat membahayakan nyawa Anda dan apabila aborsi juga tidak legal di negara Anda, Anda juga berisiko terjerat hukum.

Rujukan:

  • U.S. Teenage Pregnancy Statistics: Overall Trends, Trends by Race and Ethnicity and State-by-State Information. New York, NY: The Alan Guttmacher Institute; January 2010.

  • Elfenbein DS, Felice ME. Adolescent pregnancy. In: Kliegman RM, Behrman RE, Jenson HB, Stanton BF, eds. Nelson Textbook of Pediatrics. 19th ed. Philadelphia, Pa: Saunders Elsevier; 2011:chap 112.

  • Kohler PK, Manhart LE, Lafferty WE. Abstinence-only and comprehensive sex education and the initiation of sexual activity and teen pregnancy. J Adolesc Health. 2008;42:344-351.

  • Abma JC et al., Teenagers in the United States: sexual activity, contraceptive use, and childbearing, National Survey of Family Growth 2006–2008, Vital and Health Statistics, 2010, Series 23, No. 30.

Bagikan informasi ini: