Apa itu Cacat Kaki pada Anak

Cacat kaki pada anak adalah abnormalitas atau deformintas yang memengaruhi tulang, otot, tendon, ligamen, dan sendi pada kaki. Kondisi ini merupakan bawaan lahir yang disebabkan oleh gangguan pada perkembangan janin. Umumnya, catat kaki pada anak mudah dikenali dan didiagnosa, saat baru lahir. Sehingga, orang tua memiliki waktu untuk mencari pengobatan. Pilihan pengobatan yang dapat dilakukan adalah pemasangan belat atau bedah pada masa awal perkembangan anak, agar anak dapat hidup normal meskipun memiliki cacat bawaan.

Penyebab Cacat Kaki pada Anak

Cacat Kaki pada Anak disebabkan oleh kelainan yang memengaruhi perkembangan janin secara normal. Diperkirakan terjadi antara minggu ke-6 sampai ke-14 pada masa kehamilan. Saat kaki baru mulai terbentuk dan tulang mengalami pengapuran.

Seperti cacat lahir bawaan lainnya, cacat kaki pada bayi yang belum lahir dapat disebabkan oleh:

  • Cacat genetik
  • Kelainan kromosom
  • Faktor lingkungan yang memengaruhi ibu saat kehamilan seperti paparan pada zat kimia, radiasi, atau puntung rokok
  • Masalah jantung, seperti:
  • Penyakit jantung
  • Darah tinggi
  • Rubella atau campak jerman
  • Cacar air
  • Diabetes
  • Mengonsumsi obat yang berbahaya bagi ibu hamil
  • Gaya hidup, seperti merokok, mengonsumsi alkohol, bahkan narkoba
    Namun, kebanyakan cacat kaki pada anak tidak memiliki penyebab yang jelas.

Gejala Utama Cacat Kaki pada Anak

Cacat kaki pada anak dapat muncul dalam berbagai bentuk, sehingga penyebabnya juga berbeda-beda. Kebanyakan mudah dikenali, karena dapat dilihat dari penampilan kaki. Namun, beberapa tidak bisa dikenali saat bayi baru lahir, tapi akan terlihat saat anak mulai berjalan.

In-toeing adalah kondisi yang ditandai dengan jempol kaki yang mengarah ke dalam, sehingga anak sulit berjalan dengan normal. Kondisi ini disebabkan oleh posisi pinggul, kaki, dan telapak kaki yang salah. Untuk perawatannya tergantung pada tingkat keparahan, penyebab khusus atau lokasi kelainan, juga usia anak saat perbaikan dilakukan.

  • Kaki rata – Kaki rata atau flat feet adalah kondisi di mana telapak kaki anak hanya melengkung sedikit atau bahkan tidak melengkung sama sekali. Dalam kasus ringan, kaki rata tidak menimbulkan masalah dan terlihat normal. Namun, dalam kasus berat di mana tidak ada lengkungan sama sekali, pasien dapat merasakan beberapa gejala seperti nyeri pada telapak kaki, nyeri kaki, nyeri pergelangan kaki, dan nyeri yang terus meningkat.

Clubfoot – Ini merupakan cacat bawaan yang mudah dikenali oleh para spesialis penyakit kaki anak, karena membuat kaki yang sakit terlihat sangat berbeda. Dalam beberapa kasus, clubfoot menyerang kedua kaki. Kondisi ini dipercaya mulai terjadi pada minggu ke-9 sampai ke-14 kehamilan. Sehingga, clubfoot dapat dideteksi dengan USG rutin, dan rencana pengobatan pun dapat dibuat secara dini. Bahkan, tidak lama setelah bayinya lahir, pengobatan dapat segera dilakukan dengan teknik Ponseti, di mana kaki dimanipulasi dengan perlahan menggunakan gips dan kawat.

  • Cayus foot – Kondisi ini merupakan kebalikan dari kaki rata, di mana lengkungan pada telapak kaki sangat tinggi. Sehingga, tumit masuk ke dalam. Pasien dengan cayus foot memiliki resiko mengalami nyeri, keseleo pada mata kaki, dan retakan. Kondisi ini progresif, akibatnya akan memburuk dari waktu ke waktu. Oleh karena itu, pengobat dini sangat dianjurkan.

  • Tarsal coalition – Salah satu jenis cacat kaki pada anak ini mudah dikenali, saat anak sudah mulai beranjak besar dan mengalami kesulitan untuk bergerak karena kakinya nyeri dan kaku. Dalam kasus parah, kondisi ini perlu dioperasi untuk mengangkat jaringan koalisi dan menggantinya dengan lemak, agar tidak terulang kembali.

  • Accesory navicular – Kondisi ini terjadi saat pengapuran tulang terjadi dalam masa perkembangan embrio. Dikarakterisasikan dengan nyeri yang membatasi pergerakan dua tulang yang seharusnya tumbuh bersamaan. Pembedahan diperlukan untuk mengatasi kondisi ini, dengan mengangkat tulang extra. Jika dilakukan dengan benar dan masih pada tahap awal penyakit, pasien dapat sembuh sepenuhnya dan terhindari dari sakit yang kronis.

Siapa yang Perlu Ditemui dan Jenis Pengobatan yang Tersedia

Cacat kaki pada anak akan ditangani oleh podiatris. Kondisi ini perlu ditangani sedini mungkin, untuk mencegahnya memburuk. Namun, dalam beberapa kasus, kondisinya dapat membaik tanpa dilakukannya intervensi medis. Meskipun begitu, kebanyakan tidak sembuh dengan sendirinya dan tanpa adanya pengobatan, kondisi ini dapat menimbulkan masalah besar nantinya.

Menjalani pengobatan saat pasien masih dalam masa kanak-kanak akan memberikan kesempatan lebih baik untuk sembuh total. Pengobatan cacat kaki pada anak menggunakan teknik yang memanipulasi kaki secara lembut ke posisi, formasi, dan meluruskannya secara tepat. Pengobatan ini memiliki tingkat kesuksesan lebih besar, jika dilakukan saat pasien masih kecil. Sebab, tulang dan jaringan lembutnya masih mudah diperbaiki, dan dapat mencegah masalah yang kompleks di masa dewasa.

Pengobatan cacat kaki pada anak, termasuk:

  • Belat atau gips untuk perbaikan
  • Olahraga dan terapi fisik
  • Terapi okupasi
  • Alat ortotik yang disesuaikan dengan kondisi tiap pasien
  • Penopang lengkungan yang disesuaikan dengan kondisi tiap pasien
  • Pembedahan

    Rujukan

  • American Orthopaedic Foot and Ankle Society

Bagikan informasi ini: