Pengertian & Ringkasan

Setiap orang mengalami kerontokan rambut dan, seringkali, hal itu dianggap biasa. Para ahli mengatakan bahwa setiap orang rata-rata kehilangan sekitar lima puluh sampai seratus helai rambut per hari melalui siklus alami untuk membuka jalan bagi pertumbuhan rambut yang baru. Namun, rambut dengan rontok berlebihan atau alopecia dalam istilah medis, dapat menjadi tanda adanya gangguan kesehatan yang lebih serius.

Jenis Kerontokan Rambut

  • Istilah alopesia androgenik (Androgenic Alopecia), yang juga disebut kebotakan berpola, yang digunakan untuk menggambarkan rambut rontok yang disebabkan oleh faktor genetik. Kondisi ini dapat terjadi pada laki-laki dan perempuan dan dapat mulai terjadi pada usia remaja atau awal dua puluhan.

  • Alopecia areata, adalah istilah yang mengacu pada kondisi dimana seseorang tiba-tiba mengalami kehilangan gumpalan rambut di satu lokasi tertentu tanpa alasan yang jelas. Kondisi ini biasanya terjadi pada remaja dan orang dewasa muda. Sekitar 90% dari orang-orang dengan kondisi ini akan mendapatkan kembali rambutnya dalam beberapa tahun. Sayangnya, bagi mereka yang tidak rambut tidak tumbuh kembali, mereka akan mengalami kebotakan total.

  • Alopecia involusional (Involutional Alopecia) mengacu pada hilangnya rambut secara normal akibat penuaan.

  • Alopecia universalis adalah suatu kondisi di mana semua rambut pada tubuh, termasuk rambut wajah seperti alis dan bulu mata, rontok.

  • Trikotilomania adalah kondisi psikologis ketika seseorang sering menarik-narik rambutnya sendiri.

Penyebab Rambut Rontok

Beberapa faktor yang berbeda dapat memicu kerontokan rambut. Beberapa faktor yang paling sering, selain dari kondisi kulit kepala dan sering mengubah gaya rambut, adalah sebagai berikut:

  • Telegon effluvium – keadaan ini mengacu pada suatu kondisi ketika kulit kepala menipis sementara karena perubahan dalam siklus pertumbuhan rambut. Kondisi ini biasanya terjadi setelah penurunan berat badan secara drastis, kehamilan, operasi besar, atau stres yang ekstrim dan dapat merupakan efek samping saat mengkonsumsi obat nonsteroidal anti rasa nyeri, beta-blocker, dan antidepresan.

  • Keturunan - Orang dengan riwayat keluarga rambut rontok memiliki risiko lebih tinggi untuk menderita kondisi yang sama.

  • Anemia kekurangan zat besi - Ketika tubuh tidak memiliki cukup sel darah merah, yang tugas utamanya adalah mengangkut oksigen ke seluruh tubuh, dapat menyebabkan berbagai gejala berbeda termasuk rambut rontok, kulit pucat, dan rasa lemah.

  • Kondisi medis seperti hipotiroidisme dan sindrom ovarium polikistik yang dapat menyebabkan rambut rontok.

Siapa yang Perlu Ditemui & Jenis Perawatan yang Tersedia

Terdapat ratusan produk di pasar saat ini yang mengklaim dapat mengobati kerontokan rambut secara efektif. Sayangnya, sebagian besar produk ini belum terbukti dan teruji. Banyak dari produk tersebut bahkan tidak melalui penelitian ilmiah. Penting untuk dipahami bahwa rambut rontok dapat disebabkan oleh bahan kimia dalam shampoo, kondisioner, dan produk rambut lainnya, termasuk produk yang mengaku dapat mencegah atau mengobati kerontokan rambut. Cara terbaik adalah berkonsultasi dengan dokter kulit sebelum menggunakan produk atau obat-obatan.

Setelah mempelajari kondisi Anda dengan saksama, dokter kulit akan meresepkan obat untuk mengatasi kondisi tersebut. Beberapa yang obat yang paling umum diberikan adalah:

  • Dutasteride - Obat ini telah disetujui FDA (Badan Makanan dan Obat Obatan di Amerika Serikat) untuk mengobati pembesaran prostat. Namun, obat ini juga dapat menjadi obat rambut rontok yang efektif untuk pria dan wanita yang tidak sedang hamil atau tidak memiliki rencana untuk hamil selama masa pengobatan.

  • Minoxidil - obat oles yang tidak memerlukan resep ini adalah obat yang efektif untuk mempertahankan rambut yang tersisa dan merangsang pertumbuhan rambut. Sayangnya, penggunaannya juga dapat menyebabkan pertumbuhan rambut di daerah yang tidak diinginkan (misalnya wajah) dan tidak cukup tumbuh di daerah-daerah yang diharapkan seperti di bagian depan kepala.

Jika dokter kulit menyatakan bahwa rambut rontok yang dialami merupakan gejala kondisi medis lain, maka Anda akan dirujuk ke dokter spesialis.

Transplantasi rambut

Saat ini, pengembalian rambut melalui prosedur yang disebut bedah transplantasi rambut juga menjadi cara yang populer untuk mendapatkan kembali rambut yang hilang. Prosedur ini dilakukan dengan melapisi folikel rambut di daerah kulit kepala dengan penumbuh rambut dan melakukan transplantasi rambut di daerah kepala yang botak. Prosedur ini mungkin harus diulang beberapa kali untuk mencapai hasil terbaik. Sayangnya, prosedur ini memakan biaya cukup mahal dan memakan waktu. Jika Anda ingin mempertimbangkan pilihan ini, pastikan untuk memilih ahli bedah dengan hati-hati sebelum menyetujui prosedur untuk mendapatkan hasil yang bagus.

Pencegahan rambut rontok

Seperti halnya gangguan kesehatan lainnya, gaya hidup sehat dan nutrisi yang tepat dapat mencegah rambut rontok agar tidak terjadi atau menjadi lebih parah. Jauhi beberapa produk styling rambut termasuk bahan kimia dan peralatannya. Anda juga dapat terbantu dengan menjaga kesehatan rambut dan kulit kepala. Akan tetapi, jika seseorang mengalami kerontokan rambut karena faktor genetik, maka tidak banyak yang dapat dilakukan untuk mencegah kondisi tersebut.

Referensi:

  • American Society for Dermatologic Surgery
  • American Academy of Family Physicians
Bagikan informasi ini: