Apa itu Masalah Kesuburan Pasangan Sejenis?

Pasangan sejenis mungkin memiliki keinginan untuk memiliki anak namun terkendala oleh keadaan fisikinya. Saat ini, masalah ini dianggap sebagai masalah medis dan dapat ditangani dengan melalui teknologi reproduksi berbantu (ART), yang memberikan akses kepada donor sperma (untuk pasangan perempuan) dan ibu pengganti/sewa rahim (untuk pasangan laki-laki). Untuk mendapatkan layanan tersebut, Anda dengan pasangan Anda dapat melakukan konsultasi di klinik kesuburan atau dengan spesialis kesuburan pasangan sejenis.

Penyebab Masalah Kesuburan Pasangan Sejenis

Masalah kesuburan pasangan sejenis adalah masalah medis yang disebabkan oleh pernikahan antara dua orang dengan jenis kelamin yang sama, sehingga tidak mampu memiliki anak tanpa adanya intervensi medis.

Pasangan yang terdiri dari dua pasangan laki-laki mungkin memiliki sperma yang dibutuhkan untuk membuahi, namun mereka tetap membutuhkan perempuan untuk melahirkan bayi. Di sisi lain, pasangan perempuan membutuhkan pendonor sperma untuk membuahi sel telurnya.

Dalam beberapa kasus, kemungkinan terdapat kendala lainnya, seperti kualitas sperma pasangan laki-laki yang kurang baik atau masalah ovarium pasangan perempuan. Bagi laki-laki, masalah kualitas sperma yang kurang baik disebabkan oleh beberapa faktor meliputi:

  • Cedera atau trauma alat kelamin
  • Penyakit
  • Infeksi
  • Efek samping dari obat atau perawatan medis lainnya, seperti kemoterapi
  • Usia


Bagi perempuan, kemampuan untuk melahirkan bayi dengan sehat dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor meliputi:

  • Kesehatan umum sistem reproduksi, terutama ovarium, tuba falopi, dan rahim
  • Siklus ovulasi atau jadwal menstruasi yang tidak teratur
  • Masalah berat badan


Dalam kasus tersebut, pasangan sejenis dapat mencari bantuan profesional dan medis yang dilakukan dengan bantuan teknologi reproduksi atau ART untuk meningkatkan kesempatan mendapatkan anak.

Gejala Utama Masalah Kesuburan Pasangan Sejenis

Pasangan sejenis secara fisik tidak dapat membuahi dan hamil. Namun pasangan ini dapat memiliki anak dengan bantuan dan teknologi yang ada. Jika kedua pasangannya adalah laki-laki, kedua pasangan ini dapat mengumpulkan spermanya dan menyewa ibu pengganti yang akan dibuahi dengan sperma mereka. Jika kedua pasangannya adalah perempuan dan salah satu pasangannya memiliki sel telur dengan kualitas tinggi, pasangan ini dapat meminta bantuan untuk membuahi sel telurnya dengan sperma dari hasil donor. Namun, jika upaya menggunakan sperma donor atau bantuan ibu pengganti masih gagal untuk membuat pasangan memiliki anak, masalah reproduksi lainnya dapat dibahas dengan dokter terkait.

Berikut ini adalah gejala masalah kesuburan laki-laki yang dapat menjadi kendala pasangan laki-laki untuk menghasilkan sperma dengan kualis yang baik:


Di sisi lain, pasangan wanita yang mungkin memiliki masalah kesuburun dapat mengaami gejala berikut:

  • Timbul jerawat
  • Perubahan kulit
  • Rambut rontok
  • Bertambahnya berat badan tiba-tiba
  • Keluarnya cairan putih dari puting (tidak disebabkan oleh menyusui)
  • Sakit saat berhubungan seksual
  • Libido seksual rendah
  • Pertumbuhan rambut pada dada, dagu, atau bibir


Selain itu, beberapa gejala yang melibatkan siklus menstruasi dapat menjadi tanda dari adanya masalah kesuburuan. Gejala tersebut meliputi:

  • Periode menstruasi abnormal (ketika terjadi pendarahan yang lebih ringan atau berat dari biasanya)
  • Periode menstruasi tidak teratur
  • Tidak menstruasi dalam jangka panjang
  • Kram parah
  • Sakit punggung parah
  • Nyeri panggul parah


Jika pasangan manapun mengalami salah satu gejala di atas sebelum mencari bantuan pembuahan untuk pasangan sejenis, pasangan tersebut harus menjalani beberapa pemeriksaan, seperti pemeriksaan jumlah sperma (untuk pasien laki-laki), pemeriksaan darah dan urin, dan pemindaian pencitraan, untuk menentukan apakah pasangan tersebut dapat menghasilkan sperma atau sel telur dengan kualitas yang baik, yang akan digunakan dalam tindakan. Jika tidak mengalaminya, pilihan lain dapat dipertimbangkan.

Pasangan sejenis, yang telah berusaha untuk memiliki anak melalui terapi pembuahan namun gagal untuk mendapatkan anak bahkan setelah satu tahun pengobatan, harus mempertimbangkan untuk mencoba pilihan lainnya yang tersedia.

Siapa yang Perlu Ditemui dan Jenis Pengobatan yang Tersedia

Masalah kesuburan pasangan sejenis dapat ditangani dengan bantuan klinik kesuburan khusus di mana pasangan ini akan dibantu oleh tim ahli kesuburan yang telah memiliki pelatihan khusus dalam bidang teknologi pembuahan. Tim ahli ini juga disebut ahli endokrin reproduksi.

Teknik teknologi reproduksi berbantu (ART) untuk pasangan sesama jenis di antara lainnya adalah:

  • Inseminasi intraurin – Tindakan yang juga dikenal sebagai IUI ini mengacu pada tindakan di mana sperma donor ditanamkan pada salah satu indung telur dari pasangan perempuan untuk membuahi sel telur. Agar berhasil, sebaiknya tindakan ini dilakukan sebelum tanggal terjadinya masa ovulasi pasien perempuan. Untuk menentukan waktu terbaik untuk melakukan tindakan inseminasi, dokter spesialis kesuburan akan memantau siklus menstruasi pasien. Kedua pasangan juga akan menjalani serangkaian tes sebelum tindakan dijalankan untuk menentukan pasangan yang paling cocok dalam tindakan ini. Karena tindakan ini masih bergantung pada pembuahan alami telur, semakin tinggi kualitas sperma, semakin tinggi pula peluang kesuksesan kehamilan. Untuk pasangan laki-laki yang memilih ibu pengganti, keberhasilan tindakan juga akan dipengaruhi oleh banyak faktor yang melibatkan kesehatan dari ibu pengganti tersebut.

  • Pembuahan bayi tabung – Pembuahan bayi tabung, yang dikenal juga sebagai VF, merupakan tindakan di mana telur diambil dari perempuan dan sperma diambil dari laki-laki digabungkan di laboratorium. Dengan demikian, pembuahan teknis akan terjadi dalam cawan petri di laboratorium, di mana kedua sel ini akan berkembang dalam waktu 5 hari sebelum dipindahkan ke dalam rahim pasangan perempuan/ibu pengganti. Setelah telur berhasil dibuahi, telur akan ditanamkan kembali ke dalam rahim. Tindakan ini dapat digunakan untuk mengobati masalah kesuburan baik diantara pasangan laki-laki maupun pasangan perempuan. Pasangan sejenis perempuan juga dapat melakukan pembuahan bayi tabung bersama-sama, di mana satu pasangan menyumbangkan sel telurnya dan pasangan lainnya menerima embrio yang telah dibuahi. Ini berarti salah satu pasangan perempuan bertindakn sebagai ibu genetik dan pasangan lainnya sebagai ibu kandung atau pasangan yang melahirkan bayi. Modifikasi semacam ini disebut sebagai “egg sharing” dalam tindakan bayi tabung yang dilakukan untuk memberikan hubungan yang unik dari pasangan perempuan kepada anak mereka.
    Rujukan:

  • American Society of Reproductive Medicine

  • The American Fertility Association
Bagikan informasi ini: