Apa itu Rasa Khawatir?

Khawatir adalah sikap berpikir berlebihan atau terlalu cemas tentang suatu masalah atau situasi. Kekhawatiran biasanya disertai dengan rasa tidak nyaman dan kecemasan. Sikap ini menyebabkan seseorang menjadi terganggu, memusatkan pikiran pada kejadian negatif yang mungkin terjadi, serta dilanda ketakutan yang tidak masuk akal dan tidak berdasar. Pada kondisi parah, rasa khawatir dapat menyebabkan kecemasan parah serta panik, dan mungkin akan menjadi masalah kronis bila tidak diatasi.

Ketika meningkat menjadi kronis, rasa khawatir dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan seseorang, seperti pola makan, hubungan, tidur dan relaksasi, serta karir. Kecemasan dapat mengurangi kualitas hidup seseorang dan dapat memicu kebiasaan gaya hidup yang buruk, seperti merokok, meminum alkohol, mengonsumsi obat. Semua kebiasaan ini merupakan upaya untuk mengatasi kekhawatiran. Dalam banyak hal, rasa khawatir kronis dapat membahayakan kesehatan seseorang.

Penyebab Rasa Khawatir

Rasa khawatir dapat disebabkan oleh berbagai hal yang membuat seseorang merasa tertekan. Terutama perubahan seperti:

  • Pekerjaan baru
  • Masalah pekerjaan
  • Peran baru, seperti baru menjadi suami/istri atau orang tua
  • Masalah pribadi
  • Masalah dalam hubungan
  • Masalah keuangan

Kekhawatiran yang disertai rasa cemas juga dapat disebabkan oleh gangguan tertentu, seperti:

  • Gangguan panik
  • Gangguan kecemasan sosial
  • Gangguan kecemasan menyeluruh

Penelitian menunjukkan bahwa gangguan tersebut dialami oleh berjuta-juta orang dewasa dari berbagai gender dan ras, dan memiliki jenis yang beragam.

Penelitian juga menunjukkan bahwa kekhawatiran adalah reaksi normal pikiran terhadap suatu peristiwa yang terjadi dalam hidup seseorang. Maka dari itu, manusia perlu merasakan kekhawatiran untuk bertahan hidup. Sedikit khawatir tentang sesuatu akan memotivasi seseorang untuk mencari jalan keluar atau bekerja keras untuk mencapai tujuan. Perasaan khawatir juga dapat membantu orang mengantisipasi masalah di masa depan dan bersiap untuk menghadapinya.

Namun, ada banyak orang yang cenderung memberikan reaksi berbeda pada rasa khawatir. Mereka akan membiarkan rasa khawatir menguasai mereka daripada mencari cara untuk mengatasinya. Rasa khawatir menjadi tidak wajar apabila menjadi berlebihan. Khawatir secara berlebihan dapat menyelimuti pemikiran dan penilaian seseorang, membuatnya tidak dapat berpikir dengan jelas atau fokus dengan apa yang sebenarnya sedang terjadi. Orang tersebut menjadi terlalu fokus pada hal yang membuatnya khawatir. Ketika kecemasan parah muncul, akan menjadi lebih sulit untuk mengatasi atau menghilangkan kekhawatiran mereka.

Kecemasan yang menjadi masalah kronis dapat menimbulkan gejala nyata yang memengaruhi kesehatan fisik seseorang. Ini karena ketika tubuh mulai merasa tertekan akibat kecemasan kronis, tubuh akan merespon perasaan tertekan dengan menempatkan diri dalam situasi “berbahaya” atau “bertahan hidup” dan melepaskan hormon stres.

Gejala Utama Rasa Khawatir

Orang yang mengalami rasa khawatir kronis dan tertekan dapat menjadi lebih rentan terhadap gejala berikut:

  • Pusing
  • Detak jantung cepat
  • Sesak napas
  • Napas cepat
  • Lelah
  • Sakit kepala
  • Cepat tersinggung
  • Sulit berkonsentrasi
  • Sakit dan nyeri
  • Rasa gugup yang tinggi
  • Kurang tidur
  • Berkeringat
  • Gangguan pencernaan
  • Kedutan

Kecemasan kronis juga dapat memicu penyakit kronis lain, seperti::

  • Hipertensi/tekanan darah tinggi
  • Sindrom Iritasi Usus Sindrom iritasi usus
  • Gangguan pencernaan
  • Penurunan sistem kekebalan tubuh
  • Penyakit arteri koroner yang tidak disebabkan oleh usia atau faktor lain
  • Infark miokard atau serangan jantung
  • Depresi

Dalam kasus parah, kekhawatiran yang berujung pada depresi dapat menyebabkan seseorang berpikir untuk bunuh diri.

Siapa yang Perlu Ditemui & Jenis Pengobatan yang Tersedia

Orang yang mengalami kekhawatiran berlanjut tidak boleh berdiam diri dan membiarkan kecemasan memberikan efek buruk bagi kesehatan mereka. Siapapun yang merasa terus-menerus terganggu oleh rasa khawatir yang mulai menimbulkan gejala fisik, harus membicarakan masalahnya pada seseorang. Melepaskan beban pikiran kepada orang lain dapat sangat membantu dalam menghilangkan kecemasan. Apabila tidak memiliki siapapun untuk membicarakan masalahnya, ada tenaga medis profesional seperti ahli terapi atau psikiater yang dilatih khusus untuk membantu mengatasi kecemasan dan kekhawatiran.

Pengobatan terbaik untuk kecemasan dan kekhawatiran adalah mengubah gaya hidup supaya seseorang tidak rentan terhadap stres. Beberapa contohnya adalah:

  • Berolahraga secara teratur. Selama seseorang tidak sakit serius dan dokter belum menyarankan untuk menghentikan aktivitas fisik, maka sebaiknya ia berolahraga. Olahraga secara teratur dapat menghasilkan zat kimiawi di dalam tubuh yang meningkatkan sistem kekebalan dan membuat seseorang lebih sehat secara mental dan fisik yang mampu melawan stres.

  • Makan dengan baik. Pola makan yang sehat dan seimbang dapat membantu seseorang menangkis bentuk fisik dari kecemasan. Nutrisi yang semakin tinggi pada pola makan juga akan meningkatkan kemampuan seseorang dalam menghadapi peristiwa yang terjadi dalam hidupnya.

  • Menghindari kafein. Kafein cenderung menimbulkan kegelisahan, memicu stres dan respon adrenalin, sehingga membuat seseorang merasa lebih gelisah daripada yang seharusnya.

  • Secara aktif merencanakan aktivitas yang menenangkan dan masa istirahat. Seseorang yang mengalami rasa khawatir terus-menerus harus secara sadar memulai teknik relaksasi supaya tidak terjebak dalam kecemasan.

  • Ada banyak teknik relaksasi yang tersedia, seperti menarik napas panjang, mendengarkan musik, membaca, berjalan-jalan, atau melakukan yoga.

  • Bermeditasi. Pikiran adalah sumber dari kecemasan, dan bermeditasi membantu mengosongkan pikiran. Meditasi membantu menenangkan tubuh sehingga menghambat produksi hormon stres seperti adrenalin dan kortisol.

  • Ikut serta dalam pertandingan olahraga. Melakukan kegiatan fisik dapat berguna sebagai pengalihan tetapi juga dapat membuat seseorang tetap sehat walaupun berada dalam situasi yang membuat tertekan dalam hidup.

Seseorang yang dikuasai oleh kecemasan dan kekhawatiran juga dapat berbicara dengan dokter umum atau keluarga. Dokter dapat meresepkan beberapa obat-obatan seperti antidepresan. Apabila rasa cemas dan stres menyebabkan gejala fisik, dokter juga dapat memberikan obat lain untuk mengatasi gejala tersebut. Akan tetapi, hal ini tidak memastikan bahwa rasa cemas tidak akan kembali. Oleh sebab itu, segala bentuk teknik mengatasi stres harus tetap disertai dengan perubahan gaya hidup yang positif untuk menangkal rasa khawatir yang berlebihan.

Rujukan:

  • National Institute of Mental Health: “Anxiety Disorders” and "Generalized Anxiety Disorder (GAD)."

  • Anxiety Disorders Association of America: “Brief Overview of Anxiety Disorders.”

  • American Academy of Family Physicians: “Generalized Anxiety Disorder.”

Bagikan informasi ini: