Apa itu Hipertrofi Ventrikel Kiri?

Hipertrofi ventrikel kiri (LVH) adalah gangguan yang meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke. Untuk lebih memahami kondisi ini, menguraikan istilahnya akan membantu. Ventrikel kiri jantung adalah salah satu dari dua bilik besar jantung. Tugasnya memompa darah yang diterima dari atrium kiri. Ventrikel kiri dinyatakan mengalami hipertrofi jika dindingnya membesar atau menebal. LVH sering kali tampak pada orang-orang dengan tekanan darah tinggi yang tidak terkendali.

LVH terjadi saat jantung dipaksa untuk bekerja lebih keras untuk memompa cukup darah untuk anggota tubuh lainnya. Hal ini menyebabkan nyeri dada, napas pendek, dan palpitasi. LVH dapat berkembang, kecuali jika ditangani dengan baik. Pada kasus yang parah, aliran darah ke seluruh tubuh dapat berkurang secara drastis. Ini dapat berujung pada kondisi yang mengancam nyawa.

Untungnya, LVH dapat disembuhkan. Biasanya cukup diobati dengan obat-obatan dan membuat perubahan gaya hidup sehat. Bedah juga merupakan pilihan untuk melancarkan aliran darah ke ventrikel kiri. Prognosis bagi pasien LVH sering kali baik jika mereka segera mencari pengobatan.

Penyebab Hipertrofi Ventrikel Kiri

Seperti yang telah disebutkan di atas, sejumlah kasus LVH disebabkan oleh tekanan darah tinggi yang tidak terkendali. Tekanan darah tinggi adalah penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah di dalam arteri. LVH juga dapat disebabkan oleh katup aorta yang menyempit. Kondisi ini menurunkan jumlah darah yang mengalir dari ventrikel kiri ke aorta. Kedua kondisi tersebut memaksa jantung atau ventrikel kiri untuk bekerja lebih keras agar dapat menyediakan pasokan darah yang cukup untuk bagian tubuh lain.

LVH juga dapat terjadi sebagai akibat dari diabetes dan aritmia.

Gejala Utama Hipertrofi Ventrikel Kiri

LVH mengganggu peredaran darah. Organ-organ tubuh berbeda, seperti otak dan jantung, dapat kehilangan sejumlah atau seluruh fungsinya jika pasokan darah berkurang. Hal ini dapat menyebabkan irama jantung abnormal atau aritmia, napas pendek, dan nyeri dada.

Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat berujung pada gagal jantung, stroke, dan henti jantung mendadak. Semua itu dapat menyebabkan kematian.

Siapa yang Perlu Ditemui dan Pengobatan yang Tersedia

Pasien yang mengalami gejala-gejala di atas sangat dianjurkan untuk berkonsultasi kepada dokter. Hal ini sangat penting, terutama jika mereka mengidap tekanan darah tinggi dan nyeri dada berulang yang bertahan selama lebih dari beberapa menit. Dokter umum dapat melakukan pemeriksaan awal. Jika dokter menduga gangguan yang terkait dengan jantung, dia akan merujuk pasien kepada spesialis jantung.

Beberapa tes untuk mendiagnosis hipertrofi ventrikel kiri adalah:

  • Pemeriksaan fisik standar - Untuk tes ini, dokter akan memeriksa detak jantung dan tekanan darah pasien. Dia juga akan memerhatikan apakah pasien menunjukkan gejala fisik dari penyakit ini.

  • Meninjau rekam medis - Pasien ditanyai apakah mereka memiliki riwayat atas penyakit atau gangguan tertentu. Ini termasuk diabetes dan tekanan darah tinggi. Mereka juga ditanyai apakah ada keluarga yang memiliki riwayat penyakit jantung.

  • Tes fungsi jantung - Jika hasil pemeriksaan awal menunjukkan kemungkinan adanya abnormalitas, dokter akan melanjutkan dengan tes fungsi jantung. Prosedur ini membantu dokter lebih memahami cara jantung pasien bekerja. Tes ini kemungkinan meliputi ECG, ekokardiogram, dan tes stres jantung.

  • MRI jantung - Pencitraan resonansi magnetik (MRI) adalah tes noninvasif yang memanfaatkan bidang magnet dan gelombang radio yang kuat. Ini memberikan citra jantung yang sangat detail. Ini sering kali digunakan untuk mengevaluasi kondisi jantung serta katup dan biliknya. Ini juga berguna untuk memeriksa seberapa baik darah mengalir melalui pembuluh darah jantung. MRI dapat memastikan apakah ventrikel kiri telah menebal.

Pengobatan LVH berfokus pada mengobati penyebabnya. Di bawah ini adalah beberapa penyebab paling umum dan cara mengobatinya:

  • Tekanan darah tinggi - Kondisi ini ditangani dengan terapi obat. Dokter sering kali memberi resep obat-obatan yang membuat pembuluh darah melebar. Pasien juga dianjurkan untuk mengubah hidup yang sehat. Penting bagi pasien untuk makan dengan pola yang seimbang. Mereka juga harus mengurangi konsumsi garam. Selain itu, mereka dianjurkan untuk tidak meminum minuman beralkohol dan merokok. Mereka pun harus melakukan olahraga secara rutin. Pada sejumlah kasus, tekanan darah tinggi cukup ditangani dengan tindakan tersebut.

  • Katup aorta yang menyempit - Ini dapat diobati dengan memperbaiki atau mengganti katup aorta yang rusak. Perbaikannya kemungkinan meliputi memisahkan daun katup yang telah melebur. Ini juga dapat melibatkan pelebaran lubang katup. Jika kerusakan katup tidak mungkin diperbaiki, dokter akan menggantinya. Prosedur ini dapat menggunakan katup biologis atau mekanis.

Ada banyak faktor untuk dipertimbangkan saat pasien menjalani perbaikan atau bedah penggantian katup aorta. Pertama, teknik yang digunakan. Pasien dapat memilih antara bedah jantung terbuka atau invasif minimal. Bedah invasif minimal dilaksanakan tanpa membuat sayatan besar di wilayah dada. Meski prosedur ini lebih diutamakan, beberapa pasien dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk menjalaninya. Dokter juga harus memutuskan apakah akan menggunakan katup biologis atau mekanis. Keduanya memiliki keuntungan dan kerugian. Katup mekanis dapat bertahan hingga 20 tahun. Itulah sebabnya, katup ini umumnya tidak memerlukan bedah penggantian. Di sisi lain, katup biologis atau katup jaringan hanya bertahan sekitar 10 tahun. Namun, tidak seperti katup mekanis, katup ini tidak memicu pembekuan darah. Oleh sebab itu, pasien tidak perlu mengonsumsi warfarin selama sisa hidupnya.

Dokter akan menentukan pilihan pengobatan terbaik tergantung pada preferensi dan kondisi khusus pasien.

Rujukan:

  • Lavie CJ, et al. Impact of echocardiographic left ventricular geometry on clinical prognosis. Progress in Cardiovascular Diseases. 2014;57:3.

  • Mann DL, et al. Systemic hypertension: Management. In: Braunwald’s Heart Disease: A Textbook of Cardiovascular Medicine. 10th ed. Philadelphia, Pa.: Saunders Elsevier; 2014.

  • How can high blood pressure be prevented? National Heart, Lung, and Blood Institute. http://www.nhlbi.nih.gov/health/health-topics/topics/hbp/prevention.

Bagikan informasi ini: