Definisi dan Gambaran Umum

Leukemia adalah kanker sel darah yang memburuk. Pasien yang menderita penyakit ini akan memproduksi sel darah putih yang belum matang dalam jumlah besar, sehingga mencegah sel darah untuk melakukan tugas mereka.

Kondisi ini dapat menimpa anak-anak dan orang dewasa. Meskipun diagnosa lebih banyak ditemukan pada orang dewasa, mereka yang berusia diatas 20 tahun memiliki hasil perawatan (prognosa) yang lebih baik.

Penyebab Kanker Darah (Leukemia)

Seperti kebanyakan jenis kanker, penyebab pasti kanker darah belum diketahui. Satu yang pasti adalah bagaimana kondisi ini berkembang: tubuh memproduksi sel darah yang berbeda-beda dari sumsum tulang, bagian lembut dari tulang. Sel-sel darah ini diproduksi oleh sel induk. Sel darah merah bertanggungjawab untuk mengalirkan oksigen ke sel-sel lainnya, sementara sel darah putih bertindak sebagai prajurit yang menjaga lapisan pertahanan tubuh dan merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh.

Akan tetapi, sel harus mati dalam proses yang disebut apoptosis. Sel kanker darah tidak melalui tahapan ini, sehingga jumlah sel darah putih dalam darah semakin menumpuk. Pada jangka panjang, mereka dapat menyebabkan banyak sekali penyakit serius termasuk kekurangan sel darah merah atau anemia.

Terdapat empat jenis utama kanker darah:

  • Leukemia Mieloid Akut – Ini merupakan jenis kanker darah yang paling cepat berkembang. Jenis kanker ini ditandai dengan produksi sel yang tidak berkembang menjadi sel darah putih. Jenis ini terbagi ke dalam delapan sub-jenis berdasarkan sumber kondisinya.

  • Leukemia Limfositik Akut (ALL) – Jenis kanker darah ini seringkali terjadi pada kelompok usia tertentu: pada anak-anak berusia di bawah 15 tahun dan orang dewasa berusia di atas 45 tahun. Namun, kondisi ini lebih sering terjadi pada anak-anak, terutama anak laki-laki. Pada jenis ini, sel yang belum matang terkumpul dari sumsum, mengalir melalui aliran darah, dan disebarkan ke beberapa bagian tubuh termasuk otak dan hati. Karena sel tersebut dapat membelah diri dan menyebar kemana-mana, kasus yang diderita pasien dapat bertambah parah dengan cepat. Para pasien yang menderita ALL juga seringkali memiliki lebih banyak sel B, yang berarti mereka dapat melawan infeksi, namun tidak membunuh bakteri.

  • Leukemia Mieloid Kronis – Kanker jenis ini cukup unik karena hanya jenis ini yang memiliki hubungan dengan gen cacat yang disebut ABL dan BCR, yang disebabkan oleh masalah pada kromosom Ph.

  • Leukemia Limfositik Kronis – Memiliki karakter seperti ALL, namun kanker jenis ini berkembang dengan lebih lambat, bahkan hingga bertahun-tahun.

Karena kanker darah kronis (berkepanjangan) memerlukan waktu untuk dapat berkembang, tidak menutup kemungkinan bila jenis ini dapat berubah menjadi akut (tiba-tiba). Para pasien sangat dianjurkan untuk mengawasi perkembangannya dan menjalani perawatan yang diperlukan untuk meningkatkan prognosa mereka.

Kanker darah juga sering dihubungkan dengan berbagai faktor resiko termasuk kelainan genetis, kelainan darah, dan paparan senyawa kimia terutama bensol. Mereka yang pernah mendapat pengobatan bagi jenis kanker lainnya juga beresiko untuk terkena kanker darah setelahnya. Kebiasaan merokok sering dihubungkan dengan meningkatnya resiko terkena leukemia mielogenus akut. Riwayat keluarga juga dapat menyebabkan kondisi tersebut, namun presentasenya tidak begitu tinggi.

Gejala

  • Hilangnya berat badan tanpa alasan
  • Berkurangnya selera makan
  • Keletihan
  • Berkeringat saat malam hari
  • Infeksi yang terjadi beberapa kali
  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Demam
  • Kekurangan sel darah merah atau Anemia
  • Memar
  • Nyeri tulang atau sendi
  • Pembengkakan hati atau limpa
  • merah atau ungu pada kulit

Siapa yang Dapat Ditemui dan Jenis Perawatan yang Tersedia

Jika Anda didiagnosa menderita kanker darah, maka langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah menemui dokter. Dokter Anda akan memulai pemeriksaan dengan melakukan tes darah untuk menghitung jumlah darah dan mendeteksi infeksi, apakah disebabkan oleh virus atau bakteri. Dokter juga akan memeriksa apakah Anda mengalami pembengkakan kelenjar getah bening, demam, dan memar. Informasi lain seperti riwayat keluarga dan kesehatan, gaya hidup, pekerjaan, dan gejala juga dapat diperoleh selama konsultasi.

Jika hasil hitung darah tergolong tinggi, dokter Anda akan menyarankan Anda untuk menjalani penarikan (aspirasi) sumsum tulang, sejenis pengambilan contoh jaringan (biopsi), untuk memastikan kehadiran penyakit dan mengenali sub-jenisnya.

Para penderita kanker darah kemudian akan dirujuk untuk menemui seorang ahli kanker (onkolog) untuk pemeriksaan dan pengobatan lanjutan. Sementara itu, anak-anak dirujuk untuk menemui onkolog untuk anak-anak.

Pengobatan yang diberikan tergantung pada beberapa faktor seperti jenis kanker darah, hasil perawatan, usia, dan kondisi kesehatan secara keseluruhan.

Sebuah rencana perawatan biasanya melibatkan kemoterapi untuk menghancurkan sel jahat, terutama jika sel tersebut telah menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Sel induk dan pencangkokan sumsum tulang juga dapat disarankan untuk meningkatkan peluang penghilangan sel kanker darah dan membuat tubuh dapat memproduksi sel yang baru dan sehat. Namun, tindakan ini tidak disarankan untuk semua orang. Biasanya tindakan ini ditujukan bagi mereka yang berusia di atas 55 tahun. Sebagai tambahan, sang donor harus cocok dengan pasien. Calon ideal bagi pendonor adalah anggota keluarga terdekat. Jika tidak ada anggota keluarga yang memiliki sumsum tulang yang cocok, maka pasien dapat membuka pendaftaran bagi yang berminat.

Pencangkokan sumsum tulang atau sel induk yang sukses tidak menjamin pasien aman dari komplikasi. Beberapa pasien dapat menderita penyakit pendatang-melawan-tuan rumah, dimana tubuh pasien menyerang sel yang baru dicangkok ke tubuh mereka. Beberapa pasien juga mengalami kondisi dimana kanker darah muncul kembali setelah pencangkokan dilakukan.

Pembedahan juga merupakan salah satu pilihan terutama jika organ yang membengkak telah rusak.

Jika pasien sudah melalui aturan perawatan baku namun tidak menunjukkan tanda-tanda kesembuhan, maka ia dapat mendaftar untuk mengikuti uji coba klinis.

Untuk kanker darah kronis, pasien tidak akan langsung dirujuk untuk menjalani kemoterapi atau terapi radiasi. Onkolog bahkan akan menyarankan Anda untuk mengkonsumsi obat-obatan seperti Gleevec (bagi pasien CML).

Perawatan tambahan juga diperlukan untuk membantu pasien mengatasi gejala yang berbeda-beda seperti demam dan keletihan. Terapi faktor pertumbuhan dapat diberikan untuk merangsang produksi sel darah putih yang baik. Kemoterapi dapat mengalahkan bentuk pertahanan apapun, sehingga pasien lebih rentan terhadap berbagai jenis infeksi. Untuk melengkapi metode tersebut, dokter biasanya memberikan obat anti virus dan bakteri.

Para pasien juga memerlukan dukungan spiritual, emosional, dan psikologis. Mereka disarankan untuk bergabung dengan kelompok pendukung.

Sementara itu, hasil prognosa dapat bervariasi. Sebagai contoh, anak-anak yang menderita ALL dapat mulai merasakan gejala yang mereka alami membaik setelah enam minggu sejak awal pengobatan. Jika kondisi tersebut tidak muncul kembali dalam sepuluh tahun, maka mereka dinyatakan sembuh.

Bagikan informasi ini: