Definisi dan Gambaran Umum

Pembengkakan Kelenjar Getah Bening adalah suatu kondisi kesehatan yang ditandai dengan pembengkakan berlebih satu atau lebih yang diakibatkan gangguan aliran pada sistem limfatik (kelenjar getah bening), yang menyebabkan penumpukan cairan limfa (getah bening). Cairan limfe mengandung plasma dan sel darah putih yang disebarkan ke seluruh tubuh melalui sistem limfatik. Sehingga, apabila terdapat sumbatan pada sistem limfatik, aliran cairan limfe akan terputus dan cairan akan terkumpul pada daerah tertentu, seperti lengan dan tungkai. Pembengkakan Kelenjar Getah Bening sering disebut juga Limfedema.

Ada dua jenis pembengkakan kelenjar getah bening; limfedema utama (primer) dan limfedema komplikasi (sekunder). Limfedema utama adalah suatu kondisi langka yang diturunkan dan diderita sejak lahir. Dua jenis tersering dari limfedema primer antara lain limfedema turunan (kongenital) dan limfedema pubertas (praecox). Limfedema komplikasi dapat disebabkan oleh cedera, luka trauma, infeksi, terapi radiasi, pembedahan, atau pengangkatan kelenjar getah bening sebagai bagian dari terapi kanker.

Sebagian besar kasus limfedema di dunia disebabkan oleh infeksi parasit yang disebut filariasis, yang ditularkan melalui gigitan nyamuk yang telah terinfeksi sebelumnya. Cacing akan berkembang di dalam pembuluh limfe yang akan menyebabkan kondisi limfedema.

Meski begitu, di Amerika Serikat, terapi radiasi untuk kanker payudara, terutama jika dilakukan setelah pembedahan untuk kanker payudara, merupakah salah satu penyebab terbanyak limfedema.

Sayangnya, tidak ada cara untuk menyembuhkan limfedema. Pilihan terapi yang ada hanya ditujukan untuk mengendalikan gejala dan mengurangi rasa tidak nyaman.

Penyebab

Kelainan bawaan dari sistem kelenjar getah bening merupakan penyebab limfedema utama. Beberapa gen yang berperan dalam perkembangan sistem kelenjar getah bening memiliki struktur yang salah, sehingga menyebabkan kesulitan dalam menyebarkan cairan ke seluruh tubuh. Kondisi tersebut diderita sejak lahir, tetapi gejala akan mulai berkembang selama pubertas dan menjadi jelas terlihat saat dewasa. Jika gejala dari limfedema utama muncul setelah pasien berusia 35 tahun, kondisi ini dikenal sebagai penyakit Meige atau limfedema tarda.

Ada beberapa kasus limfedema komplikasi antara lain luka kelenjar getah bening atau pembuluh limfe, terapi radiasi setelah pembedahan kanker, sel kanker yang menyumbat pembuluh limfe, infeksi pada kelenjar getah bening, adanya parasit pada sistem kelenjar getah bening, dan beberapa jenis obat tertentu yang dapat menyebabkan keadaan tersebut.

Limfedema berkembang sesuai stadiumnya. Selama stadium pertama , pembengkakan jarang terlihat pada lengan atau tungkai, tetapi tangan atau kaki dapat terlihat sedikit gemuk. Jika pembengkakan didapatkan, sifatnya dapat intermiten/hilang timbul, atau hanya muncul selama malam hari tetapi hilang saat siang hari. Jika diberikan tekanan pada kulit sekitar daerah yang bengkak, tekanan akan memberikan lekukan kecil. Limfedema stadium 1 umumnya tidak memerlukan pengobatan apapun dan kondisi tersebut akan sembuh dengan sendirinya.

Pada limfedema stadium 2, kulit di sekitar daerah yang bengkak terasa seperti busa/spons. Pemberian tekanan pada daerah tersebut tidak akan meninggalkan lekukan dan lengan atau kaki terasa keras akibat fibrosis/pengerasan jaringan. Pengobatan umumnya diperlukan pada stadium ini.

Stadium lanjut dari penyakit ini atau limfedema stadium 3 juga dikenal sebagai elephantiasis limfostatis. Pembengkakan lengan atau tungkai terlihat jelas karena umumnya ukurannya sangat besar. Kulit menjadi kering dan sisik-sisik akan mulai terbentuk. Pada beberapa kasus, cairan mulai bocor atau kantong akan terbentuk untuk menampung cairan. Infeksi kulit dapat muncul karena kerusakan kulit. Pengobatan pada stadium ini memerlukan pembuangan cairan untuk mengurangi pembengkakan, mengobati jaringan parut, mengobati infeksi, dan berusaha mempertahankan fungsi alat gerak.

Gejala Utama

Bengkak merupakan gejala utama limfedema. Tingkat pembengkakan bergantung stadium penyakit. Pembengkakan pada limfedema stadium 1 hanya terlihat ringan dan hilang timbul. Pada stadium lebih lanjut, bengkak menjadi lebih jelas.

Selain pembengkakan lengan atau tungkai, limfedema dapat menyebabkan gejala lain seperti:

Pada limfedema utama, kondisi tersebut sudah diderita tetapi gejala mulai berkembang selama masa bayi, anak-anak, atau dewasa muda. Pada beberapa kasus, gejala hanya muncul ketika pasien telah melewati 35 tahun.

Pada limfedema komplikasi, gejala dapat muncul kapan saja. Jika kondisi tersebut disebabkan luka atau trauma, gejala akan tampak jelas segera setelah kejadian. Jika penyebab limfedema adalah pengobatan kanker, gejala akan muncul beberapa bulan atau tahun.

Siapa yang Harus Ditemui dan Jenis Perawatan yang Tersedia

Orang pertama yang harus ditemui jika Anda mengalami gejala-gejala di atas adalah dokter layanan utama Anda. Dokter Anda dapat melakukan beberapa pemeriksaan dan memberikan diagnosis lengkap mengenai kondisi Anda. Jika kondisi tersebut merupakan akibat terapi kanker, dokter atau ahli kanker (onkologis) Anda akan memberikan terapi yang sesuai. Namun perlu diingat bahwa tidak ada cara untuk menyembuhkan limfedema dan terapi yang tersedia hanya akan menekan gejala dan memberikan sedikit rasa nyaman sehingga Anda dapat melanjutkan kegiatan sehari-hari Anda, atau paling tidak dapat melakukannya dengan sedikit lebih mudah.

Dalam mendiagnosis limfedema, dokter akan menyarankan Anda untuk melakukan beberapa pemeriksaan. Pertama, dokter akan melakukan pemeriksaan pengukuran anggota gerak tubuh. Pemeriksaan ini meliputi pengukuran ukuran anggota gerak tubuh pada beberapa waktu yang berbeda, menghitung besaran anggota gerak tubuh dengan pemeriksaan perpindahan air (water displacement), atau pemeriksaan perometri untuk mengukur garis batas dan besaran anggota gerak tubuh yang terkena. Pemeriksaan berikutnya adalah pemeriksaan bioimpendansi, yang mencakup pengukuran aliran arus listrik pada beberapa bagian berbeda pada tubuh Anda. Jumlah cairan pada tubuh akan mempengaruhi arus.

Selain itu, dokter akan meminta beberapa pemeriksaan pencitraan, seperti MRI, ultrasound, CT scan, atau limfoscintigrafi.

Ketika kondisi dan stadium dari limfedema sudah ditentukan, dokter akan melanjutkan rencana perawatan dengan menggunakan obat-obatan. Obat-obatan yang digunakan meliputi bahan yang menyerupai retinoid (obat turunan vitamin A), seperti acitretin dan tazarotene; antihelmintik seperti Albenza; produk oles untuk kulit dan antibiotik. Ingatlah bahwa obat-obatan tersebut digunakan untuk mengobati gejala limfedema karena saat ini tidak ada cara untuk menyembuhkan kondisi tersebut.

Referensi:

  • National Cancer Institute. https://www.cancer.gov/
  • Lymphedema – Canadian Cancer Society. https://cancer.ca/
Bagikan informasi ini: