Apa Itu Borok Kaki?

Borok kaki adalah salah satu komplikasi akibat diabetes, suatu penyakit yang memengaruhi kemampuan tubuh untuk menyembuhkan luka. Biasanya, luka akan timbul di kulit kaki akibat rusaknya jaringan di sekitar borok tersebut. Lama-kelamaan, borok kaki akan memakan lapisan epidermis, lemak subkutan dan lapisan dermis. Pada kebanyakan kasus borok kaki, pasien juga menderita diabetes melitus, penyakit metabolisme yang diakibatkan tingkat kadar gula yang tinggi dalam jangka waktu tertentu.

Pada tahap awal, borok kaki akan sangat menyakitkan, terutama saat pasien berjalan, berlari, atau menekan kaki yang terluka. Saat borok kaki mulai keluar dan muncul pada kulit, bentuknya akan tampak berwarna kemerahan, seperti ruam. Namun, karena tubuh pasien tidak memiliki kemampuan menyembuhkan sendiri seperti orang normal yang dapat mengganti jaringan dan lapisan kulit yang rusak, borok akan tampak seperti sedang memakan kaki pasien. Jika tidak segera ditangani, borok kaki dapat menyebabkan komplikasi serius yang dapat menyebabkan nekrosis atau kematian jaringan kulit tersebut. Ini akan menyebabkan mati rasa di bagian bawah tubuh, terutama pada bagian kaki yang terkena borok. Biasanya, nekrosis akan menyebabkan daging yang busuk membengkak dan menimbulkan bau tidak sedap.

Jika tidak segera ditangani, nekrosis dapat menyebabkan kerusakan jaringan yang menyebar dari kaki pasien, yang biasanya memerlukan amputasi untuk menyelamatkan hidup pasien.

Meskipun borok kaki dapat membahayakan nyawa pasien, kondisi ini masih dapat ditangani jika dirawat dengan tepat.

Penyebab Borok Kaki

Orang yang mengidap diabetes memiliki resiko tinggi untuk terjangkit borok kaki. Diabetes melitus meningkatkan tingkat gula darah, menghambat peredaran darah (terutama di bagian bawah tubuh), dan merusak sistem saraf.

Tingkat gula darah yang tinggi dapat merusak saraf seiring dengan waktu, yang membuat pasien mati rasa dan tidak dapat merasakan sakit pada bagian bawah tubuh. Pasien akan sangat mudah merusak kulit, jaringan, dan otot pada kaki tanpa dirasakan sama sekali oleh pasien. Luka minor seperti luka kecil, luka memar, dan bisul dapat menyebabkan borok kaki. Pasien penderita diabetes harus mencegah berkembangnya luka minor pada kaki, yang dapat terjadi jika pasien berjalan atau memberikan tekanan pada kaki karena sistem saraf pasien tidak bekerja seperti seharusnya. Saat luka minor tersebut memburuk, biasanya borok kaki akan muncul.

Selain dari kondisi diabetes melitus, kondisi lain yang dapat menyebabkan borok kaki adalah:

  • Penyakit pada pembuluh darah yang menghambat peredaran darah pada bagian bawah tubuh.

  • Penyakit di sekitar daerah pembuluh darah arteri, kondisi di mana terjadinya penumpukan timbunan lemak di sekitar pembuluh darah arteri, yang dapat mengurangi kandungan darah kaya oksigen untuk mengalir ke bagian bawah tubuh.

  • Meskipun pasien tidak menderia diabetes, sirkulasi darah yang buruk dapat menyebabkan mati rasa dan mempengaruhi kemampuan tubuh untuk menyembuhkan luka dan cedera. Di saat kaki menderita cedera, proses penyembuhan akan berjalan lambat dan akhirnya membuat kaki rentan terkena borok.

Ada juga beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan resiko seseorang dapat terjangkit borok kaki, di antaranya:

  • Usia lanjut
  • Perokok
  • Gaya hidup yang duduk terus menerus
  • Kandungan kolesterol tinggi dalam darah
  • Obesitas
  • Tekanan darah tinggiHigh blood pressure
  • Pernah terkena borok kaki
  • Pasien diabetes yang juga mengalami masalah pada mata atau ginjal
  • Menderita bengkak pada ibu jari, yang dapat memberikan tekanan yang menyakitkan pada bagian kaki tertentu.
  • Mengalami masalah dengan cara berjalan
  • Memaksakan menggunakan sepatu yang tidak muat

Gejala Utama Borok Kaki

Sangat mudah untuk melihat adanya borok kaki. Bentuknya kemerahan, biasanya tampak seperti kawah pada kulit. Borok kaki kadang-kadang dapat ditemukan pada bagian telapak kaki atau di sisi kaki, dan biasa juga ditemukan pada ujung jari kaki. Pada umumnya, luka tersebut akan dikelilingi kulit yang menebal, seperti daerah callus. Pada tahap awal borok kaki, batas callus mungkin tidak begitu tampak.

Dalam tahapan borok kaki yang lebih serius, kawah yang tampak akan sangat dalam, yang akan memperlihatkan tulang dan otot tendon.

Pada pasien sehat, borok kaki dapat sangat menyakitkan karena sistem saraf mereka masih bekerja dengan baik dan dapat mengirimkan rasa sakit ke otak.

Siapa yang Perlu Ditemui dan Jenis Perawatan yang Tersedia

Apabila menemukan tanda-tanda borok kaki, Anda sangat disarankan untuk menemui dokter umum. Dokter akan menilai kedalaman luka tersebut, kemungkinan adanya infeksi, atau jika luka tersebut memengaruhi jaringan dalam dan tulang. Jika diperlukan, pasien yang menderita diabetes akan dirujuk ke spesialis endokrin.
Kebanyakan infeksi dapat ditangani dengan antibiotik. Bedah kecil untuk mengangkat jaringan yang sudah mati juga dapat dilakukan, sebelum menutup luka tersebut dengan bahan tertentu yang terbuat dari hydrocolloids, bahan yang menyerap, dan hydrogel. Balutan perban juga dapat diberikan pada kaki supaya borok kaki tidak tertekan saat pasien berjalan atau berdiri.

Menjaga tingkat gula darah dan menggunakan sepatu khusus dapat mencegah munculnya kembali borok kaki bagi para pasien diabetes.

Rujukan:

  • American Diabetes Association. Standards of medical care in diabetes -- 2014. Diabetes Care. 2014;37:S14-S80.

  • Brownlee M, Aiello LP, Cooper ME, et al. Complications of diabetes mellitus. In: Melmed S, Polonsky KS, Larsen PR, Kronenberg HM, eds. Williams Textbook of Endocrinology. 12th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders; 2011: chap 33.

  • Kim PJ, Steinberg JS. Complications of the diabetic foot. Endocrinol Metab Clin N Am. 2013;42:833-847.

Bagikan informasi ini: