Apa itu Penyakit Paru-paru?

Paru-paru adalah bagian dari sistem pernapasan. Fungsinya adalah memasok oksigen dan mengeluarkan udara kotor agar seluruh sistem dan organ tubuh dapat berfungsi dengan baik. Paru-paru terletak di kedua sisi dada. Keduanya dipisahkan oleh mediastinum (rongga yang berisi esofagus, trakea, dan jantung), dan dilindungi oleh tulang rusuk.

Penyakit paru-paru adalah kondisi yang membuat paru-paru tidak dapat berfungsi secara normal. Beberapa yang paling umum, di antaranya asma, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), pneumonia, tuberkulosis, dan kanker paru. Penyakit tersebut dapat berasal dari genetik, kebiasaan merokok, polusi udara, dan paparan bahan kimia di tempat kerja. Penyakit-penyakit ini umumnya menunjukkan gejala yaitu sulit bernapas, batuk kronis, mengi, dan nyeri dada. Kondisi yang sudah parah dapat menyebabkan pasien batuk berdarah, infeksi kronis yang tidak sembuh setelah diobati, dan kegagalan pernapasan.

Penyakit paru-paru merupakan gangguan kesehatan yang paling umum di dunia, yang menyerang pasien dari segala usia - pria, wanita, anak-anak, lansia, perokok, dan bukan perokok. Menurut World Health Organisation (WHO), penderita as,a di seluruh dunia mencapai 235 juta orang dan sekitar tiga juta orang meninggal karena PPOK. Di samping itu, kanker paru menjadi penyebab utama kematian akibat kanker, baik pada pria maupun wanita. Artinya, satu di antara empat kematian akibat kanker berupa kanker paru. Penyakit paru-paru juga merupakan penyebab utama kematian pada bayi di bawah satu tahun.

Penyebab Penyakit Paru-paru

Sebagian besar penyakit paru-paru disebabkan oleh merokok. Asap rokok mengandung racun yang mengganggu kinerja tubuh dalam menyaring udara yang masuk dan keluar dari paru-paru. Rokok pun dapat merusak silia (struktur mikroskopis yang bertugas membuang debu dan kotoran dari udara yang terhirup) dan memproduksi lendir berlebih. Hal ini menyebabkan penumpukan zat racun di dalam paru-paru.

Paparan asap rokok dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki pada struktur paru-paru. Akibatnya, paru-paru tak dapat menyalurkan oksigen pada darah dengan baik, sehingga penderita menjadi sulit bernapas dan mengalami gejala lain.

Penyebab lain dari penyakit paru-paru adalah:

  • Polusi udara - Sama halnya dengan asap rokok, polutan juga menyebabkan kerusakan saluran pernapasan yang serius. Polutan memicu asma dan memperburuk penyakit paru kronis, seperti emfisema, kanker paru, dan PPOK.

  • Asbestos - Asbestos adalah mineral yang muncul secara alami, yang berkaitan dengan luka pada jaringan paru, penyakit pleura, dan kanker paru. Dahulu, mineral ini banyak digunakan sebagai bahan bangunan penahan api, namun sekarang seringkali ditemukan pada bangunan rumah tua.

  • Radon - Gas radioaktif yang tidak berbau dan tidak terlihat ini biasanya ada di sekitar lingkungan. Radon diproduksi oleh uranium yang membusuk di dalam air, batu, atau tanah. Kadar radon sangat tinggi pada lantai bawah tanah dan tempat yang kurang ventilasi (lubang udara).

Gejala Utama Penyakit Paru-paru

Gejala penyakit paru-paru yang paling umum adalah sulit bernapas atau napas pendek, mengi, batuk, dan nyeri dada. Gejala lain yang dapat muncul, termasuk radang saluran udara, dada terasa sesak, sering mengalami infeksi pernapasan, dan produksi lendir berlebih di dalam paru-paru.

Jika tidak diobati, penyakit paru-paru dapat menyebabkan penurunan berat badan, sianosis (kulit dan bibir menjadi kebiruan karena darah kekurangan oksigen), batuk berdarah, dan pembengkakan.

Siapa yang Perlu Ditemui dan Pengobatan yang Tersedia

Pasien yang mengalami gejala di atas dapat berkonsultasi pada dokter umum atau dokter keluarga mereka sebagai langkah pemeriksaan awal. Jika diduga mengidap penyakit paru-paru, pasien akan dirujuk pada pulmonologist atau pediatric pulmonologist (jika pasien masih anak-anak atau remaja), dokter spesialis yang menangani diagnosis dan pengobatan untuk segala jenis gangguan dan penyakit paru-paru (pulmonal).

Untuk mendiagnosis penyakit paru-paru, dokter biasanya memulai dengan meninjau riwayat kesehatan pasien. Kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh, rontgen dada, dan tes pencitraan yang menghasilkan gambar paru-paru, saluran udara, dan pembuluh darah secara terperinci. Tes ini sangat berguna untuk mengenali abnormalitas, seperti penumpukan udara atau cairan di dalam paru-paru. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, dokter kemungkinan melakukan prosedur-prosedur berikut:

  • Uji fungsi paru - Prosedur non-invasif untuk mengukur kinerja paru-paru.

  • Bronkoskopi - Prosedur yang memanfaatkan endoskop untuk menggambarkan saluran udara, untuk tujuan diagnostik dan pengobatan.

  • Torakoskopi - Dalam prosedur ini, endoskop disisipkan melalui sayatan kecil pada dinding dada. Tujuannya untuk memeriksa paru-paru dan struktur lain di dalam dinding rongga dada. Prosedur ini juga dapat dimanfaatkan untuk memberi obat langsung ke dalam paru-paru atau mengeluarkan nanah dan cairan yang menumpuk.

  • Elektrokardiografi (ECG) dan ekokardiografi - Prosedur ini dilaksanakan untuk memastikan kalau napas pendek atau sulit bernapas bukan disebabkan olej penyakit jantung.

  • Biopsi jarum - Biasanya dilakukan sebagai prosedur lanjutan apabila tes pencitraan mendeteksi adanya nodul, namun dokter tidak dapat memastikan sifatnya ganas (mengandung kanker) atau jinak (tidak bersifat kanker). Dengan menggunakan jarum, dokter akan mengambil dan mengamati sedikit contoh jaringan di bawah mikroskop.

Setiap penyakit paru memerlukan pengobatan yang berbeda. Penyakit ringan dapat diatasi dengan obat-obatan, banyak istirahat dan minum air putih. Sedangkan penyakit yang parah seringkali memerlukan prosedur bedah. Contohnya seperti asma yang umumnya ditangani dengan obat-obatan, seperti kortikosteroid, leukotriene modifiers, dan inhaler. Sementara itu, kanker paru-paru seringkali memerlukan prosedur bedah untuk mengangkat bagian paru-paru yang mengandung tumor ganas. Prosedur ini umumnya diikuti dengan kemoterapi dan terapi radiasi untuk membunuh sel kanker.

Pengidap penyakit paru-paru diperiksa dengan seksama sebelum diberi menjalani pengobatan apapun. Gejala, kesehatan secara keseluruhan, dan tingkat keparahan penyakit akan dipertimbangkan saat dokter merancang pengobatan untuk mereka. Prognosis pasien dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk usia, penyakit lain yang diderita, dan reaksi tubuh pasien terhadap pengobatan. Prognosis seringkali lebih buruk bila penyakit paru-paru menyerang pasien yang tengah dirawat karena mengidap penyakit kronis atau penyakit serius lainnya.

Rujukan:

  • Witt WP, Wiess AJ, Elixhauser A (December 2014). “Overview of Hospital Stays for Children in the United States, 2012”. HCUP Statistical Brief #186. Rockville, MD: Agency for Healthcare Research and Quality.

  • Wier, L. M.; Hao, Y.; Owens, P.; Washington, R. (May 2013). “Overview of Children in the Emergency Department, 2010”. HCUP Statistical Brief #157. Agency for Healthcare Research and Quality. Rockville, MD.

Bagikan informasi ini: