Apa itu Melanoma Ganas pada Kaki?

Melanoma adalah jenis kanker kulit yang bermula dari sel yang menghasilkan melanin (melanosit). Melanin adalah pigmen yang memberikan warna pada kulit, rambut, dan mata.

Melanoma dapat berkembang di bagian tubuh manapun. Namun, kondisi ini paling sering ditemui di bagian tubuh yang sering terpapar sinar matahari. Seperti, dada, punggung, dan kaki bagian atas. Selain itu, kondisi ini juga dapat berkembang di kaki bagian bawah atau pergelangan kaki.

Kondisi ini bukan merupakan kanker kulit yang umum ditemui karena hanya menyumbang 1% dari keseluruhan kasus. Akan tetapi, kondisi ini adalah yang paling berbahaya dan bertanggung jawab terhadap kebanyakan kasus kematian akibat kanker kulit. Ini karena, melanoma cenderung menyebar ke bagian tubuh lain.

Hingga 15% kasus melanoma muncul di kaki bagian bawah. Biasanya, berkembang di telapak kaki atau bahkan di bawah kuku kaki. Kondisi ini memiliki tingkat kematian yang tinggi karena terdeteksi saat stadium lanjut. Sehingga, pengobatannya sulit. Apalagi, jika kanker sudah menyebar ke organ vital.

Penyebab Melanoma Ganas pada Kaki

Melanoma ganas atau melanoma maligna pada kaki sering disebabkan oleh aparan sinar ultraviolet (UV) yang berkepanjangan dari matahari dan tanning bed. Paparan ini bisa merusak DNA sel kulit. Bila sudah rusak, sel bisa tumbuh dan membelah secara tak terkendali. Kondisi inilah yang memicu berkembangan kanker.

Keterangan di atas juga memperjelas mengapa melanoma ganas sering ditemukan pada bagian tubuh sering terpapar sinar matahari.

Selain paparan sinar UV, ada faktor lain yang dapat meningkatkan risiko berkembangnya melanoma ganas, yaitu:

  • Riwayat sengatan matahari yang parah

  • Memiliki kulit yang terang - Banyak kasus melanoma ganas pada kaki ditemukan pada orang dengan kulit terang. Banyak dari mereka juga memiliki mata biru dan rambut merah atau pirang.

  • Riwayat kanker kulit - Orang yang pernah menderita kanker kulit memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan melanoma ganas. Dengan demikian, pasien dengan riwayat kanker kulit disarankan untuk melakukan pemeriksaan rutin.

  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah - Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah membuat seseorang lebih rentan terhadap banyak kelainan dan penyakit, termasuk kanker kulit.

  • Memiliki kondisi yang diwariskan - Sejumlah kondisi langka yang jarang ditemukan dapat meningkatkan risiko kanker kulit. Ini termasuk sindrom ovarium herediter dan kanker payudara.

  • Memiliki beberapa tahi lalat di kaki

Gejala Utama Melanoma Ganas pada Kaki

Melanoma ganas pada kaki seringkali memiliki bentuk dan pinggiran yang tidak beraturan. Selain itu, ia juga memiliki warna gradasi dan membesar seiring berjalannya waktu. Meskipun menunjukkan ciri-ciri jelas, lokasi berkembangnya kondisi ini tersembunyi sehingga sulit terdeteksi. Melanoma seringkali ditemukan berkembang di telapak kaki dan bahkan di bawah kuku. Oleh karena itu, mereka yang memiliki faktor risiko, disarankan untuk melakukan self-test minimal sebulan sekali.

Mereka yang memakai cat kuku dalam waktu yang lama juga perlu menghapusnya secara rutin, untuk memastikan tidak ada pertumbuhan abnormal pada kuku.

Siapa yang Perlu Ditemui dan Jenis Pengobatan yang Tersedia

Pasien dengan tahi lalat yang tampak abnormal harus segera berkonsultasi dengan spesialis kulit (dermatologist). Diagnosis dini memberi pasien kesempatan terbaik untuk sembuh. Saat terdeteksi lebih awal, kanker kulit bisa diangkat dengan prosedur rawat jalan sederhana.

Untuk diagnosa kanker kulit, dokter akan memeriksa pertumbuhan abnormal. Kemudian, dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan kepada pasien. Sebab, dokter ingin mengetahui kapan melanoma berkembang dan apakah sudah berubah sejak pertama kali terlihat. Selain itu, pasien juga ditanya tentang riwayat kesehatannya.

Kemudian, dokter akan melaksanakan dermatoskopi. Tes ini akan menggunakan lensa pembesar khusus dan sumber cahaya. Fungsinya untuk menentukan apakah pertumbuhan abnormal tersebut jinak atau ganas. Jika hasil tes menunjukkan bahwa itu ganas, dokter akan meminta pasien menjalani biopsi sebelum melakukan diagnosis.

Biopsi kulit melibatkan pengambilan sampel dari pertumbuhan abnormal untuk dipelajari di bawah mikroskop. Jika tes ini mengonfirmasi melanoma ganas pada kaki, dokter akan melakukan biopsi lagi. Tujuan dari biopsi kedua adalah untuk melihat apakah kanker sudah menyebar di luar kaki. Hal ini penting dalam menentukan rencana perawatan terbaik untuk pasien. Dokter mungkin menggunakan jarum halus untuk mengeluarkan potongan kecil kelenjar getah bening. Hal ini juga bisa dilakukan dengan operasi terbuka.

Selain itu, tes pencitraan juga digunakan untuk menilai tingkat penyebaran kanker. Tes yang dimaksud biasanya mencakup pemindaian MRI, PET, dan CT. Tes-tes tersebut dapat menghasilkan gambar detil organ dalam tubuh. Dengan demikian, dokter bisa dengan mudah mengidentifikasi kelainan.

Pengobatan penyakit ini tergantung pada banyak faktor. Dua faktor yang paling penting adalah stadium kanker dan kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan. Melanoma stadium 0 bisa diobati dengan operasi saja. Seluruh pertumbuhan bisa diangkat karena terbatas pada situs kanker. Pada stadium I dan II lebih serius tapi seringkali tidak mematikan. Stadium ini berarti bahwa kanker mungkin telah merusak kulit. Meski lebih menantang, tapi dalam banyak kasus tetap bisa disembuhkan.

Stadium III dan IV sering mengancam jiwa. Pada stadium III melanoma, kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening dan struktur sekitarnya. Sementara pada stadium IV, kanker telah menyebar ke bagian tubuh yang lain. Situs penyebaran yang paling umum adalah paru-paru, tulang, otak, dan organ perut.

Pembedahan merupakan pengobatan utama untuk penyakit ini. Tujuannya adalah untuk menghilangkan seluruh tumor dan jaringan sehat yang mengelilinginya. Dalam beberapa kasus, kelenjar getah bening di sekitarnya juga diangkat. Untuk memastikan tidak ada sel kanker yang tersisa setelah operasi, pasien juga sering menjalani kemoterapi dan terapi radiasi. Pasien juga dapat diminta menjalani pada imunoterapi. Terapi ini bertujuan untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh sehingga bisa melawan penyakit dengan lebih baik.

Jika penyakitnya sudah mencapai stadium lanjut, mungkin tidak mungkin bagi spesialis bedah untuk mengangkat tumor. Dalam kasus tersebut, pengobatan seringkali bersifat suportif. Perawatan disediakan terutama untuk meredakan gejala. Tingkat kelangsungan hidup lima tahun untuk pasien dengan melanoma stadium IV adalah antara 15% dan 20%. Pasien memiliki prognosis sedikit lebih baik, jika kanker memengaruhi bagian kulit di bagian tubuh lain bukannya organ dalam.

Rujukan:

  • Gershenwald JE, Morton DL, Thompson JF, et al, Collaborators of the AJCC/UICC Melanoma Task Force. Staging and Prognostic Factors for Stage IV Melanoma: Initial Results of an American Joint Committee on Cancer (AJCC) International Evidence-based Assessment of 4,895 Melanoma Patients. J Clin Oncol. 2008;26(May 20 suppl; abstr 9035). Abstract presented at American Society of Clinical Oncology (ASCO) 2008 Annual Meeting.

  • Norris W. Eight cases of Melanosis with pathological and therapeutical remarks on that disease. London: Longman; 1857.

Bagikan informasi ini: