Apa itu Masalah Kelopak Mata?

Kelopak mata adalah lipatan kulit yang berada di atas dan bawah mata. Pada tepi kelopak mata terdapat bulu mata, yang merupakan bulu alami. Kelopak mata dan bulu mata melindungi mata dari benda asing seperti keringat dan debu. Sehingga, mata bisa terhindari dari iritasi atau gangguan penglihatan. Kelopak mata juga menjaga mata tetap lembab dengan membantu menyebarkan air mata yang dihasilkan oleh saluran air mata, saat Anda berkedip. Selain itu, kelopak mata juga mengendalikan cahaya yang terlalu silau dengan mengurangi kecerahannya. Sebab cahaya tersebut dapat membuat mata tegang dan memicu sakit kepala.
Karena jaraknya yang dekat dengan bulu mata dan mata, gangguan kesehatan yang berkaitan dengan kelopak mata juga dapat memengaruhi kedua organ tersebut.

Penyebab Kondisi Masalah Kelopak Mata

Di bawah ini adalah masalah kelopak mata yang umum terjadi serta penyebabnya: Ptosis – Disebut juga sebagai kelopak mata menurun, kondisi ini ditandai dengan lipatan kulit kelopak mata atas yang terlalu berat. Tingkat lipatan ini dapat bervariasi. Dalam banyak kasus, hal ini merupakan kondisi ringan yang tidak membutuhkan intervensi apa pun. Namun, ketika sudah parah, masalah ini dapat mengurangi atau bahkan menghalangi penglihatan pasien. Ptosis dapat disebabkan oleh beberapa faktor termasuk penuaan, di mana kulit mulai kehilangan kolagen dan mulai keriput. Masalah ini juga dapat berupa bawaan, terbentuk selama kehamilan atau disebabkan oleh cedera.

Ektropion dan Entropion – Masalah ini mengacu pada posisi kelopak mata yang tidak biasa. Entropion adalah posisi kelopak mata yang mengembang ke dalam. Sedangkan pada ektropion, kelopak mata mengembang ke luar. Penyebab terbesar masalah ini adalah penuaan, yang menyebabkan hilangnya elastisitas kulit. Hal ini dapat menjadi masalah karena dapat menyebabkan mata terpapar dengan penyebab iritasi. Selain itu, bulu mata juga dapat menyebabkan iritasi pada mata, terutama kornea.

Kista – Kelopak mata juga dapat tampak bengkak karena pembentukan kista di bawah kelopak. Terbentuknya kista mirip dengan terbentuknya jerawat dan muncul akibat penyumbatan pada kelopak mata. Terkadang kista semakin parah hingga menyebabkan infeksi. Namun, kista atau benjolan yang ada, biasanya jinak.

Tembel – Masalah ini adalah peradangan yang terlihat di dekat bulu mata dan pada ujung kelopak mata. Tembel muncul karena infeksi bakteri yang terjadi pada kelenjar. Ada juga kasus di mana masalah kelopak mata disebabkan oleh penyakit lain, misalnya: * Munculnya tahi lalat di sekitar kelopak mata yang dapat menjadi tanda dari kanker kulit atau melanoma, yang merupakan jenis kanker kulit paling serius.

Konjungtivitis – Konjungtivitis juga dikenal sebagai radang mata, adalah peradangan pada konjungtiva, yaitu lapisan jaringan yang sangat tipis yang menutupi bagian depan mata. Salah satu gejalanya adalah meningkatnya air mata, yang dapat menyebabkan kelopak mata menjadi lengket.

Eksim – Masalah ini mengacu pada sekelompok kondisi kesehatan yang menyerang kulit, yang terjadi karena peradangan. Ciri utamanya adalah kulit bersisik dan gatal, yang juga dapat menyerang mata.

Alergi rhinitis – Masalah ini juga dapat meningkatkan air mata, hingga menyebabkan kelopak mata gatal atau lengket.

Gejala Utama Masalah Kelopak Mata

  • Rasa gatal dan kulit kelopak mata mengelupas
  • Kelopak mata bengkak
  • Mata kemerahan
  • Terbentuknya kista atau benjolan
  • Meningkatnya air mata
  • Penglihatan berkurang atau kabur
  • Radang
  • Sakit mata
  • Hilangnya bulu mata
  • Bulu mata yang terus menerus rusak

Siapa yang Harus Ditemui dan Jenis Pengobatan yang Tersedia

Kebanyakan masalah kelopak mata adalah masalah yang umum, dan biasanya ditangani oleh dokter umum termasuk dokter keluarga. Namun, kasus yang parah akan ditangani oleh dokter mata oftalmologi –yaitu dokter yang menangani penyakit mata. Dokter mata oftalmologi berbeda dengan dokter mata optometri yang menangani kesalahan bias seperti rabun jauh, rabun dekat, dan astigmatisme.

Konsultasi umum melibatkan pemeriksaan fisik, termasuk pemeriksaan dekat serta pemeriksaan kelopak mata, mata, dan bulu mata. Dokter juga akan meninjau riwayat kesehatan dan kegiatan pasien sebelum penyakit ini muncul untuk mengetahui kemungkinan penyebab masalah ini. Pemeriksaan yang lebih rumit sangat jarang dilakukan. Dalam beberapa kasus, masalah kelopak mata akan sembuh dengan sendirinya. Jika tidak, kondisi ini dapat ditangani dengan beberapa metode, yaitu:

Operasi – Tindakan operasi kelopak mata yang disebut blepharoplasty sering dianjurkan ketika kelopak mata berubah bentuk. Contohnya adalah kasus di mana kelopak mata turun atau menonjol ke arah dalam atau luar. Selama operasi, dokter bedah akan mengangkat jaringan lemak yang menyebabkan kelopak mata bermasalah. Pasien dengan mata kecil juga dapat memilih menjalani operasi ini untuk memperbesar mata mereka.

Obat tetes dan oles – Obat tetes atau oles mata dapat diberikan jika penyakit mata pasien tidaklah parah. Obat ini diberikan untuk menghilangkan rasa sakit, mengurangi gejala penyakit mata seperti mata gatal, kering, dan merah, serta membuat mata kembali nyaman.

Antibiotik – Antibiotik akan diberikan jika penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri. Pengobatan penyakit yang menyebabkan gangguan mata – Jika penyakit kelopak mata disebabkan oleh kondisi atau penyakit lain, pengobatan akan difokuskan untuk menyembuhkan penyakit tersebut. Misalnya, jika mata pasien berair karena alergi rhinitis, dokter akan memberikan antihistamin untuk menyembuhkan kedua penyakit tersebut.

Rujukan:

  • Kostick DA, Bartley GB. Upper eyelid malpositions: congenital ptosis. In: Albert DM, Miller JW, Azar DT, Blodi BA, Cohan JE, Perkins T. Albert & Jakobiec's Principles & Practice of Ophthalmology. 3rd ed. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders; 2008:chap 256.

  • Olitsky SE, Hug D, Plummer LS, Stass-Isern M. Abnormalities of the lids. In: Kliegman RM, Behrman RE, Jenson HB, Stanton BF, eds. Nelson Textbook of Pediatrics. 19th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders; 2011:chap 616.

Bagikan informasi ini: