Apa itu Masalah Leher?

Masalah leher adalah hal yang sering dikeluhkan diantara pasien tanpa memperhatikan jenis kelamin ataupun kelompok usia. Meskipun kebanyakan masalah ini bisa hilang dengan sendirinya, beberapa dapat mengancam nyawa sehingga segera memerlukan penanganan medis.

Leher terdiri dari beberapa struktur yang berbeda. Tulang yang menunjang kepala dan menghubungkannya ke tubuh merupakan bagian dari tulang belakang servikal. Leher juga memiliki kumpulan jaringan dan otot yang kuat tetapi juga sensitif. Masalah leher dapat terjadi saat salah satu struktur tersebut terpengaruh penyakit, tekanan, atau cedera.

Masalah umum pada leher mencakup nyeri dan kaku, kebas, kesemutan, suara klik dan gesekan saat pasien menggerakkan kepala, pusing saat memutar kepala atau melihat ke atas, serta kejang leher (leher miring akut atau tortikolis)

Masalah leher dapat berupa akut atau kronis. Masalah leher akut dirasakan tiba-tiba, umumnya dikarenakan tekanan atau cedera. Di sisi lain, masalah leher kronik mencakup nyeri dan gejala lainnya yang bertahan hingga lebih dari tiga bulan dan umumnya disebabkan penyakit.

Penyebab Masalah Leher

Di bawah ini adalah penyebab umum dari masalah leher:

  • Cedera otot merupakan penyebab umum dari sakit leher. Penggunaan berlebih dari otot leher dan memosisikan kepala pada satu posisi tidak alami atau tidak nyaman dapat dengan mudah mencederai otot leher.
  • Kompresi saraf atau saraf “terjepit” dapat juga menyebabkan nyeri leher. Kondisi ini seringkali melibatkan taji tulang atau hernia diskus pada tulang belakang servikal yang menjepit saraf pada leher.
  • Pelapukan sendi adalah sesuatu yang datang seiring dengan usia. Tulang belakang pada leher bergesekan antara satu dengan yang lain dengan menyakitkan jika kartilago antara tulang tersebut telah aus.
  • Penyakit dapat juga menjadi penyebab nyeri leher, terutama meningitis (melibatkan infeksi bakteri atau virus pada meninges), rheumatoid arthritis (sebuah penyakit progresif yang menyebabkan inflamasi dan deformitas sendi), atau kanker lokal atau metastasis.
  • Cedera dan luka pada leher dapat menyebabkan nyeri meskipun tidak melukai kulit. Contohnya, salah urat, akibat gerakan mendadak dari leher dan kepala, merupakan cedera umum yang dialami saat kecelakaan kendaraan bermotor.
  • Postur yang buruk
  • Tumor
  • Suara klik atau bergesek pada leher disebabkan oleh permukaan tulang yang kasar bergesekan antara satu dengan yang lain saat pasien menggerakkan kepalanya.

Gejala Utama Masalah Leher

Bergantung pada penyebabnya, gejala yang ada dapat mencakup sakit kepala atau pusing, otot leher yang ketat, tidak mampunya menggerakkan kepala dengan normal, spasme otot, dan nyeri yang memburuk saat mempertahan posisi kepala dalam jangka waktu panjang.

Kebanyakan jenis nyeri leher akan berkurang atau menghilang sepenuhnya setelah istirahat selama dua hari. Jika nyeri tetap bertahan dan disertai gejala lain yang digambarkan di atas, maka sebaiknya segera menemui dokter.

Siapa yang Perlu Ditemui dan Jenis Pengobatan yang Tersedia

Beberapa jenis nyeri leher dapat diobati menggunakan obat yang dijual bebas seperti ibuprofein atau parasetamol, sementara otot leher yang tegang dapat diobati dengan menerapkan panas atau menggunakan kantong es selama jangka waktu tertentu. Beberapa pasien dapat merasakan keringanan setelah mengubah postur tubuh mereka saat tidur; contohnya, memilih jenis bantal yang tidak membengkokkan leher pada posisi yang tidak alami. Olahraga leher dapat juga melegakan beberapa tekanan di wilayah tersebut.

Untuk pengobatan masalah leher, dokter umumnya menggunakan metode konservatif seperti terapi fisik, obat anti-inflamasi atau suntikan, obat-obatan nyeri, terapi chiropractic, atau akupuntur. Akan tetapi, nyeri leher kronik dan masalah leher serius lainnya seperti kanker, umumnya memerlukan intervensi bedah.

Rujukan:

  • Mayo Clinic. Neck Pain
  • American Academy of Orthopaedic Surgeons. Neck Pain
  • National Library of Medicine. Neck Pain
Bagikan informasi ini: