Apa itu Gangguan Pergerakan?

Orang sehat tidak pernah memikirkan kemampuan tubuhnya untuk bergerak. Segala aktivitas seperti berjalan, berlari, makan, menggosok gigi, menulis, mengetik, dan bernapas dianggap sebagai hal biasa. Namun, tubuh rentan terhadap beberapa penyakit yang dapat menyebabkan gangguan pergerakan. Saat hal ini terjadi, tubuh akan kesulitan atau tidak dapat melakukan hal yang sebenarnya mudah.

Pergerakan bergantung pada otot-otot yang ada di seluruh tubuh. Tubuh dapat mengendalikan otot karena adanya jaringan saraf di sistem saraf, dimulai otak sampai ke sumsum tulang belakang. Dari situ, saraf menyebar ke seluruh bagian tubuh.

Gangguan atau penyakit pergerakan kemungkinan disebabkan oleh gangguan pada sistem saraf. Gangguan ini dapat berkaitan dengan suatu penyakit atau bersifat fungsional, yang berarti kerusakan sistem saraf tidak diakibatkan oleh penyakit atau cedera.

Gangguan pergerakan fungsional biasanya berupa tremor, kedutan, kejang, atau gangguan gait (berjalan). Tremor biasanya terjadi di ekstremitas dan tidak dapat dikendalikan. Kedutan adalah respon tubuh pada faktor eksternal, misalnya suara yang keras. Kejang menyebabkan postur tungkai menjadi abnormal, misalnya tangan yang mengepal atau kaki yang bengkok. Sedangkan gangguan berjalan ditandai dengan kesulitan berjalan, misanya menyeret kaki saat berjalan atau kaki terasa lemas.

Gangguan pergerakan non-fungsional disebabkan oleh penyakit atau cedera pada sistem saraf.

Penyebab Gangguan Pergerakan

Ada beberapa penyakit yang dapat menyebabkan gangguan pergerakan. Contohnya adalah ataksia, distonia, essential tremor, penyakit Huntington, multiple system atrophy (MSA), mioklonus, penyakit Parkinson, progressive supranuclear palsy (PSP), sindrom Rett, parkinson sekunder, spastisitas, tardive dyskinesia (TD), sindrom Tourette, dan penyakit Wilson.

  • Ataksia adalah penyakit degeneratif yang menyerang sumsum tulang belakang, batang otak, atau otak. Penyakit ini menyebabkan tidak dapat bergerak dengan baik, kurangnya keseimbangan tubuh, dan kesulitan melakukan gerakan sadar.

  • Distonia adalah penyakit otot saraf yang disebabkan oleh kerusakan pada basal ganglia, yaitu bagian dalam otak yang mengendalikan otot.

  • Essential tremor adalah kondisi yang cukup umum. Di Amerika Serikat, ada lebih dari 5 juta orang yang terkena tremor ini. Kondisi ini ditandai dengan tremor yang mendadak pada tangan atau kaki saat melakukan pergerakan dasar.

  • Penyakit Huntington adalah penyakit degeneratif fatal yang menyerang sel saraf otak tertentu. Penyakit ini akan menyebabkan pergerakan tungkai tubuh yang tak terkendali.

  • Multiple system atrophy (MSA) adalah penyakit neurodegeneratif yang menyebabkan tekanan darah abnornal, gangguan pada fungsi tubuh, dan berbagai gangguan pergerakan.

  • Myoclonus adalah kedutan atau kejang pada otot. Kondisi ini disebabkan oleh penyakit tertentu, misalnya sindrom Rett, penyakit Huntington, penyakit Celiac, sindrom Angelman, dan lain-lain.

  • Penyakit Parkinson akan meyerang bagian otak yang mengendalikan pergerakan, yaitu substantia nigra.

  • Progressive supranuclear palsy (PSP) adalah penyakit yang jarang terjadi, namun dapat mengakibatkan gangguan saraf serius yang permanen. Pasien PSP pergerakannya akan melambat serta kesulitan menyeimbangkan tubuh, menelan, dan berbicara.

  • Sindrom Rett adalah penyakit neurodegeneratif yang mengakibatkan berbagai gangguan pergerakan, misalnya napas yang tidak teratur, gangguan berjalan, kejang, dan pergerakan tangan yang terus berulang. Pasien juga akan bertingkah seperti penderita autisme dan ketegangan ototnya sangat berkurang.

  • Parkinson sekunder adalah kondisi yang mirip dengan penyakit Parkinson, namun biasanya terjadi karena efek samping obat-obatan.

  • Spastisitas ditandai dengan otot yang mengerut, sehingga pasien sulit berjalan, berbicara, atau menggerakkan tubuhnya.

  • Tardive dyskinesia adalah penyakit otot yang disebabkan oleh konsumsi obat dalam jangka panjang. Tangan, bibir, otot wajah, atau kaki biasanya akan melakukan gerakan yang berulang atau tanpa sadar.

  • Sindrom Tourette adalah penyakit saraf bawaan yang menyebabkan tubuh melakukan gerakan tanpa sadar dan kesulitan mengendalikan suara vokal.

  • Penyakit Wilson adalah penyakit genetik yang menyebabkan berbagai gangguan pergerakan serta gangguan pada perut dan perilaku.

Gejala Utama Gangguan Pergerakan

Semua penyakit yang telah disebutkan di atas memiliki gejala tersendiri. Namun, gejala yang paling umum adalah lengan, kaki, tangan, atau tungkai yang bergerak secara tidak sadar. Beberapa penyakit dapat menyebabkan seseorang menjadi agresif atau ingin bunuh diri. Apabila penyakit menyerang otak, maka kemungkinan besar kemampuan psikis pasien akan berkurang.

Siapa yang Perlu Ditemui dan Jenis Pengobatan yang Tersedia

Walaupun kebanyakan gangguan pergerakan tidak dapat disembuhkan, namun pasien sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Dengan begitu, perkembangan penyakit dapat diperlambat dan pasien dapat mengendalikan otot, sehingga kehidupannya tidak terlalu terganggu.

Sementara itu, gangguan pergerakan yang tidak terlalu serius biasanya hanya sementara dan dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pertolongan medis. Yang termasuk dalam kategori ini adalah gangguan yang tidak disebabkan oleh penyakit atau cedera pada otak, batang otak, atau sumsum tulang belakang.

Untuk kondisi lain, pengobatan akan bergantung pada jenis penyakit dan bagian sistem saraf yang diserang. Sebagian besar pengobatan akan menggunakan berbagai jenis obat, namun ada juga yang membutuhkan operasi. Misalnya, pasien distonia akan disuntik dengan botulinum toxin (Botox). Botox akan memengaruhi komunikasi antara saraf dan otot, sehingga dapat mencegah gerakan tanpa sadar yang mendadak. Operasi adalah pilihan terakhir, apabila cara lain gagal. Saat operasi, dokter bedah akan memotong saraf atau sengaja merusak bagian otak tertentu untuk memperbaiki atau menangani gejala. Deep brain stimulation (DBS) terbukti efektif dalam beberapa kasus.

Dokter keluarga dapat mendiagnosis dan memberikan pengobatan untuk berbagai jenis gangguan pergerakan. Namun, apabila penyebabnya adalah penyakit, pasien akan dirujuk ke dokter spesialis.


Rujukan:

  • Jankovic J, Lang AE. Movement disorders. In: Daroff RB, Fenichel GM, Jankovic J, Mazziotta JC, eds. Bradley's Neurology in Clinical Practice. 6th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders; 2012:chap 21.

  • Lang AE. Other movement disorders. In: Goldman L, Schafer AI, eds. Goldman's Cecil Medicine. 25th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders; 2016:chap 410.

Bagikan informasi ini: