Apa itu Gangguan Sinus?

Gangguan sinus adalah peradangan, pembengkakan, dan gejala lainnya yang memengaruhi sinus. Sinus biasanya berisi udara, namun sinus rawan mengalami penyumbatan akibat bakteri, virus, jamur, atau cairan yang dapat menyebabkan infeksi. Gangguan sinus dapat disebabkan oleh banyak hal, sehingga penyakit ini sangat sulit untuk didiagnosis secara akurat. Namun, saat ini sudah ada tes tertentu untuk mendiagnosis sinusitis, dan pengobatannya akan sangat bergantung pada penyebab gangguan sinus.

Penyebab Gangguan Sinus

Gangguan sinus dapat disebabkan oleh berbagai faktor, namun faktor yang paling umum adalah:

  • Pilek
  • Rinitis alergi, atau pembengkakan hidung karena reaksi alergi
  • Polip hidung, atau pertumbuhan daging kecil di lapisan hidung
  • Pembengkokan septum, atau perubahan posisi rongga hidung

Karena banyaknya hal yang dapat menyebabkan sinus, gangguan sinus juga dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu:

  • Sinusitis kronis – Penyakit jangka panjang yang menyebabkan peradangan sinus dan gejala lainnya bertahan sampai lebih dari delapan minggu

  • Sinusitis berulang – Gangguan sinus yang terjadi beberapa kali dalam satu tahun

  • Sinusitis akut – Gangguan sinus yang terjadi secara mendadak, awalnya menimbulkan gejala seperti pilek; kondisi ini biasanya didiagnosis sebagai sinusitis akut ketika gejalanya tidak berhenti setelah 14 hari, namun biasanya gejala akan berhenti pada minggu keempat

  • Sinusitis sub akut – Apabila gejala tidak hilang setelah minggu keempat dan terus berlanjut sampai minggu kedelapan, kondisi ini akan didiagnosis sebagai sinusitis sub akut. Namun pada minggu kesepuluh, kondisi ini akan didiagnosis sebagai sinusitis kronis.

Beberapa faktor yang dapat memengaruhi risiko seseorang terkena gangguan sinus adalah:

  • Pilek
  • Kelainan pada struktur hidung
  • Defisiensi pada sistem kekebalan tubuh yang menyebabkan seseorang lebih rawan terkena infeksi
  • Mengonsumsi obat-obatan yang menghambat kinerja sistem kekebalan tubuh
  • Alergi
  • Faktor lingkungan, misalnya terkena asap
  • Merokok

Gejala Utama Gangguan Sinus

Gejala utama gangguan sinus adalah:

  • Nyeri wajah
  • Tekanan pada wajah
  • Penyumbatan hidung
  • Hidung mengeluarkan cairan yang tebal dan berwarna hijau atau kuning
  • Kehilangan kemampuan penciuman
  • Hidung tersumbat
  • Batuk
  • Kelelahan
  • Nyeri gigi/rahang

Pasien yang terkena infeksi virus atau bakteri juga dapat mengalami:

  • Demam
  • Bau napas yang tidak sedap

Sinusitis kronis juga dapat menyebabkan gejala lain, seperti nanah di rongga hidung, sakit kepala, dan perubahan warna lendir.

Karena ada beberapa gejala di atas yang mirip dengan gejala flu, tidak semua pasien langsung mencari pengobatan untuk gangguan sinus. Bahkan, banyak pasien yang sama sekali tidak mencari pengobatan untuk kondisi ini. Pasien baru mencari pengobatan setelah gejala sinusitis bertahan melebihi jangka waktu normal flu. Sinusitis dapat didiagnosis melalui pemeriksaan sinus, di mana dokter akan memeriksa kelunakan sinus. Dokter juga akan memeriksa gigi dan mulut untuk mencari tanda-tanda peradangan paranasal sinus.

Apabila dibutuhkan, dokter dapat meminta pasien untuk menjalani pemeriksaan khusus seperti endoskopi hidung, tes alergi, beberapa tes darah, tes mukus, pemindaian dengan sinar X, atau CT scan.

Siapa yang Harus Ditemui & Jenis Pengobatan yang Tersedia

Dokter keluarga Anda atau dokter umum memiliki keahlian yang dibutuhkan untuk mengobati gangguan sinus, namun apabila gangguan sinus bersifat kronis, berulang, atau menyebabkan gejala yang parah dan mengganggu aktivitas normal Anda, kemungkinan Anda akan dirujuk ke dokter THT (telinga, hidung, dan tenggorokan). Dokter THT memiliki keahlian yang lebih dari cukup untuk memeriksa saluran hidung dan bagian atas tenggorokan untuk mengetahui penyebab utama gangguan sinus.

Tujuan pengobatan sinusitis adalah untuk menghilangkan gejala dan menyembuhkan penyebab utama sinusitis. Oleh karena itu, ada beberapa langkah pengobatan yang harus dilakukan:

  • Memeriksa pemicu atau faktor penyebab sinusitis, seperti alergi pada zat tertentu, faktor lingkungan, atau gaya hidup yang tidak sehat (misalnya merokok)
  • Mengobati gejala sinusitis
  • Mengobati penyebab utama sinusitis, misalnya infeksi bakteri atau virus

Penyumbatan hidung dapat disembuhkan dengan:

  • Dekongestan
  • Obat semprot hidung
  • Obat tetes hidung
  • Semprotan steroid

Peradangan dapat diobati dengan pemberian steroid melalui mulut, sedangkan infeksi dapat diobati dengan antibiotik atau obat anti virus. Namun, sinus akibat infeksi jamur membutuhkan obat anti jamur dan tidak dapat diobati dengan antibiotik.

Apabila kondisi pasien disebabkan oleh alergi, pasien dapat diberi antihistamin. Sedangkan bagi pasien yang memiliki defisiensi sistem kekebalan tubuh, mereka dapat diobati dengan imunoglobin atau antibodi. Ketika sedang mengalami infeksi pada sinus, sebaiknya pasien memperbanyak jumlah konsumsi cairan.

Dalam beberapa kasus yang parah tapi jarang terjadi, pasien harus menjalani operasi sinus. Tindakan ini dilakukan hanya ketika gejala sinusitis tidak dapat diobati dengan pengobatan tradisional, saat pergerakan mukus sepenuhnya terhenti akibat pembengkakan dan tidak ada tanda-tanda pemulihan setelah pemberian obat-obatan, atau saat penyebab utama sinusitis adalah kelainan pada struktur sinus. Operasi dilakukan dengan membuka saluran hidung dan sinus yang tersumbat untuk memperbaiki kelainan struktur sinus, seperti septum yang bengkok atau untuk mengangkat polip hidung. Operasi dilakukan di bawah pengaruh bius lokal atau bius total, tergantung pada kondisi atau keinginan pasien. Namun, karena operasi akan dilakukan dengan endoskop, pasien dapat pulih dengan agak cepat dan dapat kembali melakukan kegiatan sehari-hari dalam satu minggu. Namun, pasien biasanya membutuhkan waktu 4-6 minggu untuk pulih sepenuhnya.

Selain operasi sinus, jenis operasi lainnya juga dapat dilakukan. Salah satunya adalah turbinektomi, yang dilakukan dengan mengecilkan ukuran jaringan hidung yang bengkak. Turbenuktomi dilakukan di klinik dokter dan berlangsung dengan sangat cepat; biasanya hanya membutuhkan beberapa menit dan bius lokal.

Pilihan pengobatan lainnya adalah sinusplasti balon, tindakan klinik lainnya yang juga dilakukan di bawah pengaruh bius lokal. Pengobatan ini menggunakan teknik pembukaan sinus yang mengalami peradangan yang sama dengan teknik yang digunakan dokter bedah jantung saat membuka pembuluh darah yang tersumbat melalui angioplasti balon.

Sebagian besar operasi untuk gangguan sinus bertujuan untuk membuka sinus yang tersumbat atau mengurangi peradangan sinus. Apabila operasi berhasil, mukus di dalam sinus akan dapat mengalir dengan lebih lancar, sehingga menghentikan gejala yang dialami pasien.

Setelah didiagnosis mengalami gangguan sinus, pasien sebaiknya segera mencari pengobatan. Jika tidak, pasien akan mengalami nyeri atau ketidaknyamanan yang berkelanjutan. Selain itu, gangguan sinus yang tidak ditangani berisiko menyebabkan infeksi menjadi kondisi yang lebih serius, seperti meningitis, abses otak, atau infeksi tulang.

Rujukan:

  • O'Handley, Tobin EJ, Shah AR. Otorhinolaryngology. In: Rakel RE, ed. Textbook of Family Medicine. 8th ed. Philadelphia, PA: Saunders Elsevier; 2011:chap 19.

  • Cincinnati Children's Hospital Medical Center. Evidence-based care guideline for management of acute bacterial sinusitis in children 1 to 18 years of age. Cincinnati (OH): Cincinnati Children's Hospital Medical Center; 2006.

  • Chow AW, Benninger MS, Brook I, Brozek JL, Goldstein EJ, Hicks LA, et al. IDSA clinical practice guideline for acute bacterial rhinosinusitis in children and adults. Clin Infect Dis. 2012; 54:e72-e112.

  • Rosenfeld RM, Andes D, Bhattacharyya N, Cheung D, Eisenberg S, Ganiats TG, et al. Clinical practice guideline: adult sinusitis. Otolaryngol Head Neck Surg. 2007;137:S1-S31.

Bagikan informasi ini: