Apa itu Gangguan Tidur?

Gangguan tidur adalah perubahan pola atau kebiasaan tidur atau perilaku tidur abnormal yang membuat seseorang sulit untuk tertidur dan tidak terbangun. Hal ini menyebabkan kantuk berat di siang hari dan napas tidak teratur sehingga tidak hanya mempengaruhi kinerja di sekolah atau kantor namun juga kualitas hidup seseorang.

Tidur dibagi menjadi dua kategori yaitu tidur dengan gerakan mata cepat (REM) dan non-REM. Tidur REM merupakan salah satu dari empat tahapan tidur yang kebanyakan orang alami di malam hari. Tidur REM ditandai dengan otot yang tidak terlalu aktif di seluruh tubuh, gerakan acak mata, dan tidur dengan mimpi yang jelas. Sementara itu, non-REM mengacu pada tiga tahap, yang masing-masing tahapnya berlangsung sekitar 15 menit. Tahap pertama adalah ketika mata tertutup, namun belum benar-benar tertidur sedangkan tahap kedua adalah ketika suhu tubuh mulai turun untuk persiapan tidur nyenyak (deep sleep). Tahap ketiga mengacu pada tahap tidur nyenyak. Selama tidur normal, seseorang mengalami tiga tahap non-REM sebelum masuk ke fase tidur REM. Gangguan tidur terjadi ketika siklus ini terus terganggu.

Ada beberapa jenis gangguan tidur yang paling umum seperti tercantum di bawah ini:

  • Insomnia – Gangguan tidur yang paling umum atau gangguan yang menyerang jutaan orang di seluruh dunia, insomnia menyebabkan perasaan tidak sehat baik secara fisik maupun mental. Insomnia terjadi ketika ritme sikardian telah terganggu atau karena adanya masalah psikologis, kondisi kesehatan, dan ketidakseimbanagan hormone. Penelitian terbaru menegaskan bahwa teknologi media juga berkontribusi terhadap berkembangnya masalah ini.

  • Apnea Tidur – Masalah ini merupakan gangguan umum yang ditandai dengan jeda pada napas saat tidur. Jeda, yang dapat berlangsung dari hitungan detik hingga menit ini, biasanya menyebabkan dengkuran keras yang membangungkan penderitanya. Masalah ini dapat terja sebanyak 30 kali per malam, yang berarti sangat mempengaruhi kualitas tidur.

  • Kehamilan – Ibu hamil mengalami gangguan tidur selama dan setelah masa kehamilan. Mual di pagi hari, sering bolak-balik ke kamar mandi, sakit dan rasa tidak nyaman juga menyebabkan masah ini.

  • Narkolepsi – Gangguan ini merupakan gangguan neurologis kronis yang mempengaruhi kemampuan otak untuk mengatur siklus tidur hingga bangun. Gangguan ini merupakan kondisi seumur hidup yang menyebabkan serangan tidur yang tak terkendali, sehingga membuat pasien luar biasa lelah. Gangguan ini dapat sangat berbahaya karena serangan tidur dapat terjadi setiap saat sepanjang hari bahkan ketika pasien tengah melakukan kegiatan seperti makan atau mengemudi.

  • Gangguan Fase Tidur Tertunda – Gangguan ini mengacu pada tertundanya jam biologis atau siklus tidur dan terjaga selama 24 jam. Gangguan ini membuat pasien tidak dapat tidur lebih awal dari pukul 02:00-06:00 terlepas dari usaha yang penderitanya lakukan.

Apa saja penyebab Gangguan Tidur?

Berbagai gangguan tidur disebabkan oleh berbagai faktor fisik, kesehatan, kejiwaan, dan lingukungan yang pada dasarnya mengganggu siklus alami tubuh untuk tidur dan terjaga di siang hari. Gangguan tidur jangka pendek biasanya disebabkan faktor lingkungan seperti suhu ekstrim atau saat-saat seperti kehilangan pekerjaan atau kematian orang yang dicintai. Sementar itu, Gangguan tidur serus memerlukan perhatian medis termasuk stres kronis, depresi, dan kondisi medis seperti narkolepsi dan sindrom kaki gelisah.

Pada anak-anak, penyebab umumnya Gangguan tidur diantaranya mengompol, kecemasan, gigi yang menggertak, mimpi buruk, alergi, infeksi saluran pernapasan bagian atas, mendengkur, dan pilek. Sementara itu, orang yang berusia setidaknya 50 tahun dan memiliki masalah degeneratif seperti penyakit Parkinson, memiliki risiko lebih tinggi terserang gangguan tidur kronis.

Apa saja gejala utama Gangguan Tidur?

  • Kesulitan untuk tidur dan tidak terbangung pada malam hari
  • Kantuk di siang hari
  • Mendengkur keras dan kronis
  • Merasa lelah setelah bangun
  • Bangun dengan hidung tersumbat, sakit dada, tenggorokan kering, dan sakit kepala
  • Kesulitan untuk tetap terjaga
  • Kesulitan dalam mengikuti jadwal tidur yang teratur
  • Pusing Kepala
  • Mulut berliur
  • Tremor pada dagu, kaki, tangan, dan pergelangan kaki
  • Mengandalkan alkohol atau obat tidur untuk tidur
  • Kesulitan konsentrasi pada siang hari
  • Kelelahan pada siang hari dan mudah tersinggung

Siapa yang bisa menangani Gangguan Tidur? dan Perawatan apa yang dapat dilakukan?

Dokter ahli pertama yang harus untuk berkonsultasi mengenai gangguan tidur adalah dokter keluarga Anda atau dokter umum. Selama kunjungan pertama Anda, rimayat kesehatan, gejala, dan obat-obatan yang akan Anda konsumsi akan didiskusikan secara detail. Dokter yang memeriksa juga akan berbicara dengan pasangan tidur Anda, jika ada.

Jika pemeriksaan awal menunjukan gangguan tidur, pemeriksaan fisik dan saraf akan dilakukan untuk mengevaluasi perilaku tidur REM dan untuk menghilangkan masalah lain termanuk apnea tidur obstruktif dan narkolepsi. Penelitian tidur polysomnogram atau terjaga pada malam hari akan dilakukan di mana pola tidur Anda akan dievaluasi baik di rumah sakit maupun di rumah Anda. Selama pemeriksaan, pola pernapasan Anda, gerakan lengan dan kaki, serta aktivitas jantung dan paru-paru akan dipantau.

Anda akan diberikan obat atau dirujuk ke dokter spesialis tergantung pada hasil pemeriksaan. Misalnya, jika kondisi Anda berasal dari masalah psikologis seperti skizofrenia, Anda akan dirujuk ke psikiater.

Kebanyakan gangguan tidur dapat diatasi dengan menggunakan perawatan bebas obat di rumah yang telah dicoba dan diuji, yang meliputi:

  • Membuat dan mengikuti jadwal tidur yang rutin
  • Memastikan kamar tidur Anda tenang, gelap, dan bebas dari gangguan
  • Menghindari tidur di siang hari
  • Membatasi asupan nikotin, alkohol, dan kafein
  • Latihan yoga dan meditasi
  • Latihan progresif relaksasi otot

Gangguan tidur juga dapat diobati dengan menggunakan obat-obatan seperti Valerian, yaitu obat penenang ringan yang dapat membantu Anda tidur lebih baik, dan Melatonin, hormone alami yang terbukti efektif mengobati gangguan tidur jangka pendek seperti yang disebabkan oleh jetlag atau suhu ekstrim.

Jika perawatan di rumah dan suplemen gagal mengatasi kondisi Anda, pilihan lainnya termasuk terapi perilaku kognitif dan obat tidur.

Referensi:

  • American Academy of Family Physicians.
  • American Academy of Child and Adolescent Psychiatry.
  • Lucile Packard Children's Health Services.
  • Medline Plus: "Narcolepsy." Agency for Healthcare Research and Quality.
Bagikan informasi ini: