Apa itu Mata Juling?

Mata juling adalah penyakit yang terjadi ketika kedua mata tidak dapat terfokus pada benda yang sama secara bersamaan, juga dikenal sebagai Strabismus. Ketika satu mata terfokus pada sebuah benda, mata yang satunya dapat mengarah ke dalam (mata menyilang), mengarah ke luar (wall eye), mengarah ke bawah (hipotropia), atau mengarah ke atas (hiperopia). Sebagian besar kasus mata juling sudah terjadi sejak lahir dan apabila penyakit ini tidak diobati saat kecil, kemungkinan besar penyakit ini akan terus bertahan sampai pasien dewasa.

Kesalahpahaman yang sering terjadi tentang mata juling pada anak adalah bahwa penyakit ini akan sembuh dengan sendirinya seiring anak bertambah dewasa. Sayangnya, mata juling tidak dapat sembuh atau pulih dengan sendirinya. Bahkan, apabila tidak ditangani, penyakit ini kemungkinan akan berkembang menjadi penyakit penglihatan ganda.

Sebagian besar anak memiliki kemampuan untuk tidak menghiraukan malfungsi mata. Namun, seiring bertambahnya usia, mereka mulai kehilangan kemampuan ini, sehingga “penglihatan ganda” dapat terjadi. Ketika gangguan mata ini terjadi, kemungkinan gangguan ini akan menyebabkan penyakit “mata malas” atau ambliopia.

Selain karena faktor keturunan, mata juling juga dapat disebabkan oleh faktor lain, seperti tumor atau gangguan sistem saraf. Apabila mata juling baru terjadi saat pasien telah dewasa, penyakit ini dapat menjadi pertanda akan adanya penyakit lain yang lebih serius, seperti stroke. Mata juling sering dikategorikan menjadi mata juling dengan “sudut yang besar” (mata yang sangat tidak sejajar dan sangat terlihat) atau “sudut yang kecil” (ketidaksejajaran mata hanya sedikit dan tidak terlalu terlihat).

Kasus mata juling dengan sudut yang besar biasanya tidak menyebabkan gejala seperti sakit kepala atau penegangan otot, karena otak tidak akan berusaha untuk memperbaiki penglihatan. Namun, gejala tersebut akan terjadi pada kasus mata juling sudut kecil karena pasien akan terus berusaha untuk memfokuskan penglihatannya.

Mata juling tidak hanya dapat memengaruhi penglihatan. Sebagian besar pasien juga mengalami efek psikologis karena mereka akan terus menerus mencemaskan penampilan mereka. Banyak pasien yang menghindari bersosialisasi dengan orang lain karena mereka takut akan diperlakukan secara berbeda.

Penyebab Mata Juling

Penyebab mata juling biasanya tidak diketahui. Namun, ada beberapa orang yang terlahir dengan tumor yang memengaruhi mata atau mengalami gangguan pada bagian sistem saraf tertentu yang mengendalikan otot mata.

Apabila mata juling terjadi saat pasien telah dewasa, penyebab utamanya adalah stroke. Mata juling juga dapat disebabkan oleh trauma, penyakit mata tiroid, atau gangguan saraf. Mata juling yang disebabkan oleh trauma kemungkinan disebabkan oleh kerusakan otak, kerusakan saraf, atau kerusakan otot mata.

Gejala Utama Mata Juling

Gejala utama dari mata juling adalah penglihatan yang buruk yang disebabkan oleh mata yang tidak sejajar. Beberapa pasien hanya mengalami beberapa saat di mana penglihatan mereka memburuk akibat mata juling yang sering hilang timbul, namun pasien lainnya selalu memiliki penglihatan yang buruk.

Namun, apabila mata juling disebabkan oleh faktor keturunan, pasien yang menderita mata juling sudut kecil juga dapat mengalami gejala lain, seperti sakit kepala akibat otot yang tegang, kelelahan, dan penglihatan yang kabur. Pasien juga dapat mengalami gejala psikologis karena banyak pasien yang merasa malu dan kurang percaya diri.

Apabila mata juling disebabkan oleh faktor lain, seperti trauma atau stroke, pasien akan mengalami gejala lain yang mirip dengan gejala akibat stroke atau kerusakan pada otak, saraf, atau otot mata.

Gejala akibat mata juling kemungkinan akan memengaruhi kehidupan sehari-hari pasien, oleh karena itu sebaiknya penyakit ini diobati secepat mungkin.

Siapa yang Harus Ditemui dan Jenis Pengobatan yang Tersedia

Banyak ahli yang percaya bahwa satu-satunya pengobatan yang efektif untuk mata juling adalah operasi. Namun, ada kasus di mana metode non-bedah juga terbukti efektif untuk mengobati mata juling. Metode pengobatan mata juling non-bedah meliputi ortoptik dan terapi penglihatan. Walaupun kedua tindakan tersebut memiliki kemiripan, keduanya memiliki perbedaan yang besar.

Fokus dari ortoptik adalah melatih otot mata, sedangkan terapi penglihatan berfokus pada faktor saraf dari mata juling. Pada ortoptik, dokter mata akan meminta pasien melakukan beberapa kegiatan yang dirancang untuk memperkuat otot mata. Pada terapi penglihatan, dokter mata akan mengubah seluruh sistem saraf dan gerakan refleks untuk memberikan penyembuhan yang tahan lama.

Ortoptik dan terapi penglihatan biasanya dilakukan di klinik atau kantor dokter mata. Namun, ada beberapa dokter mata yang juga memberikan panduan cara melakukan terapi penglihatan di rumah. Menjalani terapi di klinik dan melakukannya di rumah akan lebih menguntungkan daripada hanya melakukan terapi di satu tempat.

Orangtua pasien atau pasien (tergantung dari usia pasien) biasanya akan diberi pilihan, apakah mereka mau mencoba metode pengobatan non-bedah terlebih dahulu atau langsung mencoba pengobatan melalui operasi. Banyak pasien yang memilih menjalani pengobatan non-bedah terlebih dahulu. Mereka hanya akan mempertimbangkan operasi ketika pengobatan non-bedah tidak dapat mengobati mata juling.

Sebelum menjalani operasi mata, pasien atau orangtua pasien akan mendapatkan informasi mengenai hal yang dapat terjadi selama dan setelah operasi. Pasien harus memahami bahwa mata juling tidak hanya disebabkan oleh kelainan otot mata, namun juga oleh fungsi otak. Melakukan operasi otot mata bukan berarti otak juga akan langsung menyesuaikan dengan pengobatan.

Harus dipahami juga bahwa operasi otot mata dilakukan dengan tujuan untuk memperbaiki penampilan dari mata juling dan bukan untuk meningkatkan penglihatan seseorang. Bahkan, penelitian tentang hasil dari operasi mata untuk memperbaiki mata juling menunjukkan bahwa banyak operasi mata yang hanya memberikan efek kecantikan, yang berarti bahwa penampilan mata juling telah diperbaiki namun penglihatannya tidak membaik.

Pengobatan mata juling dapat dilakukan pada usia berapapun, namun sebaiknya pasien segera mendapatkan pengobatan.

Rujukan:

  • Cibis GW, Ing M. Binocular vision. In: Tasman W, Jaeger EA, eds. Duane's Ophthalmology. 2013 ed. Philadelphia, PA: Lippincott Williams & Wilkins; 2012:vol 1, chap 5.

  • Goldstein HP, Scott AB. Ocular motility. In: Tasman W, Jaeger EA, eds. Duane's Foundations of Clinical Ophthalmology. 2013 ed. Philadelphia, PA: Lippincott Williams & Wilkins; 2012:vol 2, chap 23.

  • Parks MM. Binocular vision adaptations and maldevelopments monofixation syndrome, microstrabismus, and macrostrabismus. In: Tasman W, Jaeger EA, eds. Duane's Ophthalmology. 2013 ed. Philadelphia, PA: Lippincott Williams & Wilkins; 2012:vol 1, chap 8.

  • Olitsky SE, Hug D, Plummer LS, Stass-Isern M. Disorders of eye movement and alignment. In: Kliegman RM, Behrman RE, Jenson HB, Stanton BF, eds. Nelson Textbook of Pediatrics. 19th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders; 2011:chap 615.

Bagikan informasi ini: