Apa Itu Metastasis Tulang?

Metastasis tulang adalah suatu kondisi di mana sel kanker telah berpindah dari daerah asal dan menetap pada tulang manapun di tubuh sehingga terbentuk tumor baru. Kondisi ini berbeda dari jenis kanker lain yang bermula pada tulang.

Tulang merupakan salah satu bagian tubuh yang dapat terkena metastasis, selain hati dan paru-paru. Pasien dapat terserang lebih dari satu metastasis (di mana kondisi ini dinamakan metastase.

Metastasis tulang bukan penyakit kambuhan, yang ditandai dengan munculnya kembali kanker baik pada daerah asal maupun di dekatnya. Namun, ada kalanya kanker terdeteksi melalui metastasis, di mana kondisi ini disebut penyakit kambuh berjarak.

Orang yang memiliki kanker payudara, ginjal, gondok, dan paru-paru lebih mungkin terserang metastasis tulang dibandingan jenis kanker lainnya. Tingkat potensinya lebih dari 60%. Sementara itu, pria dan wanita yang mengalami pertumbuhan tulang tidak normal (yang dapat dideteksi melalui tes pencitraan) ketika berada pada usia tua, seperti 45 tahun ke atas, perlu memeriksakan dirinya sendiri untuk penyakit kanker primer atau sekunder. Pertumbuhan tulang mencapai puncaknya pada umur 20-an dan kemudian turun setelah itu.

Penyebab

Dalam keadaan normal, sel membelah, dewasa, dan mati untuk membuat sel baru terbentuk dan mepertahankan hidup. Proses kematian yang terpogram disebut apoptosis. Namun, beberapa sel pada akhirnya dapat rusak atau tidak dewasa dan tidak bersikap normal. Sel ini merupakan yang rentan untuk menjadi sel ganas atau kanker.

Karena sel kanker juga dapat membelah, sel kanker tunggal dapat menjadi tumor dan dapat menempel pada jaringan dan pembuluh darah pada daerah asal terbentuknya (situs utama). Meskipun beberapa sel kanker membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk berkembang dan menyebar, kanker lain dapat sangat agresif.

Sel kanker yang sudah menyerang pembuluh darah akhirnya dapat mencapai aliran darah (atau sistem limfatik). Sel kanker dapat bergerak ke seluruh tubuh sampai mereka menetap pada daerah tertentu (situs sekunder) seperti tulang.

Setelah kanker menyebar, kemungkinan sel kanker bertahan hidup turun secara signifikan sebagaimana tidak adanya pengobatan apapun untuk metastasis tulang. Satu-satunya pilihan adalah untuk memperlambat pertumbuhan atau menghentikan berkembangnya penyakit, serta untuk membuat gejalanya lebih mudah ditangani melalui pengobatan, operasi, dan pengobatan non-bedah seperti kemoterapi dan terapi radiasi.

Gejala Utama Metastasis Tulang

Dibandingkan dengan jenis metastasis lainnya, terutama yang menyerang paru-paru dan hati, metastasis tulang lebih terlihat karena gejalanya. Gejalanya termasuk:

  • Tekanan pada sumsum tulang belakang
  • Rentan patah tulang
  • Nyeri (yang berkisar dari nyeri ringan hingga menyiksa)
  • Peningkatan kadar kalsium dalam darah

Gejala ini terjadi baik karena kerusakan maupun hancurnya sel osteolitik, yaitu salah satu sel yang ditemukan pada tulang. Ini berarti mineral tulang telah larut. Kemungkinan hasil akhir lainnya adalah pembentukan tulang baru. Karena tulang telah terbentuk akibat berkembangnya sel kanker, tulang dapat tumbuh dengan tidak normal dan maka itu dapat menjadi cacat. Kondisi ini juga dapat digambarkan dengan masa tulang yang lebih padat. Meskipun biasanya kondisi tersebut merupakan gabungan dari keduanya.

Siapa yang Harus Ditemui dan Jenis Perawatan yang Tersedia

Dokter ahli onkologi (dokter spesialis yang menangani kanker) memantau kemungkinan metastasis tulang terutama jika pasien dianggap berisiko tinggi. Namun demikian, kondisi ini biasanya ditemukan melalui pengamatan dan perasaan pribadi pasien dan pemeriksaan pencitraan mulai dari sinar X hingga pemindaian CT, PET, dan MRI.

Tidak terdapat pengobatan untuk metastasis tulang. Penanganan yang ada sering kali merupakan gabungan dari beberapa metode untuk menghentikan perkembangan kondisi secepat mungkin. Karena itu, pasien diberikan obat nyeri yang tepat seperti ibuprofen. Jika nyeri semakin memburuk, dokter mungkin akan memberikan morfin. Obat yang digunakan untuk mengobati osteoporosis juga biasanya menjadi bagian dari perawatan.

Pengobatan kanker standar seperti kemoterapi dan terapi radiasi juga dapat mengatasi kondisi ini. Pada kemoterapi, obat atau gabungan obat diberikan ke dalam tubuh, yang akhirnya membunuh sel, termasuk sel kanker. Sementara itu, jenis pengobatan kanker lainnya seperti terapi radiasi menggunakan sinar gamma atau sinar X untuk menyingkirkan sel ganas.

Jenis pengobatan baru saat ini semakin sering dipilih untuk mengurangi rasa sakit pada pasien. Pengobatan ini termasuk melakukan kemoterapi dengan obat-obatan seperti bifosfonat, yang dapat mencegah kerusakan tulang.

Operasi juga merupakan pilihan lainnya, dan biasanya dilakukan untuk menjaga kestabilan tulang dan mencegah patah tulang. Peralatan seperti sekrup dan pelat juga dapat digunakan.

Pengobatan yang disebutkan di atas memiliki risiko yang beragam. Misalnya, kemoterapi standar bahkan dapat membunuh sel normal, yang dapat membahayakan kekebalan pasien sementara operasi dapat menyebabkan infeksi. Di sisi lain, terapi radiasi dapat menyebabkan luka bakar pada daerah tindakan.

Dokter bersama pasien harus berhati-hati mengukur apakah manfaat dari pengobatan lebih besar daripada risikonya. Jika tidak, pasien dapat beralih ke perawatan paliatif yang bertujuan untuk mengurangi kuatnya gejala dan menjaga kualitas hidup pasien.

Rujukan:

  • Coleman RE, Holen I. Bone metastases. In: Niederhuber JE, Armitage JO, Doroshow JH, et al., eds. Abeloff's Clinical Oncology. 5th ed. Philadelphia, Pa: Elsevier Churchill Livingstone; 2013:chap 51.

  • Heck RK Jr. Benighn/aggressive tumours of bone. In: Canale ST, Beaty JH, eds. Campbell's Operative Orthopaedics. Philadelphia, Pa: Elsevier Mosby; 2012:chap 26.

  • National Comprehensive Cancer Network. NCCN Clinical Practice Guidelines in Oncology (NCCN Guidelines): Bone cancer. Version 1.2014. Available at: http://www.nccn.org/professionals/physician_gls/pdf/bone.pdf. Accessed: March 23, 2014.

Bagikan informasi ini: