Apa itu Miokarditis?

Miokarditis adalah kondisi medis di mana miokardium atau otot jantung mengalami peradangan. Penyakit ini juga dikenal sebagai inflamasi kardiomiopati, kondisi ini dapat berkembang pada individu yang kurang sehat, atau pada saat infeksi virus, bakteri, atau jamur mencapai jantung. Sebagian besar kasus ini tergolong ringan dan banyak pasien tidak menderita efek jangka panjang dari kondisi tersebut. Namun, pada kasus yang parah dapat menyebabkan komplikasi serius, termasuk gagal jantung kronis, atau ketika otot jantung kehilangan kemampuan untuk memompa darah.

Peradangan terjadi ketika sistem kekebalan tubuh mengaktifkan sel imun dan menghasilkan bahan kimia tertentu untuk melawan infeksi. Proses peradangan ini bisa menyebabkan kerusakan pada otot jantung, pembengkakan dan penebalan. Jika kerusakannya sangat luas atau menyebar ke sebagian besar jantung, maka kemampuan jantung untuk memompa darah akan terganggu.

Miokarditis dapat menyerang orang dari semua kelompok usia, namun lebih umum ditemukan pada anak muda. Diyakini bahwa sampai 20% dari seluruh kasus kematian mendadak pada anak muda disebabkan oleh kondisi tersebut.

Penyebab Miokarditis

Miokarditis dapat disebabkan oleh:

1.) Parasit, virus, jamur, dan bakteri, termasuk:

  • Borrelia

  • Klamidia

  • Klostridia

  • Virus coxsackie b

  • Cytomegalovirus (CMV)

  • Virus Epstein-Barr (EBV)

  • Hepatitis C

  • Herpes

  • HIV

  • Influenza

  • Meningokokus

  • Mycoplasma (bakteri yang menyebabkan infeksi paru)

  • Parvovirus

  • Staphylococcal (staph) bakteri

  • Streptococcal (strep) bakteri

  • Treponema (penyebab sifilis)

2.) Respons sistem kekebalan tubuh terhadap infeksi yang menyebabkan peradangan

3.) Bahan kimia yang dilepaskan saat sel miokard mati

4.) Obat tertentu yang menyebabkan reaksi alergi atau toksik

5.) Pengobatan medis tertentu, seperti terapi radiasi

6.) Penyakit-penyakit tertentu, seperti lupus, arteritis sel raksasa, dan granulomatosis Wegener

7.) Logam berat, termasuk tembaga dan besi

8.) Penolakan organ setelah transplantasi jantung

9.) Sengatan listrik

Dari hampir 50% kasus yang terjadi pada anak-anak dan anak muda, penyebab dari miokarditis tidaklah diketahui (idiopatik).

Gejala Utama Miokarditis

Miokarditis biasanya tidak menimbulkan gejala pada tahap awal atau pada kasus yang ringan. Namun, ketika kondisinya ke tahap yang lebih lanjut, pasien mungkin akan mengalami tanda-tanda berikut ini:

  • Sakit perut

  • Aritmia

  • Nyeri dada, yang bisa menyebar ke bagian atas tubuh

  • Batuk kronis

  • Diare

  • Pingsan (Jarang)

  • Kelelahan

  • Demam

  • Sakit kepala

  • Nyeri sendi

  • Pusing ringan

  • Sesak napas ketika berbaring atau berolahraga

  • Urin sedikit

  • Sakit tenggorokan

Jika tidak diobati, kondisinya bisa menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa, seperti:

  • Gangguan jantung mendadak - Miokarditis dapat menyebabkan aritmia berbahaya, yang dapat mencegah jantung berdetak. Jika pasien tidak segera mendapat perawatan medis, kondisi ini dapat menyebabkan kematian.

  • Stroke atau serangan jantung - Pembekuan darah mungkin akan terbentuk jika darah tidak beredar dengan baik di seluruh tubuh. Jika gumpalan ini menghalangi arteri yang mengarah ke jantung atau otak, pasien mungkin menderita serangan jantung atau stroke.

  • Gagal jantung - Kasus miokarditis yang parah dapat menyebabkan jantung berhenti berfungsi.

Siapa yang Perlu Ditemui dan Jenis Pengobatan yang Tersedia

Pasien yang menunjukkan tanda dan gejala miokarditis dapat berkonsultasi dengan dokter umum untuk dilakukan pemeriksaan inisial dan tes medis rutin. Ini termasuk pemeriksaan fisik dan meninjau riwayat medis pasien dan gejalanya secara menyeluruh. Pemeriksaan ini sering diikuti dengan tes darah, yang mengukur kadar enzim tertentu yang dikeluarkan tubuh saat organ tertentu tidak berfungsi dengan baik.

Jika hasil tes darah menunjukkan kelainan jantung, maka pasien akan dirujuk ke kardiolog, yaitu dokter spesialis yang berfokus pada kelainan jantung. Untuk membuat diagnosis yang definitif, maka akan dilakukan tes berikut ini:

  • Kateterisasi jantung

  • Rontgen dada

  • Ekokardiogram

  • Elektrokardiogram

  • Biopsi endomyocardial

  • Magnetic Resonance Imaging (MRI)

  • Scan atom jantung

Tindakan pengobatan tidak selalu diperlukan dalam kasus ini, karena banyak kasus miokarditis yang membaik sendiri atau tanpa pengobatan. Bagi pasien dengan gejala ringan, biasanya dokter akan menyarankan pasien untuk tidak melakukan olahraga yang kompetitif dulu hingga enam bulan dan mengkonsumsi obat tertentu untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh sehingga dapat melawan infeksi secara efektif. Jika miokarditis berkembang sebagai komplikasi kelainan autoimun, pasien dapat diberi resep obat yang menekan sistem kekebalan tubuh (kortikosteroid).

Pengobatan yang lebih agresif diperlukan saat kondisi pasien berlanjut menuju gagal jantung. Meski ini adalah kondisi yang serius, namun masih bisa diatasi secara efektif dengan kombinasi obat-obatan dan alat implan yang berfungsi untuk mengatur irama jantung.

Obat-obatan yang biasanya diresepkan untuk pengobatan gagal jantung meliputi:

  • Penghambat ACE dan penghambat reseptor angiotensin - Obat ini bekerja dengan merelaksasi dan membuka pembuluh darah agar lebih mudah bagi jantung memompa darah ke seluruh tubuh secara efektif.

  • Beta-blocker - Digunakan untuk mengurangi tekanan darah dan melindungi jantung dari efek “melawan atau terbang” bahan kimia yang diproduksi oleh tubuh.

  • Antagonis diuretik dan aldosteron - Digunakan untuk mengobati pembengkakan dengan membuat pasien mengeluarkan lebih banyak air kencing.

Perangkat implan yang digunakan untuk mengatur irama jantung meliputi:

  • Alat pacu jantung - Alat pacu jantung adalah alat kecil yang ditanamkan di dada atau perut. Alat ini menggunakan impuls listrik berenergi rendah untuk membantu detak jantung berada pada tingkat normal.

  • Alat terapi sinkronisasi jantung (CRT) - Perangkat ini digunakan untuk menyinkronkan kontraksi ventrikel jantung dengan mengirimkan impuls listrik kecil ke otot jantung.

  • Implantable cardioverter defibrillator (ICD) - Perangkat yang dirancang untuk memantau irama jantung. Jika perangkat tersebut menangkap ritme yang berbahaya, maka perangkat akan mengirimkan kejutan untuk mencegah kondisi yang serius pada jantung, seperti serangan jantung mendadak.

Untuk mendapatkan hasil pengobatan sebaik mungkin, pasien juga disarankan untuk:

  • Berhenti merokok

  • Mengonsumsi makanan yang seimbang

  • Hindari minuman beralkohol sebanyak mungkin

  • Kurangi konsumsi garam

  • Meningkatkan aktivitas fisik

Rujukan:

  • Bonow RO, et al. Myocarditis. In: Braunwald’s Heart Disease: A Textbook of Cardiovascular Medicine. 10th ed. Philadelphia, Pa.: Saunders Elsevier; 2015. http://www.clinicalkey.com.

  • Bozkurt B, et al. Current diagnostic and treatment strategies for specific dilated cardiomyopathies: A scientific statement from the American Heart Association. Circulation. 2016;134:e579.

  • Cooper LT, et al. The role of endomyocardial biopsy in the management of cardiovascular disease: A scientific statement from the American Heart Association, the American College of Cardiology, and the European Society of Cardiology. Circulation. 2007;116:2216.

Bagikan informasi ini: