Apa itu Neurilemomma?

Neurilemmoma atau yang dikenal juga dengan sebutan Schwanoma, adalah tumor yang tumbuh pada selubung yang melindungi saraf. Kondisi ini disebut demikian karena dimulai dari sel Schwann, yang berperan penting dalam regenerasi saraf.

Mayoritas tumor yang tumbuh dari sel Schwanna adalah jinak atau non-kanker. Ini berarti mereka tidak menyebar ke bagian tubuh yang lain. Sehingga, seringkali tidak berbahaya. Namun, jika tumor bersifat ganas (kanker), biasanya akan dikategorikan sebagai sarkoma jaringan lunak.

Dalam kebanyakan kasus neurilemmoma, tumor yang tumbuh berukuran sangat kecil dan berkembang secara perlahan. Karena hal tersebut, pasien dengan kondisi ini tidak menunjukkan gejala yang mendorongnya mencari pertolongan medis. Akibatnya, banyak kasus tidak terdiagonsis.

Tumor ini bisa tumbuh di bagian tubuh manapun. Ini termasuk wajah, kaki, lengan, dan batang tubuh. Namun, bagian tubuh yang paling rentan adalah saraf yang menghubungkan telinga bagian dalam dan otak. Saat tumor tumbuh pada saraf tersebut, maka disebut sebagai neuroma akustik. Kondisi ini bisa menyebabkan tuli dan bermasalah dengan keseimbangan. Selain itu, kondisi ini dapat juga merusak saraf koklea.

Pada tahap diagnosa neurilemmoma, penting bagi dokter untuk menentukan apakah tumor jinak atau ganas. Sebab, hal tersebut menentukan tindakan yang dibutuhkan pasien. Baik, tumor jinak atau ganas perlu diangkat dengan pembedahan. Akan tetapi, pasien tumor ganas memerlukan terapi lanjutan seperti radiasi atau kemoterapi.

Penyebab Neurilemmoma

Neurilemmomas dapat disebabkan oleh kelainan berikut:

  • Schwannomatosis - Gangguan genetik langka yang membuat tumor tumbuh pada saraf periferal yang terletak di bagian tubuh yang berbeda. Gangguan ini menimbulkan rasa sakit yang parah dan disfungsi neurologis.

  • Neufibromatosis Tipe 2 - Gangguan ini membuat tumor tumbuh di sistem saraf. Selain itu, ini juga meningkatkan risiko meningioma dan schwannoma vestibular.

Ada hal lain yang dapat menjadi penyebab seperti gangguan genetik tertentu dan paparan terhadap radiasi dalam jangka panjang. Dalam beberapa kasus, penyebabnya tidak diketahui.

Gejala Utama Neurilemmoma

Neurilemmoma berukuran kecil umumnya tidak menimbulkan gejala apapun. Namun, yang berukuran besar dapat menekan saraf terdekat. Akibatnya, pasien merasa mati rasa dan lemah otot pada bagian tubuh yang terkena. Sering kali, nyeri tajam atau nyeri seperti terbakar juga menjadi gejala. Semakin besarnya pertumbuhan tumor, gejala yang dialami pasien akan semakin parah.

Tergantung lokasi tumor, pasien dapat mengembangkan gejala lain. Sebagai contoh, tumor pada kanal tulang belakang dapat menekan saraf tulang belakang. Ini membuat pasien mengalami kekakuan, inkontinensia, dan bahkan kelumpuhan. Sementara, tumor pada saraf kranial kedelapan dapat menyebabkan hilangnya pendengaran, tinnitus, dan masalah keseimbangan.

Siapa yang Perlu Ditemui dan Jenis Pengobatan yang Tersedia

Pasien dengan gejala yang disebutkan di atas, perlu menjalani tes standar untuk memperoleh diagnosa. Termasuk, pemeriksaan fisik, peninjauan rekam medis dan gejala. Dokter juga sering kali meminta pasien melakukan tes darah dan urin.

Jika tes menunjukkan hasil abnormal, dokter akan meminta pasien menjalani tes pencitraan. Termasuk rontgen dan ultrasound. Jika dokter membutuhkan informasi lebih detail, pasien akan diminta menjalani MRI dan CT Scan. Kedua tes ini menghasilkan gambar saraf seluruh tubuh dengan jelas. Sehingga, dokter dapat memastikan ada atau tidaknya tumor. Jika dokter melihat adanya tumor, pasien perlu menjalani biopsi. Tindakan ini dilakukan untuk memperoleh sampel jaringan dari tumor guna diteliti lebih lanjut. Tindakan ini dapat memastikan apakah tumor jinak atau ganas.

Berdasarkan tes tersebut, Neurolemmoma dapat diklasifikasikan ke dalam tiga kelas. Kelas 1 menunjukkan tumor inaktif. Kelas 2 menunjukkan tumor dapat menyebabkan deformitas ke jaringan sekitar, namun tidak agresif. Kelas 3 menunjukkan tumor agresif, namun lokal sehingga tidak akan menyebar ke bagian tubuh lain.

Tumor biasanya diangkat dengan pembedahan. Saat pembedahan, dokter bedah perlu memastikan bahwa saraf di sekitarnya tetap aman. Jika saraf mengelami kerusakan, pasien bisa mengalami masalah permanen. Seperti hilangnya kemampuan untuk mengirim dan menerima sinyal dari dan ke otak. Sehingga, pasien tidak dapat berfungsi dengan normal.

Terlepas dari itu, pembedahan biasanya membuat gejala yang dirasakan pasien berkurang atau hilang. Tindakan ini juga memberikan hasil jangka panjang yang sangat baik. Sehingga, kemungkinan tumor untuk tumbuh kembali di masa mendatang sangat berkurang. Pada pasien neuroma akustik, banyak dari mereka yang bahkan bisa mempertahankan pendengaran mereka setelah pengobatan.

Dalam kasus tumor kecil, dokter akan menyarankan masa tunggu waspada. Ini berarti, tidak ada pengobatan yang diberikan, dokter hanya akan mengamati perubahan pada tumor. Pengamatan dilakukan dengan MRI secara rutin.

Tumor ganas juga diangkat dengan pembedahan. Akan tetapi, untuk memastikan tidak ada sel kanker yang tertinggal, pasien akan menjalani radioterapi. Tindakan ini mengirimkan dosis radiasi yang kuat langsung ke tumor. Ia bekerja dengan memecah DNA sel kanker untuk menghentikan pertumbuhan dan pembelahannya. Dalam banyak kasus, pasien perlu menjalani banyak sesi radioterapi untuk memastikan bahwa semua sel kanker hancur.

Rujukan:

  • Ichinose T, Takami T, Yamamoto N, Tsuyuguchi N, Ohata K. Intratumoral hemorrhage of spinal schwannoma of the cauda equina manifesting as acute paraparesis–case report. Neurol Med Chir (Tokyo). 2009 Jun. 49(6):255-7.

  • Roche PH, Bouvier C, Chinot O, Figarella-Branger D. Genesis and biology of vestibular schwannomas. Prog Neurol Surg. 2008. 21:24-31.

Bagikan informasi ini: