Definisi dan Gambaran Umum

Nyeri kronis adalah nyeri yang menyerang salah satu anggota tubuh dan bertahan lebih dari enam bulan. Pada beberapa kasus, sinyal nyeri yang ada pada sistem saraf akan tetap aktif selama bertahun-tahun. Hal ini biasanya menimbulkan efek fisik, psikologis dan emosional, tergantung dari tingkat nyeri yang dirasakan. Sebagian orang mungkin mengalami nyeri ringan dan sedikit rasa tidak nyaman, sebagian yang lain mungkin menderita nyeri yang parah dan sangat mengganggu. Panjang serangan juga berbeda-beda: beberapa orang mungkin hanya menderita nyeri dalam waktu yang singkat, namun sebagian lainnya dapat menderita nyeri yang berkepanjangan.

Menurut penelitian, nyeri kronis menyerang hingga 50 juta orang di Amerika Serikat. Meskipun penelitian terus dilakukan untuk mengatasi kondisi ini, namun hal tersebut masih sulit untuk dikendalikan hingga saat ini. Meskipun berbagai metode pengobatan dikembangkan, namun mereka hanya membantu menyembuhkan 58% dari keseluruhan penderita kondisi ini. Penting untuk mengetahui bagaimana tubuh kita bereaksi terhadap rasa sakit. Karena nyeri timbul akibat rangsangan saraf yang menghantarkan sinyal ke otak, namun hal ini juga dapat disebabkan bukan hanya oleh kerusakan pada jaringan, tapi juga karena faktor psikologis dan sosial. Penelitian juga menemukan bahwa meskipun untuk mengatasi penyebab utama dari kondisi ini merupakan suatu hal yang penting, namun hal tersebut tidak dapat 100% mengatasi nyeri yang timbul.

Penyebab Nyeri Kronis

Nyeri kronis disebabkan oleh:

  • Cedera
  • Infeksi
  • Kondisi lain, seperti diabetes atau radang sendi
  • Posisi badan yang tidak semestinya
  • Posisi badan yang salah saat sedang mengangkat atau membawa beban berat
  • Kelebihan berat badan atau obesitas
  • Kondisi turunan
  • Tidur di atas kasur yang salah
  • Menurunnya kondisi kesehatan
  • Kerusakan pada saraf
  • Penyakit, seperti fibromialgia, penyakit ruam saraf, kelainant bentuk tulang belakang atau sklerosis, dan radang sendi rematik (reumatoid)

Nyeri yang disebabkan oleh cedera, luka berat, atau infeksi, dapat bertahan bahkan setelah tidak ada lagi bukti fisik dari cedera tersebut. Nyeri kronis juga dapat timbul bahkan tanpa penyebab seperti yang telah disebutkan di atas.

Nyeri kronis juga biasanya diperparah dengan kondisi emosional seseorang yang negatif. Seseorang yang menderita nyeri biasanya rentan terhadap kondisi emosi negatif seperti rasa cemas dan tertekan, sehingga mengganggu produksi penghilang rasa sakit alami pada tubuh serta merangsang produksi senyawa yang dapat membuat sensasi nyeri semakin menjadi.

Nyeri juga dapat berasal dari beberapa bagian tubuh. Bagian tubuh yang paling sering menjadi sumber nyeri antara lain:

  • Kepala
  • Sendi, urat daging, dan ligamen
  • Otot
  • Punggung
  • Sinus
  • Saraf, seperti saraf medianus yang menjadi penyebab sindrom terowongan karpal
  • Pundak dan leher
  • Tulang pinggang

Nyeri kronis cenderung lebih sering terjadi pada orang yang berusia lanjut, namun bukan berarti kondisi ini merupakan bagian dari penuaan. Orang yang lebih tua lebih beresiko untuk terkena kondisi ini karena mereka semakin rentan terhadap kondisi yang menimbulkan nyeri.

Gejala Utama

Untuk mengetahui apakah rasa nyeri yang Anda rasakan tergolong ke dalam nyeri kronis atau tidak, gejala-gejala ini dapat dijadikan sebagai patokan:

  • Nyeri, baik itu ringan maupun parah
  • Nyeri yang tidak kunjung reda setelah enam bulan
  • Nyeri seperti terbakar
  • Kekakuan atau rasa sakit

Nyeri yang Anda rasakan juga dapat menimbulkan gejala lain, seperti:

  • Kelelahan
  • Melemahnya sistem kekebalan tubuh
  • Selalu ingin beristirahat
  • Tidak bisa tidur
  • Rasa takut
  • Depresi
  • Rasa cemas
  • Rasa tertekan
  • Cepat marah
  • Tidak dapat bekerja seperti biasanya

Siapa yang Dapat Ditemui dan Jenis Pengobatan yang Tersedia

Jika Anda merasa Anda menderita nyeri kronis, segera temui dokter untuk mendapatkan pengobatan. Hal ini akan membantu Anda mengembalikan kehidupan Anda seperti sediakala. Untuk mengatasi nyeri kronis, Anda dapat menemui dokter keluarga, dokter umum atau ahli penyakit dalam. Mereka juga dapat merujuk Anda untuk menemui praktisi kesehatan lainnya jika memang diperlukan. Karena hubungan antara tubuh dan pikiran dapat memengaruhi nyeri yang dialami seseorang, maka Anda juga sebaiknya menemui seorang psikolog.

Jika Anda didiagnosa menderita nyeri kronis, dokter Anda akan melakukan analisis dari uji fisik, kondisi kesehatan, dan riwayat kesehatan Anda. Penyakit atau cedera yang pernah Anda derita di masa lalu akan dianggap sebagai salah satu penyebab dari nyeri yang sedang Anda rasakan.

Setelah didiagnosis menderita nyeri kronis, Anda dapat membahas metode pengobatan yang paling tepat dengan dokter Anda. Para dokter pada umumnya akan menganjurkan metode pengobatan dengan diminum untuk mengatasi nyeri. Obat-obatan yang diberikan antara lain:

  • Obat-obatan untuk mengatasi nyeri seperti acetaminophen, ibuprofen dan aspirin; obat-obatan ini harus dikonsumsi dengan hati-hati, karena meskipun dinyatakan cukup aman, penggunaan yang tidak tepat dapat mengakibatkan efek negatif pada tubuh, seperti kerusakan pada hati.

  • Antidepresan seperti amitriptylin, imipramin, clomipramin, desipramin, doxepin, dan nortriptylin.

  • SNRIs atau Serotonin and Norepinephrine Reuptake Inhibitor (Penghambat Penyerapan kembali Serotonin dan Norepinefrin) , termasuk obat-obatan untuk fibromialgia seperti venlafaxin dan duloxetin; obat-obatan ini telah terbukti dalam mengatasi nyeri yang berhubungan dengan saraf meskipun dapat menimbulkan efek samping seperti mulut kering dan daya tampung air kemih.

  • Antikonvulsan seperti carbamazepin dan phenytoin, yang umumnya digunakan untuk mengatasi epilepsi; jika obat-obatan ini menimbulkan efek samping, maka obat-obatan seperti garbapentin, pregabalin, dan lamotrigin dapat menjadi alternatif pilihan.

  • Opioid, seperti kodein, morfin, dan oksikodon, yang tersedia dalam bentuk pil, obat suntik, tanam/cangkok, dan tempelan kulit; patut dicatat bahwa obat-obatan ini memiliki resiko ketergantungan, oleh karena itu tidak disarankan untuk pasien dengan riwayat kecanduan.

Selain obat-obatan tersebut, beberapa prosedur dan teknik yang digunakan untuk mengatasi nyeri kronis antara lain:

  • Perawatan di rumah seperti teknik bersantai alami serta istirahat dan tidur yang cukup
  • Latihan ringan seperti peregangan, berjalan, berenang, dan bersepeda
  • Terapi fisik
  • Terapi pijat
  • Yoga atau terapi meditasi
  • Terapi pijat tulang atau chiropractic
  • Pemberian obat melalui aliran darah
  • Tusuk jarum atau akupuntur
  • Rangsangan saraf
  • Pelatihan pikiran untuk mengendalikan fungsi tubuh atau Biofeedback
  • Psikoterapi seperti terapi perilaku kognitif
  • Pembedahan

Untuk memenuhi kebutuhan emosional dan psikologis, pasien juga dianjurkan untuk menjalani sesi konseling.

Tujuan utama dari pengobatan adalah untuk mengatasi nyeri, atau paling tidak mengurangi tingkat rasa sakit sehingga pasien tidak terlalu terganggu. Adalah hal yang wajar bagi pasien untuk mengalami nyeri secara berkelanjutan, selama tidak mengganggu kegiatan mereka sehari-hari.

Beberapa pilihan perawatan mungkin akan digabung menjadi satu, dan pasien perlu untuk membahas hal ini dengan dokter mereka. Rencana pengobatan memang harus disusun secara matang untuk mendapatkan hasil yang efektif dan maksimal. Jika nyeri tidak kunjung hilang atau malah bertambah buruk, maka rencana pengobatan dapat disesuaikan seperlunya.

Referensi:

  • American Academy of Pain Medicine: “AAPM Facts and Figures on Pain.”
  • American Pain Society: “Biofeedback as an Adjunctive Treatment Modality in Pain Management.”
  • American Pain Foundation: “Treatment Options: A Guide for People Living with Pain.”
Bagikan informasi ini: