Definisi dan Gambaran Umum

Nyeri leher adalah kondisi medis yang umum terjadi, namun jarang yang menandakan adanya masalah yang serius. Dengan gejala khasnya yaitu ketegangan pada otot yang diakibatkan karena posisi yang kurang baik atau menghabiskan waktu lama di depan komputer. Gangguan ini mengenai lebih dari 300 juta orang di seluruh dunia, Berdasarkan angka resmi, kondisi ini lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pria. Sebagian besar dari mereka yang mengalami nyeri pada leher pada umumnya dapat mengelola gejalanya dengan obat-obatan yang tersedia di rumah. Namun, hampir 10% kasus menjadi nyeri yang berkepanjangan (kronis)

Penyebab

Persendian yang terletak pada bagian atas leher mempermudah dan menyebabkan gerakan antara kepala dan leher. Sementara itu, persendian pada bagian bawah leher dan punggung belakang berfungsi untuk menopang kepala. Bagian bawah yang berfungsi sebagai sistem penopang kepala inilah tempat nyeri pada umumnya timbul.

Salah satu penyebab tersering nyeri leher adalah ketegangan pada otot leher. Hal ini terjadi karena postur yang kurang baik atau salah posisi saat tidur. Hal ini juga dapat terjadi karena seseorang bertahan pada satu posisi pada waktu yang lama, misalnya membungkuk pada saat bekerja.

Penyebab umum lainnya adalah sebagai berikut:

  • Cedera atau penyakit pada suatu organ dan struktur yang terletak di dekat leher, misalnya saraf, pembuluh darah, kelenjar tiroid, kelenjar getah bening leher, sistem pencernaan, jalan napas, otot, rangka leher dan saraf tulang belakang.

  • Sindrom koroner akut atau serangan jantung.

  • Penyakit degeneratif, misalnya spondylosis tulang leher atau radang pada taju tulang leher, sebagaimana penyakit tulang belakang.

  • Infeksi pada berbagai struktur pada leher, yang meliputi infeksi tenggorokan, abses atau luka nanah di belakang faring, radang atau pembesaran kelenjar getah bening, radang tulang belakang, dan penyakit Pott atau tuberkulosis tulang belakang.

  • Meningitis atau infeksi pada selaput pembungkus otak, keganasan atau kanker kepala dan leher, pembedahan arteri karotis, fibromyalgia, radang pada sendi, radikulopati, penekanan pada saraf-saraf yang berasal dari tulang leher.

  • Jatuh, cedera akibat hentakan keras di area kepala-leher, kecelakaan mobil, cedera kontak pada olahraga, dan juga patang tulang belakang dan pada kasus yang berat dapat melibatkan tulang belakang, menyebabkan kelumpuhan

Gejala Utama

Nyeri leher pada umumnya digambarkan sebagai nyeri tumpul atau sensasi terbakar. Beberapa tipe nyeri leher dapat juga digambarkan sebagai nyeri yang tajam atau linu. Sebagian besar waktunya, nyeri diperparah dengan gerakan atau memutar kepala dan leher, menimbulkan apa yang dikenal dengan “kaku leher”. Gejala umum lainnya meliputi nyeri kepala dan pusing, serta sensasi mati rasa atau bendenyut-denyut. Karena sakit leher disebabkan oleh kelainan yang beragam, banyak gejala penyerta lainnya.

Misalnya, nyeri leher yang disebabkan karena gangguan pada tenggorokan dan kerongkongan dapat menyebabkan kesulitan menelan yang menyertai nyeri leher, sementara proses infeksi terus berjalan sehingga menyebabkan demam dan kelemahan. Disisi lain, nyeri leher yang disebabkan karena penekanan saraf atau yang melibatkan sumsum tulang belakang dapat disertai dengan nyeri pada wajah dan bahu, dan mati rasa atau kesemutan, yang juga disebut parestesia, pada anggota gerak. Nyeri leher juga dapat disertai dengan nyeri pada punggung atas dan bawah. Hal ini biasanya terjadi pada kondisi dimana melibatkan tulang belakang, misalnya ankylosing spondylitis.

Siapa yang Harus Dicari dan Pengobatan yang Tersedia

Pengelolaan nyeri leher bervariasi, tergantung dari penyebab pasti kondisi tersebut. Pada kebanyakan kasus, nyeri dapat diobati dengan baik dengan teknik sederhana (tanpa operasi). Berikut ini adalah beberapa teknik yang dapat Anda lakukan di rumah:

  • Istirahat dan kurangi kegiatan fisik untuk beberapa hari untuk meredakan proses keradangan.
  • Berikan kompres dingin pada leher selama 48 jam pertama, diikuti dengan kompres hangat dengan bantal pemanas.
  • Pakailah obat anti nyeri yang berisi ibuprofen untuk meredakan nyeri dengan cepat
  • Lakukan latihan untuk meningkatkan ruang gerak sendi dan penguatan, serta peregangan otot.
  • Minimalkan tegangan pada otot dengan berbagai teknik relaksasi
  • Pemijatan dengan lembut
  • Pastikan bentuk tubuh yang baik dan penyokong punggung yang cukup setiap waktu
  • Gunakan matras yang keras dan bantal ergonomis/mengikuti lekuk leher untuk menyokong leher Anda ketika tidur.

Jika gejala-gejala dan tanda-tanda berkembang, misalnya terdapat demam, muntah, nyeri dada atau pemendekkan napas, serta mati rasa atau kesemutan pada tangan atau kaki Anda, Anda harus segera pergi ke Rumah Sakit. Anda juga harus pergi ke Instalasi Gawat darurat jika nyeri leher diakibatkan karena kecelakaan atau luka cedera. Dokter yang memeriksa Anda akan melakukan beberapa pemeriksaan untuk menentukan penyakit Anda dan tes pencitraan, misalnya foto rontgen. Ini akan menginformasikan penyakit yang mengenai tulang, cakram dan patah tulang belakang. Untuk pemeriksaan lebih lanjut, Anda dapat diminta untuk melanjutkan pemeriksaan dengan magnetic resonance imaging or MRI, yang akan menunjukkan lebih tepat mengenai kondisi jaringan lunak, ligamen dan saraf pada tulang leher.

Jika penyedia jasa pelayanan kesehatan menduga adanya kondisi yang serius, maka Anda dapat dirujuk ke dokter ahli saraf untuk pemeriksaan lebih lanjut. Imobilisasi atau pengurang gerakan dengan menggunakan pelindung leher yang lembut biasanya dilakukan untuk mengurangi tekanan pada leher. Anastesi topical/oles atau suntikan steroid juga dapat digunakan jika obat anti nyeri yang diminum tidak efektif. Operasi pada umumnya tidak disarankan kecuali pada kondisi dimana nyeri leher disebabkan oleh tumor atau penekanan pada saraf di tulang belakang.

Referensi:

  • American Academy of Orthopaedic Surgeons. http://orthoinfo.aaos.org/
  • American Association of Neurological Surgeons. http://www.aans.org/
Bagikan informasi ini: