Definisi dan Gambaran Umum

Nyeri perut adalah nyeri yang dirasakan pada daerah di atas pelvis/pinggul tetapi di bawah tulang rusuk. Nyeri tersebut merupakan gejala yang umum dialami orang pada berbagai usia, dan khususnya berasal dari salah satu organ dalam perut. Nyeri perut dapat disebabkan beberapa penyakit dan hasil pembedahan, mulai dari rasa tidak nyaman yang sederhana hingga penyakit yang rumit dan mengancam nyawa. Sekitar 3% orang dewasa menemui dokter keluarganya disebabkan oleh nyeri perut.

Penyebab

Ada banyak organ di dalam perut, antara lain hati, ginjal, lambung, usus kecil dan besar, dan pembuluh darah seperti aorta abdominal, dan lain-lain. Kerusakan atau penyakit-penyakit yang mengenai organ-orang tersebut dapat menyebabkan nyeri perut. Umumnya, nyeri perut disebakan usus yang teregang, peradangan organ dalam perut, luka cedera, dan kekurangan persediaan darah atau iskemia organ. Ada juga yang lebih jarang, yaitu nyeri yang berasal dari organ terdekat dengan perut, seperti paru-paru dan diafragma, dapat dirasakan pula sebagai nyeri perut. Penyebab nyeri perut tidak dapat ditemukan pada sekitar 1/3 kasus.

Sebagian besar kasus nyeri perut tidak membahayakan dan dapat ditangani secara tradisional. Penyebab paling umum dari nyeri perut adalah infeksi saluran pencernaan, yang ditemukan pada sekitar 13% kasus, diikuti radang usus (irritable bowel syndrome, IBS), suatu kondisi yang disebabkan usus yang terlalu sensitif, dialami 8% pasien. Penyebab umum lainnya meliputi gangguan pencernaan, radang dinding lambung atau gastritis, sembelit, dan intoleransi laktosa (ketidakmampuan mencerna protein pada susu).

Pada sekitar 10% kasus, nyeri perut disebabkan suatu kondisi yang serius. Istilah akut abdomen diartikan sebagai nyeri perut yang berat dan timbul tiba-tiba sehingga memerlukan terapi pembedahan. Penyakit yang umum menimbulkan akut abdomen antara lain penyakit kandung empedu dan peradangan usus buntu (apendisitis). Penyebab serius lainnya antara lain kebuntuan pada usus yang seringkali diakibatkan perlekatan pasca bedah, iskemia mesenterik (penyempitan pembuluh arteri yang mengalirkan darah ke usus), perforasi (lubang) usus, ulkus (luka) lambung, pankreatitis (radang pancreas), hernia, divertikulitis (radang divertikulum – kantong abnormal pada dinding usus), dan tumor pada beberapa organ. Masalah pada saluran kemih, seperti pielonefritis (radang ginjal dan saluran kemih bagian atas) akut, dan kelainan ginekologis (kandungan) dapat menimbulkan nyeri perut yang sama.

Beberapa penyakit yang menimbulkan nyeri perut juga lebih sering terjadi pada kelompok umur tertentu. Contohnya, intususepsi, dimana bagian usus tertentu akan masuk ke dalam usus sendiri, umum terjadi pada anak-anak sementara aneurisma aorta abdominal (pelemahan dan pembesaran pembuluh aorta pada perut) seringkali muncul pada orang tua.

Gejala Utama

Nyeri perut dapat muncul dalam beberapa cara. Berdasarkan lokasinya, nyeri perut dapat dibedakan secara menyeluruh atau tempat tertentu. Nyeri perut menyeluruh merupakan nyeri yang muncul pada lebih dari satu bagian pada perut. Gangguan pencernaan dan infeksi saluran cerna (gastroenteritis) umumnya memiliki gejala nyeri perut menyeluruh. Sementara nyeri perut tempat tertentu merupakan jenis nyeri perut yang dirasakan pada daerah tertentu pada perut dan umumnya disebabkan oleh suatu penyakit atau peradangan organ dalam perut pada lokasi tersebut. Sebagai contoh, usus buntu umumnya memiliki gejala nyeri pada bagian kanan bawah, ulkus/tukak lambung memiliki gejala nyeri pada daerah epigastrik/ ulu hati, dan kolesistitis (radang kantung empedu) memiliki gejala nyeri pada bagian kanan atas, di bawah tulang rusuk. Nyeri perut yang menjalar ke punggung dapat disebabkan pankreatitis atau suatu aneurisma aorta.

Nyeri perut dapat juga memiliki ciri-ciri yang berbeda. Nyeri dapat digambarkan seperti kram, yang umumnya disebabkan oleh gas, atau pada wanita, menstruasi. Sumbatan usus dapat juga menjadi penyebab nyeri perut yang menyerupai kram. Karakteristik nyeri lainnya adalah nyeri kolik (tajam), timbul secara intermiten (hilang timbul) tetapi umumnya berat, seperti nyeri yang dialami seseorang yang menderita batu empedu atau batu ginjal.

Nyeri perut umumnya berkaitan dengan gejala lain pada saluran pencernaan. Gejala-gejala yang biasanya didapatkan antara lain kembung, muntah, dan perubahan pergerakan usus, seperti diare. Banyak gejala lain yang menyertai nyeri perut, bergantung pada penyebabnya, antara lain demam, ikterus atau kulit yang menjadi kekuningan, nyeri saat berkemih, dan lain-lain.

Siapa yang Harus Ditemui dan Perawatan yang Tersedia

Nyeri perut umumnya dapat ditangani di rumah. Walaupun demikian, pada kasus di mana nyeri perut tidak dapat dihentikan dan berat, Anda sangat dianjurkan untuk menemui dokter Anda. Akan sangat bijaksana untuk pergi ke instalasi gawat darurat (IGD) jika nyeri perut yang Anda rasakan disertai ketidakmampuan untuk buang air besar selama beberapa hari, dan Anda tidak dapat makan apapun. Anda juga sebaiknya menemui dokter spesialis jika nyeri dirasakan menetap atau semakin berat selama beberapa hari atau minggu, jika perut Anda terasa nyeri bila disentuh, jika Anda memuntahkan darah dan jika Anda mengeluarkan tinja disertai darah. Dan juga, Anda sebaiknya segera mencari pertolongan dokter jika Anda mengalami luka cedera apapun terhadap perut.

Suatu anamnesis (riwayat kesehatan) yang benar diperlukan untuk menentukan penyebab nyeri perut. Anda perlu menggambarkan karakteristik nyeri yang Anda rasakan – jenis nyeri, lokasi, dan penjalarannya, hubungannya dengan kemampuan makan, kegiatan yang mencetuskan atau memperparah nyeri, dan gerakan yang mengurangi nyeri. Dokter Anda akan melakukan pemeriksaan fisik, yang dapat meliputi pemeriksaan dubur. Kemudian, Anda akan melakukan beberapa pemeriksaan, yang dapat meliputi pemeriksaan darah, rontgen, ultrasound perut, hingga pemindaian Computed Tomography (CT). Dokter Anda dapat juga merujuk Anda kepada seorang ahli saluran pencernaan (gastroenterologis), yang dapat melakukan endoskopi untuk menilai lesi/kelainan pada saluran pencernaan Anda.

Tatalaksana nyeri perut terutama bergantung pada penyebab nyeri. Sebagian besar nyeri perut akan menghilang dengan istirahat usus yang cukup dan hidrasi/pemenuhan cairan yang benar. Beberapa nyeri memerlukan obat-obatan, seperti antibiotik untuk infeksi perut, antasid untuk nyeri ulu hati, penghambat pompa proton untuk perlindungan lambung, pencahar (laksatif) untuk sembelit, obat-obat anti radang dan pereda nyeri. Pada kasus tertentu, pembedahan dapat diperlukan. Secara umum, pasien dengan akut abdomen harus melakukan laparotomi eksplorasi (bedah terbuka untuk penyelidikan) untuk menentukan dan menangani penyebab nyeri perut hingga tuntas.

Referensi:

  • Stomachache and Abdominal Pain. National Health Services. http://www.nhs.uk/conditions/stomach-ache-abdominal-pain/Pages/Introduction.aspx
  • Gastric Cancer Treatment. National Cancer Institute. www.cancer.gov/
Bagikan informasi ini: