Definisi dan Gambaran Umum

Nyeri punggung adalah salah satu penyebab utama ketidakhadiran saat berkerja pada banyak negara di dunia. Dan juga salah satu alasan umum orang berkonsultasi ke dokter. Kondisi ini, yang sering digambarkan sebagai perasaan tidak nyaman dan dapat berupa keluhan ringan, sedang, atau berat, biasanya dianggap sebagai sebuah gejala daripada sebuah kondisi kesehatan. Setidaknya 80% dari populasi akan mengalami nyeri punggung sekali dalam hidupnya. Meskipun itu mempengaruhi orang dewasa antara umur 35 hingga 55 tahun, nyeri punggung dapat dialami oleh semua usia- muda dan tua.

Nyeri punggung biasanya secara umum terkait dengan keadaan yang mempengaruhi sistem otot dan tulang belakang (muskuloskeletal), termasuk tendon, otot, dan jaringan lunak di punggung, begitu juga dengan saraf, sendi, dan tulang belakang. Masalah apapun yang terjadi pada struktur yang saling berhubungan ini dapat dengan mudah menyebabkan nyeri punggung, yang dapat dengan cepat menjalar ke bagian tubuh lain. Beratnya nyeri yang dirasakan bervariasi dan dapat menjadi kronis jika tidak dilakukan pengobatan.

Faktor Resiko untuk Nyeri Punggung

Beberapa orang memiliki kecenderungan mengalami nyeri punggung dari orang lain. Kondisi ini sangat umum pada orang yang memilki pekerjaan dengan tekanan secara mental dan fisik, dan mereka yang hamil, atau berat badan berlebih.

Orang dengan gaya hidup menetap juga mempunyai faktor resiko yang lebih tinggi. Kecemasan, depresi, dan merokok juga diketahui menyebabkan kondisi ini. Selain itu, nyeri punggung lebih umum terjadi pada wanita daripada pria dan cenderung berkembang sehubungan dengan usia.

Gejala dan Penyebab Nyeri Punggung

Nyeri punggung dapat muncul dalam berbagai bentuk. Penting untuk mengenali secara tepat gejala-gejala dan mengetahui kemungkinan penyebab yang mendasari agar dapat diberikan perawatan dengan benar. Beberapa masalah kesehatan yang dapat menyebabkan nyeri punggung termasuk:

  1. Cedera – Cedera di tulang belakang, seperti retak dan terkilir, dapat menyebabkan nyeri punggung tiba-tiba (akut) atau menahun (kronis). Terkilir biasanya terjadi jika ligamen yang mendukung tulang belakang robek karena posisi yang tidak tepat. Kecelakaan dan jatuh dengan dampak pada punggung, terutama di tulang belakang, juga dapat menyebabkan kondisi ini.

  2. Masalah struktural – Kondisi seperti pecahnya cakram tulang belakang dan penurunan fungsi atau degenerasi (proses penuaan) cakram adalah beberapa dari penyebab mekanis dari nyeri punggung. Dengan usia dan bentuk tubuh yang tidak benar, cakram yang membentuk tulang belakang akan rusak atau menjadi cidera, menyebabkan saraf terjepit.

  3. Kondisi kesehatan yang didapat – Kondisi seperti perubahan bentuk tulang belakang (skoliosis), stenosis spinal, batu ginjal dan radang sendi dapat menyebabkan nyeri punggung.

  4. Infeksi atau kanker – Meskipun terdengar tidak umum, infeksi dan tumor dapat terbentuk di tulang belakang menyebabkan nyeri berat di punggung.

Penyebab umum lainnya termasuk posisi tidur yang buruk, matras yang buruk, postur tubuh tidak benar yang berkepanjangan, dan kegiatan fisik berat. Penyebab nyeri punggung paling banyak adalah fisik secara alamiah. Bagaimanapun, terdapat faktor lain, seperti stres dan depresi, yang menentukan berat dan lamanya nyeri punggung yang seorang pasien rasakan.

Siapa yang Harus Ditemui & Tipe Pengobatan yang Tersedia

Kebanyakan dari nyeri punggung tidak membutuhkan perawatan segera. Bagaimanapun, mereka yang mengalami nyeri berat dan berselang, dan juga mereka yang kegiatan sehari-harinya terganggu karena kondisi tersebut, harus segera berobat ke dokter spesialis. Jika nyeri punggung disertai gejala lain seperti demam dan menggigil, kelemahan kaki, turunnya berat badan, gangguan kemih dan saluran pencernaan, mendapatkan diagnosis dan perawatan segera adalah sangat penting.

Nyeri punggung didiagnosa melalui satu atau kombinasi dari metode berikut :

  1. Rontgen – tes ini menunjukkan kesejajaran dari tulang dan biasa digunakan untuk mendiagnosa tulang yang patah atau radang sendi.

  2. MRI / CT-Scan – tes ini mendeteksi masalah pada jaringan, saraf, ligamen, tendon, pembuluh darah, tulang, dan otot.

  3. Scan Tulang – tes ini digunakan untuk mendiagnosa fraktur dan tumor tulang secara tepat.

  4. Elektromiografi (EMG) – EMG ini digunakan untuk melihat penekanan (kompresi) atau saraf terjepit yang kemungkinan disebabkan oleh herniasi atau stenosis spinal.

Terapi untuk Nyeri Punggung

Terapi untuk nyeri punggung dapat bervariasi tergantung dari lama dan tingkat keparahan dari keluhan. Pilihan terapi paling umum untuk nyeri punggung jangka pendek diantaranya :

  1. Proper Test – Digunakan untuk nyeri punggung yang berhubungan dengan trauma dan cedera. Istirahat beberapa hari dapat membuat struktur yang cedera untuk sembuh.

  2. Kompres panas dan dingin – Kompres panas dan dingin dapat meredakan nyeri punggung dengan mengurangi radang.

  3. Obat nyeri – Obat nyeri seperti parasetamol, ibuprofen, dan obat anti peradangan non steroid (AINS) secara umum diresepkan untuk mengatasi kebanyakan kasus nyeri punggung.

  4. Olahraga – Olahraga yang tepat adalah sangat penting untuk menyembuhkan nyeri punggung. Seorang terapis fisik atau pemijat tulang (chiropractor) dapat menyarankan olahraga yang termasuk diantaranya peregangan (stretching) dan aerobik, untuk membuat tulang belakang dan punggung lebih kuat dan lentur.

Untuk nyeri punggung menahun (kronik) dan jangka panjang, terapi fisik, blok akar saraf, suntikan sendi facet (facet joint injections), dan bahkan pembedahan dapat dianjurkan oleh dokter Anda. Metode yang lebih canggih untuk merawat nyeri punggung jangka panjang seperti terapi laser, terapi fisik arus tegangan menengah atau interferential therapy (IFT), rangsangan listrik pada saraf dan penyokong lumbal juga tersedia.

Referensi:

  • Friedman, F. Menghadapi Nyeri Punggung: Mengapa Punggung Bagian Bawah Anda Nyeri dan Bagaimana Menghentikannya, Terbitan Lyons (Outwitting Back Pain: Why Your Lower Back Hurts and How to Make It Stop, Lyons Press), 2004.

  • Oh, W. Jurnal Klinis mengenai Nyeri (The Clinical Journal of Pain), January/February 2004.

Bagikan informasi ini: